Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Berkomunikasi dengan Empati

Sebagai insan hidup bermasyarakat dan siswa di kelas universitas kehidupan tentunya saya harus bisa terus belajar agar hidup yang istilahnya cuma mampir ngombe ini bisa bermanfaat J . Dan satu hal yang ingin saya tekankan kepada diri saya adalah

Belajar mencari ilmu itu banyak jalannya, ada syaratnya, dan tak terhingga berkahnya”.

Kalau ditanya sedang suka dan ingin belajar apa saya ingin sekali bisa masuk dan menekuni jurusan komunikasi empati. Ada tidak ya kira-kira di universitas formal? Hehehehe.  Alasannya sederhana tapi menurut saya penting. Di tengah terbukanya kemudahan akses mencari dan mendapat ilmu, di mana saja dan kapan saja, kita sangat mungkin menyerap ilmu apapun yang kita mau. Let’s say, ilmu keluarga, ilmu pendidikan anak, ilmu memasak, bahkan ilmu menyanyi (bagi yang hobi menyanyi tentunya). Tetapi ada satu hal yang menurut saya penting, setelah saya dapat ilmunya, bagaimana menerapkan dan menyampaikan ilmu tersebut dalam kehidupan saya, kepada orang-orang terdekat di sekitar saya.

Menyampaikan ilmu yang didapat kepada orang yang belum menerima hikmah dari ilmu adalah hal yang tidak mudah. Dengan komunikasi yang mempertimbangkan sisi empati, saya berharap, ilmu keluarga, ilmu parenting, dan ilmu-ilmu lain yang saya terima dapat tersampaikan dengan baik. Semoga.

Dan, untuk bisa belajar ilmu komunikasi empati tersebut, tentunya saya harus lebih banyak mengunyah ilmu komunikasi dan ilmu psikologi. Belajar kepada ahli komunikasi empati dengan jalan banyak berinteraksi dengan orang yang menyampaikan ilmu secara hasan/baik. Membuka seluas-luasnya mata, telinga, dan hati untuk diisi dengan ilmu baru dan kemudian sedikit demi sedikit secara konsisten melaksanakan dalam kehidupan. Melatih diri sendiri secara terus menerus untuk dapat berkomunikasi tanpa menyakiti.

Saya memiliki banyak kesalahan-kesalahan dalam berkomunikasi, keras kepala, kadang mulut ini lebih cepat bertindak daripada pikiran dan olah rasa 🙂  . Proses terendap dan terinternalisasinya ilmu tidak akan sampai selama saya belum memperbaiki sikap dan karakter saya yang bisa menjadikan ilmu menolak saya. Belajar untuk menyimak, berpikir lebih sebelum berucap, berkumpul dengan orang yang memiliki ilmu dan selalu menjaga ucapan, sertamembuat tulisan lebih sering tentang apapun, terutama terkait dengan komunikasi empati. Harapan saya, semoga ilmu yang sedang saya kejar tidak kemudian berlari meninggalkan saya.

It’s Nice to be a part of Institut Ibu Profesional dan It’s nice to do Nice Home Work minggu pertama.. semoga saya bisa menjadi Ibu yang disayang anak, suami, dan keluarga juga bisa bermanfaat bagi lingkungan serta kumparan yang lebih luas. Aamiin.

#KelasMatrikulasi

#MIIPbatch#4

#IIP

#NHW1

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Morning Hectic dan Kebahagiaan Kita

Karena simpul-simpul kebahagiaan ada di mana saja, mari berbahagia

ponrht8a0o20c4x
Dari sini

….

Para perempuan, siapa yang setiap pagi memiliki sebejibun kewajiban yang harus dilakukan? Mencuci tumpukan piring, panci, dan wajan kotor. Menyiapkan sarapan, baju kerja suami, memandikan bayi dan anak, menyiapkan bekal anak. Belum lagi kalau yang masih tinggal dengan orang tua atau ketiban sampur untuk ngerawat lansia. Mulai dari memandikan, membersihkan kotorannya, menyuapi, yang kadang masih disertai dengan omelan-omelan yang menguji kesabaran. Percayalah kita adalah makhluk yang dipilih untuk menjalani peran ini.

