Bagi kami mungkin hal yang biasa jika seseorang tak memiliki teman dalam hidup, tapi tidak di sini. Dan aku tahu, kau membutuhkannya.
Begitu ucapmu di sela-sela pertemuan layaknya kawan lama ditemani dua cup cappucino di salah satu mall di Jakarta.
Aku hanya tertawa, mungkin kau bisa membaca bahwa kita dibesarkan dalam kultur yang berbeda, ditambah lagi kau lahir sekian tahun lebih awal dariku yang masih mencoba merasakan nano-nanonya hidup.
I’m happy to see you happy, whether you found him or maybe you just enjoy your self with your friends. But one things,, as long as I still stay in Indonesia, I want to have a cup of coffee with you, in your wedding ceremony.
Jlegheeeerrr….itu hal terlucu yang sudah kesekian kalinya kau ucapkan, ingin berada di pesta pernikahan tradisional, tapi semua orang juga tahu, jarang ada yang sediain kopi pas resepsian.. kecuali kau menemaniku di malam midodareni
Jadi ini adalah pembahasan teman hidup, teman kesejiwaan toh. Lagi-lagi aku tertawa dan berusaha mengalihkan topik yang kurasa sedikit menghimpitku. Ini adalah bahasan yang selalu kuhindari, bukan apa-apa, karena aku merasa nyaman dengan diriku sendiri. Aku juga tahu beberapa orang di sana tak nyaman dengan kesendirianku, bisa jadi Ibu, Nenek, atau mungkin adikku yang sudah ingin berkeluarga, hehehe, who knows?. Toh, aku masih muda, usia juga belum kepala tiga. Dan ini membuatku sering agak “menghindari” telpon Ibu, aku sedikit bosan dengan pertanyaan yang sama, dari minggu ke minggu.
Tapi kadang ada benarnya kekhawatiran mereka saat semalam membuka file-file lagu dan menemukan judul dari Natasha Bedingfield – Soulmate. Kekhawatiran mereka yang juga menjadi secret thing in my deepest niche of heart yang tak pernah kusadari, atau katakan tak mau kusadari.
Mungkin aku sudah tidak peduli dengan rasa sendiri, setelah sekian kali terabaikan. Mungkin
Mungkin soulmate itu pernah ada di hadapan, dan aku mengabaikannya, atau sebaliknya? Mungkin.
Pasca percakapan kita siang kemarin, aku hanya bisa berharap yang terbaik, tak ingin mengecewakan siapapun. Apalagi membuat diriku kecewa.
Ini tentang merindukan soulmate yang tahu bagaimana menghargai dan mencintaimu tanpa harus kau beri tahu.
Dan kalau kau tahu apa itu lagu Bang Toyib. Ingin rasanya aku membalas semua kalimatmu siang kemarin dengan:
My Soulmate is being Bang Toyib… he is still looking for something that indescribable and has not come home.. Or maybe he still confuse to decide whose his lost rib..
![]()
Tentunya tak kulakukan itu, aku takut kau tambah bingung.. kan kasihan, ada bule bingung di kedai kopi..
Jadi, si bule ini siapa? Someone special atau hanya teman minum kopi?
Bulenya cewe,, mantan atasan dulu Mba
*baca ulang*
saya belum nangkep kalau bulenya cewe..
Hihihihi
emang ndak disebut.. rada diungkap di kalimat paling awal..
Maaap kalau bikin bingung,,waaah kudu sinahu nulis lagi sama Mba Rin
Keren.
Eh…. terima kasih sudah mampir
mbayangke bule denger bang thoyib, what’s mean bang thoyib? #mlongo
, lagunya asyik
Hihihi,,, iya ya Mbah,, nanti tambah mumet saya njelasinnya,, bahwa itu adalah sebuah lagu,, dan apa gak tambah mlongo wong2 ning cedhakku yen aku nyeritakne bang thoyib karo nyanyi
<- fail
Eh,, suwun Mbah,,,
its very inspirative