Posted in Asosiasi Bunga Indonesia, Lesson Learnt, Main-main

Berkunjung ke Benara Nurseries

Saya Bahagia

“Saya senang kerja di sini, kalau ada masalah di rumah, ngeliat tanaman jadi adem di hati…” (Petugas Lapang di Benara Nurseries)

Kemarin saya dan beberapa anggota ASBINDO berkunjung kebun ke Benara Nurseries di Karawang. Perusahaan florikultura yang memiliki lahan seluas 28 Ha ini merupakan salah satu perusahaan tanaman landscape terbesar di Indonesia. Saya yang biasanya berangkat kantor jam 7.30 atau jam 8.00 kemarin berangkat jam 5.30…huehehehe masih gelap..kwkwkwkwk…

Pertama kali saya ke benara tahun 2007 saat masih suka pake jas almamater warna biru dengan tulisan BHMN di lengan hehehe… Masih suka foto-foto ga jelas bareng sama teman2 sekelas di Agribisnis IPB. Waktu itu masih polos2nya… Males klo suruh dengerin penjelasan, dan ngandalin temen yang rajin untuk minjem catetannya. (cukup kali yaaa nostalgianyaaaa) 🙂 Thx to Bu Eva yang sudah nyemplungin saya ke ASBINDO,,, “Yuk Mom, bikin kebun…hehehehe”

Balik lagi ke kunjungan kebun. Sempat menunggu beberapa anggota di rest area KM 19 ke arah Karawang. Lumayan smpai agak kucel..heheheehehe…. Dan singkat cerita rombongan sampai di Benara sekoitar pukul 9.15…(tepatnya saya lupa). Tak banyak yang berubah dari Benara Nurseries,,,tetapi satu yang mencolok sekarang ada kemasan inovative dengan memberikan brand pada tanaman tersebut….

produk Benara
Branding produk
Lucu ya...

Saya jadi teringat salah satu program kerjasama ASBINDO dan Belanda dalam proyek INDF untuk mengembangkan florikultura Indonesia. Long list yang dikumpulkan rekan saya Marijn vd Laan untuk pengembangan florikultura adalah adanya branding dengan contoh perusahaan Air So Pure. Intinya begini: tanaman yang diproduksi oleh perusahaan Air So Pure ini terjamin dapat membersihkan udara karena ditanam di lingkungan yang bersih dan terjamin proses pembibitan dan pembesarannya, program ini sebenarnya mau dijadikan stimulus untuk florikultura kita. Naaaah, waktu ke Benara dan melihat apa yang ada di sana saya jadi manggut2 seneng karena sudah ada inovasi unik di Indonesia untuk branding, jadi orang mudah untuk mengenal produk contoh “Aglaonema Benara”. Salah satu strategi pemasaran yang joss saya pikir.

Setelah itu, saya kembali berkeliling-keliling, yang unik saat menjalani kunjungan kemarin adalah, kalau dulu saya ditemani dengan teman-teman seangkatan saya, kali ini saya ditemani orang-orang hebat yang siap saya curi ilmunya dalam berbagai hal..hehehehe… Saya yang hari itu ditugasi untuk menjadi fotografer amatiran,,mangabadikan beberapa gambar yang semoga bisa bercerita…

 

Hamparan Benara

Ini sebagian dari lokal yang sayaambil… Benara memiliki 6 site dengan tipe tanaman yang berbeda,,untuk tanaman landscape, shrub, potted plants, dsb

Sebagian Pengurus + Dir. Florikultura

Dari kiri ke kanan: PR Asbindo, Jurnalis Majalah Hortiplus (Nyempil di belakang), Manager Benara, PresDir PT East West Seed, Direktur Edelweiss, Direktur Eksekutif ASBINDO, dan Kasubdit Tanaman Pot dan Landscape Dir. Florikultura Deptan

Tanaman
Segarnyaaa

Senang dan adem ngelihat tanaman-tanaman ini.

Pak Glenn (bertopi) New Chairperson of ASBINDO
Manager Benara Nurseries (James L. Radja)
Setelah Berkeliling
Pahlawan Kebun

Pahlawan2 kebun ini yang ga kenal lelah, Karawang siang itu sangat panaaas,,, salah seorang staff Benara bercerita suhu di Benara pernah menacapai 39 derajat Celcius…wooough,,,dan pejuang kebun ini tetap melakukan tugasnya.. Yang unik dari Benara adalah penggunaan teknologi irigasi yang menggunakan sprinkle. Teknologi ini memungkinkan juga untuk dikombinasi dengan pemupukan yang dikenal dengan fertigation…  Tenaaang, bagi yang belum mengerti,,,ASBINDO sedang menyiapkan pelatihan mengenai hal tersebut.