Lelah dan penat itu pasti ada. Saya pribadi merasakan sebagian di antara tugas-tugas di atas. Di sela-sela pontang-panting di pagi hari, menyempatkan menanyakan kepada suami “Mas, mau dibuatkan teh?” atau menawarkan makanan yang kita buat untuk sarapan adalah kunci. Kunci dari keberlanjutan hari saya. Mengapa saya sebut kunci? Karena di sinilah letak kebahagiaan pagi yang bisa berlanjut sebagai dopping melakukan tugas dan tanggung jawab pekerjaan seharian. Agak berlebihan mungkin bagi yang lain.

Continue reading “Morning Hectic dan Kebahagiaan Kita”

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

tentang berbeda

Berbeda, tak kemudian menjadi alasan untuk berhenti mencintai
Berbeda, tak kemudian menjadi alasan untuk menghapus kebaikan
Berbeda, tak kemudian menjadi alasan untuk seterusnya membenci
Berbedaku denganmu, bukankah selalu ada cara untuk menjembataninya?
Dan tidakkah mungkin berbedaku denganmu adalah cara-Nya melengkapkan kita?

sandal-sancu-hudson-jessica
Di sini

*Catatan sendiri, hari ke-enam Desember*

Posted in Hidup, Renungan

Menghargai “Bentuk” Manusia

Awal

Awalnya saya rasa sebenarnya tidak perlu saya menulis ini. Tapi kemudian saya berpikir ulang. Saya perlu menuliskan ini, setidaknya agar orang-orang di lingkaran saya tidak melakukan hal-hal mencacat bentuk temannya, seperti apapun dia. Juga agar orang-orang yang senasib dengan saya dapat lebih berbahagia dan menghargai tubuhnya. Baiklah,, agak panjang memang.. bersabar ya bacanya (kepedean ada yang baca) 😆 :mrgreen:

612c14df1b065b4f82d35b075f5de8fc
Gambar dari sini

Sejak saya kecil dan memiliki bentuk badan yang lebih, saya sering diejek dan ditertawakan. Teman-teman tidak jarang yang bercanda dengan menggunakan nama obyek (yang diasosiasikan badan saya), seperti “Awas ana slender lewat (Awas ada silinder -kendaraan yang dipakai untuk menghaluskan aspal- lewat)”.. “Ati-ati Nita lewat, ogreg (Hati-hati Nita lewat.. bergetar),” dan lain sebagainya.

Continue reading “Menghargai “Bentuk” Manusia”

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Kulanuwun

Tok tok tok…

Sambil buka rumah yang dah 9 bulan lebih ditinggalkan.. Hihihi… Bersih2 sarang laba-laba dulu aaah… Terakhir apdet di sini persiapan nikah…. sekarang sudah ipyik ngurus baby girl… Hakakakak.. 😆

Lha kepiye… dek bayi yang saya gembol hampir 10 bulan ini unik,, plus tangguh.. Lima bulan pertama saya susah banget bangun… lemes biyanget, apalagi dicombo kena radang selaput otak 😥

Alhamdulillaah semua terlewati dan terganti dengan kebahagiaan bisa menimang bocah cantik (ehm lihat dulu emaknya) dan lucu (ehm, lihat lagi emaknya) 😆

Pengen cerita tentang proses lahirnya Majida Yusrina melihat dunia… tapi nanti dulu aah 🙂

IMG-20150511-WA0011   IMG-20150511-WA0012

Yang penting saya sudah kula nuwun lagi… hehehehe

Saya rindu teman-teman semuuaaaaa *kiss kiss dari mBate,,