Posted in Hidup, Kuliner, Renungan

Lapak Sego Kucing dan Sepasang P*ng*m*s

Tadi malam abis pulang kantor saya sengaja mampir di Angkringan Nasi Kucing Solo di sekitar bilangan Pancoran. Sebenernya di daerah pancoran ada dua nasi kucing. Tadi malam saya memilih untuk mangkal di nasi kucing yang lengkap dengan gerobak dan ceret2 khas nasi kucing (angkringan satu lagi sudah termodifikasi menjadi angkringan dengan bermacam2 menu, jadi kurang dapet feel-nya..hehehehe)

Angkringan sego kucing yang mirip semalam. sumber:http://okaaditya.wordpress.com

Menu yang saya pilih tadi malam (saya ga punya kamera, pun HP saya juga biasa2 saja, makanya foto2 dibawah ini smoga mewakili…dari sumber yang terpercaya)

  1. Nasi kering tempe plus sambal dan sedikit teri,

    sega kucing sumber http://linatussophy.wordpress.com
  2. Tahu kemul (tahu yang diselimutin tepung..hehehe),

    ini gambarnya kebagusan... sumber:http://resep-pilihan.com
  3. Sate jeroan, dan

    Sate jeroan ada di tumpukan itu. sumber:http://catatananakasrama.blogspot.com
  4. Segelas susu jahe. Susu jahe di angkringan ini sangat mantab… Mas penjualnya cerita kalau itu jahe asli, saya minta ditunjukin,, eh bener…jahe yang dibakar dan digeprek…hehehehe…

    Ini juga gambarnya lebih mewah dari yang semalam. Sumber:http://angkringancangkruk.blogspot.com

Sudah lama ga ngerasain nikmatnya nasi kucing menyebabkan saya begitu membuka bungkus nasi kucing langsung khidmad dalam makan (jgagagagag). Saya juga menyempatkan diri ngobrol sama Mas2 yang jualan (kebiasaan lama yang ga bisa hilang). Obrolan kami obrolan ringan dari seputar asal dari mana, sudah berapa lama dagang di situ, dan beberapa hal lain (termasuk kadang ada rasa takut di hati pedagang tersebut kalau mau buka dagangan,,, takut razia..padahal langganan dah buanyyaaaak)

Di tengah2 saya makan, tiba2 ada sepasang p*ng*m*s (Bapak dan Ibu) yang meminta-minta, dan mas2 yang jualan (orangnya ramah sekali) langsung memberi selembar uang (saya pikir itu uang ribuan). Setelahnya.. ibu p*ng*m*s nanya harga sate telur puyuh. Kata Mas penjual, “Buat Ibu saja”. Abis itu si Mas ngomong “Mesakne lho Mba, tapi kok yo isih mesra…” (Kasihan lho Mba, tapi kok ya masih mesra)..hehehehe…

Setelah saya menghabiskan sisa susu jahe saya, saya pun pamit. Dan jumlah yang harus saya bayar untuk makanan2 di atas Rp 9000,-  hehehe lumayan kenyaaaang:) Abis itu saya yang tiap hari berangkat pulang kantor jalan kaki (karena ga tahan sama macet kota ini) melanjutkan perjalanan ke kost. Tapi….. di tengah perjalanan saya, saya melihat Bapak dan Ibu p*ng*m*s yang tadi saya temui sedang beristirahat makan. Dan makanannya….Seporsi nasi padang komplit plus sate telur puyuh yang dikasih Mas penjual nasi kucing tadi dimakan berdua….(bukan sepiring berdua, tapi sebungkus berdua hehehe)

Saya jadi berpikir…. Beberapa pelajaran yang bisa saya ambil (terlepas dari banyaknya p*ng*m*s di Jakarta Indonesia yang kadang ngeselin dan kesannya ga mau usaha lain–di samping itu ga sedikit pengemis yang punya rumah gedongan di kampungnya–)

  • Si Mas penjual itu, walau hidupnya sederhana, masih mau berderma dan membagi kisah hidup yang mungkin menurutnya heroik bagi keluarganya. Saya jadi berkesimpulan setiap orang punya kisah heroik masing2 dan akan membuat dirinya bersemangat untuk melakukan yang lebih, ketika dirinya terserang penyakit nglokro atau lemah semangat. Hehehe. So…kumpulkan kisah heroik masing2 dan jadikan penyemangat saat kita tak bersemangat. Halah.
    hero. Sumber: http://ecc.ft.ugm.ac.id

    atau

    hero. Sumber http://www.fotografer.net
  • Sepasang p*ng*m*s tadi membagi kebahagiaan berdua dengan kekasih hatinya. Hehehhe. Berbahagialah kita yang masih bisa berbagi dengan sesama. Bahagia tingkatannya lebih di atas sekedar senang. Bahagia mengekspresikan sebuah hasil dari perjuangan… Mari berbahagia karena karya2 kita…
Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “Lapak Sego Kucing dan Sepasang P*ng*m*s

  1. Tahu kemul-e kayak sedep banget tu mbak,, crispy kalo diliat dari bentuknya 😆

    Pemaknaan akan hal-hal kecil kalo nurut saya yang bikin hidup ini lebih bermakna, karena kadang hal-hal yang kecil yang lebih mudah untuk “termaknai” meski yang nglakuin ya ngrasa byasa aja… IMHO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s