Belajar dari beliau-beliau, saya jadi berpikir bahwa benar kata Mario Teguh

Orang yang gemar menjauhi pekerjaan,
yang datang selambat mungkin,
tapi pulang secepat mungkin,
tidak boleh mengeluhkan keberuntungannya.

Orang yang bekerja keras – saja,
belum tentu mudah dan melimpah rezekinya,
apalagi orang yang malas.

Memang kerja keras tidak menjamin kekayaan,
tapi tidak ada bentuk kesejahteraan apa pun
yang bisa diharapkan tanpa bekerja.

Belajarlah mencintai pekerjaan.

Mario Teguh

 

And….

Direktur Eksekutif ASBINDO 🙂

Memanfaatkan hasil kebun pun tidak ada salahnya…….(terima kasih Ibu cantik, yang mengizinkan saya mengupload foto Ibu..^_^..)

Setelah acara keliling kebun, kemudian ada obrol-obrol ringan yang kalau dalam bahasa saya “curcol”, tapi isi curcol tersebut sangat menarik jika benar-benar bisa digarap…(yuk marii yang cermat menangkap ide dan kesempatan silahkan simak). Asbindo -tempat saya belajar sekarang- sedang menyusun program, program2 tersebut diharapkan bisa selaras dan sinergis dengan program pemerintah jadi “ga terlalu rekosodalam menjalankannya jika ada kerjasama yang baik hehehehe…dan beberapa program Dir. Florikultura yang  sempat saya catat dan semoga selaras dengan misi ASBINDO adalah:

  1.  Kampung Florikultura. Mmmm,, menarik punya daerah atau kampung yang memiliki keragaman florikultura ya… Dimulai dari Cluster Hortikultura (konsep yang ada di Agrinex), mungkin ide menarik ini bisa terus digali, dikembangkan, dan diwujudkan tentunya…
  2. Green City. Saat ini Indonesia memiliki 9 Green City (silahkan Anda nilai sendiri) yaitu: Medan, jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Denpasar. Kalau kota temen2 belum merupakan Green City bisa tuch mulai dipikirkan, dan mulai diusulkan…hehehehe kalau rasanya masih sulit (karena kita kroco hehehe) bolehlah minta bantuan orang-orang yang relatif sepuh dan dekat dengan pemerintah… Kata Lek Niam waktu itu semacam lobby, or whatever.
  3. Pemanfaatan Limbah. Pemikiran ini muncul karena limbah sortiran tanaman (bunga potong dan daun potong) di pasar Bunga Rawabelong suangaaaat banyak… Nah, yang sebelumnya menjadi sampah ini bisa dibuat hal yang bermanfaat, contohnya pupuk kompos. Ibu Widi (Dir. Florikultura) mengatakan ada alat khusus untuk mencacah daun. Saya jadi teringat waktu saya dan beberapa teman nyacah daun untuk kompos…heheheheehe…
  4. Pengutuhan Wilayah. Woow apa tuch? Pikir saya…ternyata contoh kongkretnya seperti ini ‘Suatu kawasan dikembangkan menjadi sentra produksi leather leaf’ tujuan dari pengembangan kawasan ini untuk pengutuhan… hal ini diharapkan bisa memenuhi permintaan beberapa komoditas florikultura.

Sooo….saya berpikir,,,Jepara bisa jadi kawasan apa ya??? Hehehehe…

Banyak hal yang saya dapat hari itu, saya coba break down menjadi bagian-bagian kecil….dan ingin saya bagi dengan teman2 mungkin di lain waktu… hehehehe.. Oiya,,, bisa juga menghijaukan diri sendiri, mengganti hadiah yang biasa diberikan kepada orang tersayang dengan tanaman-tanaman cantik seperti di atas,,,pasti “rasanya’ akan berbeda.. Walaupun saya pernah ditertawakan karena ingin memberi kado pernikahan teman saya 2 pot kaktus…hehehehehe

Baiklah,,, karena sudah hampir malam, dan hari ini hari Jumat, saya pulang dulu… Selamat berakhir pekan..

Mari sebarkan konsep hijau kepada teman-teman dan orang2 tersayang..

 

 

 

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

3 thoughts on “Berkunjung ke Benara Nurseries

    1. Thank you for your interest, that’s why now we still try hard to make it happen 🙂 Hopefully someday it will be reality not only for 9 big cities…but also almost all Indonesian cities are green cities.. agree? hehehehe 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s