Posted in Uncategorized

Misi Hidup dan Strateginya: Resolusi Tahunan yang terukur.

​Ini baru kelas matrikulasi dan materi-materinya semakin  menampar-nampar 😀  gimana nanti level yang lebih tinggi ya? Kalau minggu lalu saya belajar tentang pengenalan diri dan memetakan kekuatan untuk mengerti cara bagaimana memuliakan diri dan keluarga, pekan ini saya kembali belajar tentang mau jadi apa saya, poensi apa yang ingin dikembangkan jadi lifetime purpose atau tujuan hidup dan bagaimana strategi yang dipakai untuk mewujudkan misi dan tujuan hidup? 

Lagi-lagi konfirmasi atas jawaban pertanyaan dari tugas-tugas sebelumnya kan? Dan lebih ajaibnya lagi… kita seolah dituntun untuk fokus setelah mendapat ilmu selama 8 materi. Fokus kepada misi hidup. 😀 tidak belok belok kelamaan, nani tujuannya lama tercapainya

Saya menyukai membangun relasi, pertemanan, dan berkomunikasi. Dari sebab ini, saya memilih networking pada kuadran SUKA dan BISA yang sudah saya susun. Mengapa networking? Dalam membangun relasi, saya butuh skill lain yang ingin saya kuasai yaitu komunikasi empati. Dan dengan networking binary-binar hidup saya untuk bisa berbagi lebih banyak tentang kebahagiaan saya sebagai ibu yang bekerja di ranah public dan membersamai anak akan lebih mudah tersampaikan. 

What do I want to be, do, and have?

Saya ingin jadi teman, sahabat, bagi lingkungan saya terutama ibu-ibu dan remaja putri untuk percaya diri menjadi ibu dan calon ibu yang bahagia mempersiapkan generasi Qur’ani, pengemban misi hidup yang berjalan sesuai fitrah. 

Untuk mewujudkann impian saya, saya akan belajar lebih giat tentang ilmu-ilmu keluarga, pengasuhan, agama, dan komunikasi.

Selanjutnya saya ingin memiliki kelancaran rizqy untuk dapat mendirikan “El Fata” kids and pedagogy learning center di Jepara. 

Dimensi Waktu

~ Lifetime Purpose: menjadi teman, sahabat, bagi lingkungan saya terutama ibu-ibu dan remaja putri untuk percaya diri menjadi ibu dan calon ibu yang bahagia mempersiapkan generasi Qur’ani, pengemban misi hidup yang berjalan sesuai fitrah.

~ Strategic Planning

  • Menguasai bidang ilmu yang diminati, menguasai manajemen sekolah. 
  • Banyak mencari referensi dan komunitas sejenis juga aktif dalam kegiatan-kegiatan dengan nafas parenting dan keluarga.
  • Membangun jejaring lebih luas dan lebih fokus
  • Menyusun kurikulum pembelajaran bersama dengan orang-orang yang memiliki kapasitas di bidangnya dan memiliki passion yang sama.
  • Belajar untuk fund rising. 

~ Resolusi Tahun 2017/2018

  • Berkunjung ke Lebah putih
  • Ikut seminar atau workshop bersama Bu Septi, Bu Elly Risman, Abah Rama
  • Aktif di grup, keep in touch dengan anggota grup
  • Meningkatkan prestasi kerja untuk memperluas akses networking
  • Beli dan mengkhatamkan 5 buku terkait bidang ilmu peminatan
  • Menyamakan visi dengan keluarga besar. 
Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Kerja, Lesson Learnt, Uncategorized

Tentang Kemuliaan Diri dan Keluarga (NHW #7)

Materi ke-7 Kuliah di Matrikulasi Institut Ibu Profesional adalah tentang bagaimana menjadi Ibu yang bisa memersiapkan kemuliaan diri dan keluarga. Bagi saya, yang masih memilih bekerja di ranah publik :D, produktivitas saya nantinya bukan lagi diukur ansih prestasi kerja tetapi apakah amanah utama saya sebagai Ibu yaitu anak dan keluarga tertangani dengan baik? Karena hal tersebut sesuai dengan value di Ibu Profesional 🙂

Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya “iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya “tidak”, kita perlu menguatkan pilar “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “Bunda Produktif”.

Bagaimana bisa jadi ibu yang nantinya menemukan kemuliaan diri dan keluarga? Harus paham diri sendiri dulu sebelum memuliakan orang lain. Bakat bisa jadi tempat rizky mencari kita… keberkahan dalam bertindak bisa jadi rizky yang mencari kita.. soooo tugasnya adalaaaaah….

Tugas pekan ini juga termasuk unik… karena menurut saya ini semacam verifikasi dan konfirmasi dari tugas-tugas sebelumnya, tentang hal yang membuat berbinar-binar, tentang bagaimana kita memilih desain pembelajaran, tentang misi, dan tentang tugas harian.

