Posted in Lesson Learnt, Main-main

Murah Meriah a la Nita…

Hehehhe…sebenernya ini tulisan harus sudah naik cetak awal bulan ini…Beginilah kalau dah lama ga tilik omah…semua yang ada di rumah rada terlupakan…saatnya tilik omah (lho opo maksude??) hehehehehe….akhirnya dirombaklah tulisan ini wkwkwkwwk

Gebyar Wisata Nusantara

Ceritanya, bulan lalu aku dapet sms dari mas Faizal kalau Karina Ayu mau ke Jakarta ada acara pameran wisata. Berita itu berlalu begitu saja, sampai jelang hari Sabtu. Akhir bulan…uang pas-pasan tapi kaki pengen melangkah. Dasarnya saya memang tidak terlalu suka jalan2 ngabisin uang maka saya terpikir untuk jalan2 murah seperti biasanya. Minggu lalu saya lagi males sendiri (padahal biasanya sendiri) dan langsung kontak beberapa teman untuk ikut datang di pameran wisata tsb.

Dan,,,saya pergi sama Rita (temen yang ngampus di IPB). Sebenernya saya juga sudah janjian sama Sitong (panggilan akrab Faizal). sampai di sana stand peserta masih sepi, tapi langsung keranjingan ngambil2 brosur2 tentang wisata dan kuliner.

Sekitar jam 10.30an, stand sudah dipenuhi pengunjung… Oiya sebelum kami masuk, kami dicap pake stempel,,jadi berasa di Dufan…hehehehe. Dan saya akhirnya bisa ketemu juga sama Karina Ayu, Netta, Bapak2 dari Dinas Pariwisata Jepara, Faizal, Eka Evia, dan temennya Eka. Banyak hal yang bisa ditemui di sana, ternyata beberapa daerah seperti Sidoarjo, Jember adalah penghasil kerajinan tangan yang unik. Selain itu bisa ngliat kostum yang dirancang untuk Parade yang dilakukan di Jember.

Jember Festival. Sumber: http://www.thejakartapost.com
Nita n Kostum Festival
Rita dan miniatur kostum

Abis itu, aku dan Rita muter2 ga jelas, ambil brosur sana-sini. Nyobain makanan sana-sini, dan yang paling Oke minuman segar rasa jeruk dari Kampung Wisata Pasirmukti. Ga berubah memang, hobi foto dan difoto…huakakakak…di depan stand Batam kami berfoto2 lagi…tapiiii abis itu Sitong yang melihat dari kejauhan bilang

“Sing foto-foto lho cuman awakmu Mba…. ” (Yang foto2 cuma kamu aja mba) hehehhe… lanjuut, dan ini dia hasil jepretan Rita…

Stand Batam
Mbathik

 

Aku juga menyempatkan foto di standing banner, begitu juga dengan Rita… narsisnyaaaa… dari semua stand yang kami kunjungi semua berusaha menampilkan yang terbaik, bahkan ada yang curhat kalau ada kesan rebutan anak. Ceritanya tentang sebuah propinsi A yang jarang mempromosikan salah satu objek wisata berasal dari kabupaten B yang nota bene adalah Kabupaten yang termasuk di wilayahnya sendiri,,,,nah jadi wisatawan malah ga tahu kalau site wisata tersebut masuk wilayah kabupaten B.

Ceritanya, sebuah site wisata kepulauan yang terletak di Propinsi A sangat jarang dikenal berasal dari Kabupaten B. Pas di GWN banyak yang bilang “Ooow…ternyata K**imun***a sebenernya Kabupaten B ya Mba?”. Saya iseng nanya ke Stand Propinsi A dan pura-puranya berasal dari daerah di sekitar Jakarta. “Mas,saya mau nanya,, Kepulauan K**imun***a itu sebenernya masuk kabupaten mana siy, kok tadi di Kabupaten B promosiin itu juga? (sejauh ini, yang saya ketahui banyak paket wisata yang memang menawarkan trip ke kepulauan tersebut dengan starting point di Ibukota Propinsi A,,,dan bukan salah pengunjung kalau mengira Kepulauan itu masuk kawasan ibukota propinsi tersebut). Jawaban dari Si Duta Wisata Propinsi yang Molek dan Rapi membuat saya tercengang..”Itu masuk di Propinsi A, kalau Ibu — atau Mbak neh saya panggil?– mau ke sana, kami punya informasi mengenai site tersebut”. (apakah pertanyaan saya dijawab??)

