Kawah Putih ninggal janji. Ah, itu kan Tanjung Mas Ninggal Janji
Setelah dirasa cukup mual bermain di Kawah Putih, kami pulang. Di perjalanan pulang, saya ngikik. Guess what? Kabut mulai tersingkap dan langit menampakkan cerahnya, matahari juga bersinar hangat. Hohoho, kami mungkin kepagian mengunjungi Kawah Putih, tapi tak apa, karena kalau pas cuaca cerah, foto-foto yang ada akan sama dengan yang lainnya. Kan kami anti mainstream..
*halah*

Langit pagi – Kawah Putih
Sampai di penginapan, kami bebersih, packing lagi, dan bersiap menempuh perjalanan pulang ke Jakarta nyambi mampir tempat kawan SMA yang barusan punya baby. Berangkat dari penginapan pukul 11.30, (dadah dadah penginapan), seperti formasi awal Saya dan Yossi, Diah dan Sitong, kami kembali sejenak tertahan macet karena ada bus ke arah Kawah Putih yang susah nikung pas di tikungan. Sekitar 30 menit-an, akhirnya bisa jalan lancar.

Sesaat sebelum meninggalkan Rancabali
Ternyata Bandung Kota tak jauh beda dengan Jakarta, panas dan macet. Sampai di daerah Kiaracondong, kami menunggu Bowo -New Daddy- menjemput dan memandu kami menuju rumahnya. Kapal kami sandar di rumah Bowo pukul 14.30. Lama juga yaaa perjalanannya..
Setelah cipika cipiki dengan Mbak Mega (Nyonyahnya Bowo), saya dan Diah langsung terpesona sama Baby Iqbal yang nengsemke ati *naluri perempuan*. Saya bersyukur bisa selonjoran, sesaat sebelum sampai Kiaracondong dengan tulang ekor yang rada-rada error, saya dapet jackpot kaki nabrak pembatas jalan
but tak jadi masalah serius karena cuman ngilu saja, saya urut plus diurut Diah sudah enakan kok
Saya dan Diah dapet tugas lagi, masak… MIE LAGIII
sempurna sudah tiga kali makan mie dalam dua hari terakhir
. Gak apa, itung-itung iseng, kapan lagi coba nyatronin dapur rumah orang.
Setelah makan, istirahat sejenak dan menjama’ shalat, kami berkemas untuk kembali membelah jalanan
. 15.30 kami berangkat dari rumah Bowo. Rute pulang diputuskan via Lembang-Subang-Kalijati-Campaka-Cikampek-Karawang-Bekasi-Jakarta. Ketemu lagi sama perkebunan teh dan kabut. Karena buntut saya nyeri tiada henti, saya hanya sempat mengambil beberapa foto sepanjang perjalanan. Gerimis menemani perjalanan kami pulang ke Jakarta.
Perjalanan pulang ini saya rasakan lebih lama. Lamaa sekali
. Beberapa kali saya minta istirahat karena nyeri di tulang ekor saya. Sampai Subang, karena tak sanggup nahan sakit, saya minta tukar mbonceng motor dengan Diah. Syukur Diah mau
. Nyeri tulang ekor sedikit bisa berkurang.
Sempat makan malam selepas Karawang dan saya sudah tak begitu bernafsu menghabiskan makan saya. Sempat nyaris terjatuh dari boncengan karena ngantuk yang tiada taraaa padahal sudah sekuat tenaga ditahan biar ndak mejem matanya
*maaaaaf*
Touch down di kostan saya pukul 23.30.. saya merasa berkali lipat lebih lelah dibandingkan saat ngilang ke Malingping. Entah karena apa. Tapi saya bahagia, bisa bersama teman-teman terbaik sesaat sebelum saya benar-benar pamit dari Ibu kota
So, terakhir… ucapan terima kasih saya persembahkan kepada:
- Gusti Allah SWT sudah menjaga saya dan teman-teman sepanjang perjalanan.
- Diah yang telah bersedia mengurut kaki saya, menemani masak memasak, dan jadi kanca wadon, serta saya gangguin tidurnya.
- Faizal untuk semua konspirasi dan menjadi tour leader yang baik dan second driver. Nyuwun pangapunten nyaris jatuh waktu itu
- Yossi yang bersedia membawa beban seberat saya dan menjadi smooth driver untuk saya.
- Bowo dan keluarga yang mengizinkan saya “ngacak-ngacak” dapur
- Mang Dani yang bukain pintu kamar mandi.
- Dan semua pihak yang mendukung terlaksananya dolan ini
Saya siap main-main lagi sama teman-teman dengan squad yang lebih lengkap
huwakkkk. gambar bunganya tjantikkkkk. tapi masih tjantikan aku sikkkk
=))
komentar yang minta di toyor :p
Sini aku toyor..
kamu kamana wae Ndhuk?
Masak indomie ya? Duhhhh aku pengen bgt makan indomie tp takut huhu
Iya Mbak,, hehehehe
wuenak lhooo
travelling itu emang seru mbak sama temen2…hahahaha..yuk…yuk…travelling lagi…karimun jawa terdengar menggoda :-p
Siiiaaap,,, Karimunjawa masuk daerah jajahan,.. meeting point Jepara yaa
nderek mbak, angsal nopo mboten ?
Ayooo… didekek ning ban apa bemper sepeda nggih