Setelah menjalankan test uji kenal diri melalui http://www.temubakat.com akhirnya saya ketemu juga dengan hasil analisis dari Abah Rama (Dear Readers you are allowed to try this test 😉 sejauh mana kita mengenali diri kita nanti bisa juga terefleksi dari hasil test). Daaaan almost 85% cocok lhooo… ahahahaha check it out at my result yaaa… Please temen2 dekat kalian bisa mengiyakan atau menidakkan yaa… ahahahaha

Continue reading “Tentang Kemuliaan Diri dan Keluarga (NHW #7)”

Posted in Uncategorized

Siapa Manajer di keluarga saya? Ya, Saya ;)

Akhirnya berakrab-akrab lagi dengan Nice Home Work setelah hampir dua minggu off karena libur lebaran. Daaan tugas pekan ini berkaitan bagaimana kita menjadi manager di rumah. Seorang manager harus bisa mengatur banyak hal di rumah dan memastikan agar semua hal yang menjadi tanggungannya clear. Bisa dilaksanakan sendiri atau didelegasikan. 

Kadang saya termasuk orang yang sok merasa sibuk,, kerjaan rumah kayaknya ga terlalu banyak. Ternyataaaa setelah tahu ilmunya,,, karena pekerjaan rutin itu ada yang tidak selesai.. maka secara tidak langsung itu mempengaruhi otak kita seolah pekerjaan itu ngawe-awe ingin segera disentuh lagi ahahahaha.. 🙂 😀

So what’s then? Kita harus “SELESAI” dengan tugas yang kita buat dan kita susun sesuai dengan tanggung jawab kita. Abaikan atau hilangkan hal-hal yang tidak atau kurang manfaatnya yang hanya mengurangi jatah waktu 24 jam dalam sehari kita. Untuk bisa selesai caranya bagaimana? Naah itu tugas pekan ini. Mengidentifikasi 3 aktivitas penting dan 3 aktivitas ter nggak penting dalam kegiatan kita sehari-hari. Kemudian menyusun time schedule harian. Bukan lagi to do list,, sekarang sudah ada batasan waktu. Jam berapa harus mengerjakan apa.

Bismillaah… berdasarkan pengalaman dari NHW sebelumnya,, yang kita tulis dan kerjakan secara tidak langsung merubah hidup kita… itu terbukti pada saya ehehehehe….

3 most important things in my daily routine 

  • Membersamai Majida dan Bapak Dhana jadi expert dalam berkomunikasi
  • Bekerja di ranah publik
  • Mengembangkan bisnis online

3 aktivitas paling tidak penting:

  • Nonton TV : saya lakukan ini saat menemani Majida nonton tayangan anak-anak dari USB Flash disk atau hard disk yang disambungkan ke TV.
  • Browsing /stalking di sosmed yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan atau pengembangan diri. Sebagai antisipasinya, saya akan menetapkan batas waktu dan susun prioritas untuk materi atau hal-hal apa saja yang akan dibrowse di internet/socmed.
  • Diajak ngobrol terlalu lama yang jadinya ngrasani orang sama anggota keluarga yang lain. 😀  antisipasinya ketika sudah mulai ngobrol ngalor ngidul,, pamit ke kamar atau sambil setrika 😀

Dari ke enam hal yang terpetakan di atas, berikut jadwal harian yang coba saya susun. Bismillaah

Continue reading “Siapa Manajer di keluarga saya? Ya, Saya ;)”

Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt

Mendisain Pembelajaran untuk Saya dan Meji

 

Yeay,, it’s Saturday and it’’s time to do my Nice Homework. Pekan ke 5 di matrikulasi IIP, belajar bagaimana caranya belajar. Nah loooh… cara belajar saja ada ilmunya. Tidak asal, karena apa? Biar nempel, biar ilmunya ga kabur-kabur. Kalau sesuai dengan piramida belajar Glasser, persentase  pemahaman akan sesuatu paling besar adalah jika sesuatu hal yang baru itu dipelajari dan diajarkan. Sementara itu, Pengalaman menempati peringkat kedua.. hal ini menunjukkan bahwa learning by doing dan learning how to share terbukti ampuh dalam pemahaman ilmu.

Naaah tugas atau NiceHomework ke 5 adalah membuat desain pembelajaran. Yang unik di pekan ini adalah kita dibebaskan menafsirkan desain pembelajaran untuk siapa. Sing penting digarap. 😀

Desain Pembelajaran atau Learning Desain bertujuan untuk menemukan formula terbaik dalam mencapai perubahan perilaku dan keterampilan dari pembelajar. Pada pekan ke-4 saya telah membuat kurikulum untuk diri saya sendiri, dan pekan ini adalah menggali potensi anak serta bagaimana melejitkannya. Maka, desain pembelajaran yang sayabuat adalah untuk anak saya dan saya sebagai fasilitatornya dengan demikian secara tidak langsung juga desain pembelajaranbagi saya bagaimana belajar menjadi pendamping dan pemandu bagai anak saya.