Ka****nja*a Sumber http://cemuu.wordpress.com

Trus saya lanjut lagi nanya sok polos “Bisa ga sih Mas, kalau kita perginya bukan dari Ibukota Propinsi A, tapi langsung dari Kabupaten B?” (saya merasa diperhatikan Bapak-bapak senior di stand tersebut) dia jawabnya “Sebenarnya bisa, tetapi lebih mudah kalau Ibu dari ibukota propinsi A karena transportasi ke sana lebih baik” (What???? lebih baik karena di sana ada kapal cepat? Hey bung, dari Kabupaten B juga ada, atau karena ada pesawat carteran yang disewa dengan harga yang muahaalll itu?).

Trus saya dipanggil dan dikasih brosur mengenai site wisata tersebut oleh Bapak-bapak yang merhatiin saya dan beliau dengan wibawanya berkata “Sebenarnya ini masalah kerjasama antara Pemkab dan Pemprov Mba, jadi kami membantu Pemkab yang memang ingin objek wisatanya dipromosikan lebih gencar”. Whatever… saya jadi berpikir bahwa miris sekali kalau Pemkab dan Pemprov rebutan PAD (Pendapatan Asli Daerah) karena site wisata…heheheheehhe…

So….monggo duta wisata dan yang peduli wisata serta khasanah budaya masing2 berjuanglah untuk lebih menjual apa yang dipunya…jangan sampai dikuasai oleh pihak luar apalagi asing dan kita hanya bisa jadi penonton di kandang sendiri…. (ngelantur pagi2)

Pameran Climate Change

Setelah muter2 di GWN,,,saya pindah ke hall sebelah, ada pameran dan edukasi mengenai Climate Change…wooowww…masuk ke pam eran ini sepiiiii buangeeeet… Saya juga sempat ditarik2 untuk ikut diskusi. Setengah hato sebenarnya ikut…hahahahahaha… Tapi pas tahu bahwa pembicaranya masih sangat muda dan punya komunitas pecinta lingkungan saya jadi menyimak juga… Hehehehe..

Pembicaranya namanya Adeline dari Sahabat Alam. Anak muda ini masih duduk di bangku SMA, dia dan komunitasnya yang ternyata ingin mengajarkan cinta pada alam untuk anak-anak, telah memiliki beberapa program penghijauan dan cinta alam. Beberapa program itu meliputi penghijauan di daerah bahari dengan penanaman bakau, daerah dataran rendah dengan pembuatan biopori, dan juga penanaman pohon.

Interesting enough… dan saya pun jahil aja nanyanya yang nyeleneh (beberapa peserta yang lain nanya tentang program dan bagaimana ikut gabung Sahabat Alam) eh saya nanya gini “Menurut Mba Adel,  mata pelajaran PLH (pendidikan lingkungan hidup) yang diajarkan di beberapa sekolah (karena saya tahu tidak semua sekolah punya mata pelajaran tersebut) sudah sesuai belum dengan apa yang seharusnya kita lakukan? Dan yang kedua, mungkin tidak kalau misi cinta alam ini kita bawa untuk audiensi dengan Diknas dan kalau bisa masuk sebagai mata pelajaran take action kan lebih bagus” hehehehe

Si Mas MC yang garing pun melihat saya dengan terkesima….hahahahahahaha….. jawaban dari Adek Adel “kita masih berusaha untuk mengembangkan sahabat Alam agar anak-anak cinta alam dari kecil, belum sampai taraf diskusi dengan pemerintah karena saya juga masih SMA, dan memang benar apa yang mba bilang, PLH di sekolah masih sekitar tahu lingkungan (sekitar pelajaran Geografi katanya”…

But overall semoga walaupun saya dan teman-teman semua belum/tidak tergabung dengan LSM atau komunitas tertentu yang mempunyai visi mencintai alam, saya berharap dari lubuk hati terdalam bahwa semoga kita bisa tetap mencintai alam kita dengan Think big, Start Small, Move Fast, Act Now and Make it Happen!! go green life style….

Bagaimana? setuju? Selamat berlibur murah, menyenangkan, dan bermanfaat 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

4 thoughts on “Murah Meriah a la Nita…

  1. Yah kalo masalah narsis foto-foto saya menyebutnya sebagai “Generasi Sadar Kamera”.. Dimana tuts siap dipencet, disitulah pasang gaya pura-pura ndak liat tapi mengatur posisi *Uhuuuk 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s