This is it…

Desain Pembelajaran Saya dan Meji The Explorer

Continue reading “Mendisain Pembelajaran untuk Saya dan Meji”

Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Renungan

Misi dalam Hidup: Mendidik Anak dengan Fitrah

Alhamdulillaah bertemu lagi dengan weekend. Weekend adalah waktu saya untuk menuliskan dan mengumpulkan tugas kuliah.  Ahahaha mengapa harus weekend? Karena saat weekend-lah yang saya plot untuk nulis yang (agak) panjang dari hasil kontemplasi hari Selasa-Jumat. Halah.. aahahahah.. pencitraan.

Pekan ini, pekan ke empat di Institut Ibu Profesional, saya belajar tentang mendidik dengan fitrah. Membaca dan mendengar materinya,,, saya tersadar bahwa seharusnya kurikulum memang seperti ini.. yang menggugah kesadaran.  *manggut-manggut sendiri 😀

Saya tersadar bahwa setiap pekan ada hal-hal yang ketika disambungkan akan menjadi mata rantai dan tidak bisa dipisahkan. Mata rantai itu yang akan menuntun saya dan keluarga menjadi insan dan keluarga yang lebih baik dari sebelumnya pastinya.. Aamiin

Dan tugas pekan ke-empat benar-benar membutuhkan kontemplasi. Perenungan yang dalam,, biasanya awal diberi Nice Homework (NHW) saya terbayang apa yang akan saya tulis… pekan ini? Bahkan sampai hari Kamis saya masih meraba.. Bismillaaah ini dia tugasnyaaa…

Tentang Misi Hidup

Dari NHW #3 yang lalu, saya mencoba memetakan misi yang dititipkan Allah kepada hidup saya. Saya senang dan menikmati ketika berada bersama banyak orang dan mereka bahagia dengan adanya saya. Terlebih Ibu saya, yang memang sejak meninggalnya Bapak, saya selalu menjadi teman ceritanya.  Saya merasa dan menyadari bahwa keberadaan saya di lingkungan pekerjaan saya membantu akselerasi pekerjaan, saya juga merasa dan menyadari bahwa saya senang dengan anak-anak memperhatikan tumbuh kembang dan pencapaian pendidikannya.

Pun demikian anak-anak menyukai saya, baik anak sendiri, anak saudara, anak teman, sampai anak-anak yang baru saya temui tak terkecuali anak kucing :D. Hal yang membuat semangat saya naik berkali-kali lipat adalah saat saya bermain bersama anak dan mempersiapkan sebuah project baik di rumah ataupun di lingkup pekerjaan.

Dari perenungan di atas, saya menyimpulkan bahwa saya dipilihkan jalan oleh Allah untuk menjadi ibu yang bekerja di ranah public namun tetap berusaha untuk memberikan kasih, perhatian, dan kebutuhan jiwa anak-anak saya.

Sehingga saya berusaha memahami bahwa misi yang ditiupkan kepada saya adalah menjadi ibu sumber keceriaan dan kebahagiaan keluarga juga lingkungan sekitar apapun kondisi yang saya jalani.

Continue reading “Misi dalam Hidup: Mendidik Anak dengan Fitrah”

Posted in Uncategorized

Karena Pendidikan Pertama Datangnya dari Rumah

Tugas minggu ke-tiga di Institut Ibu Profesional ini bikin baper tapi ga boleg baper. Nah looo… tentang mencintai pasangan, pemetaan potensi diri, pasangan, anak, lingkungan untuk membangun peradaban dari rumah.

Saya selalu memperbarui cinta saya kepada suami saya setiap hari. Bukan berarti setiap hari usang, tapi saya walau kadang sebel karena selalu jadi tukang pungut baju kotor 🙂 😀 saya mencintainya sebagai suami dan Bapaknya Meji.

Saya selalu ingat saat pertama kami saling kenal melalui Mamanya. Ya, cerita kami hampir mirip FTV di mana saya ketemu dengan seorang Ibu yang butuh bantuan, saya tolong, Ibu itu cocok dengan saya. Kami saling kenal. Dan singkat cerita, jadilah sekarang kami bertiga. Saya, suami, dan Majida.

Mas Dhana bukan orang yang romantis, tapi dia orang yang lembut dalam diamnya. Dia juga bukan orang yang sering menyanjung saya.. meskipun jujur,, saya pengen dibilang cantik sama dia ahahaha… Tapi saya tahu di balik tajam matanya,, dia berterima kasih saya mau tidur malam untuk ajak main Majida. Senyum tipisnya pengganti ucap syukur saat saya mau katakan tidak untuk lembur Sabtu dan Ahad. Atau kalaupun kepepet saya harus ke kampus… Mas Dhana dampingi saya.. ngasuh Majida. 😁

Jadi,, meskipun suami saya tipe pendiam, tak romantis, kadang ngeselin saking diamnya, tapi dia tipe laki banget.

Continue reading “Karena Pendidikan Pertama Datangnya dari Rumah”