Posted in Asosiasi Bunga Indonesia, Hidup, Kata Orang ini Cinta, Kerja, Lesson Learnt, Renungan

17 Agustus 2011,,,amaze, deep thinking, take breath…

Saya punya pengalaman yang sangat unik dengan tanggal 17 Agustus 2011. Tak hanya karena di tanggal itu saya memperingati Nuzulul Qur’an, pun saya dan (semoga )juga memperingati yang katanya kemerdekaan Republik Indonesia. Ada apa dan bagaimana peristiwa yang menyertai dan mengiringi proses saya menuju tanggal itu?
Tahun ini untuk pertama kalinya saya merasakan Ramadhan di Jakarta,,,awalnya saya berpikir bahwa akan terasa sangat berat menjalankan puasa di kota yang sangat padat dan penuh polusi plus tak pernah ketinggalan macetnya. Tapi ternyata semuanya tak sesulit yang saya kira, walaupun setiap hari saya berjalan menuju tempat pendadaran saya (kantor – red). Semuanya baik-baik saja,,dan untuk pertama kalinya Bapak dan Ibu kost saya yang super duper baik nyediain kompor untuk saya dan Mba Kost saya yang baik hati agar bisa masak dikit untuk sahur dan berbuka 😀  Karena kami kebanyakan nonton Chef Mast*r jadinya suweneng bukan main. Ramadhan kali ini sangat menyenangkan bagi saya.

Selain itu, it’s also for te first time saya dibawa sama tempat kerja saya jalan-jalan dan nimba ilmu di Istana Kepresidenan….walau sebagai tukang dekor (certa tentang tukang-tukang yang lain saya bahas di tulisan selanjutnya) hehehehe… Bukan,,,lebih tepatnya supporting staff (halah,,,bilang pembantu umum aja susah). Saya yang beginner cukup terbengong2 dengan cara kerja para artisan (meminjam kalimat Mba Dee) dekorasi bunga yang super duper cepat. Saya kebagian tugas bukain sleeve pada krisan, angkut2 heliconia, potong sana-sini,,tapi yang paling bangga,,,ikut membantu menghias meja tempat bendera pusaka diletakkan pada upacara detik2 proklamasi. Kalau temen2 sempat melihat bagian panggung utama dengan pilar dan tangga yang berhias itulah hasil karya ASBINDO dan teamnya….yang digawangi oleh Ineke Turangan (si Ibu ini buaiiiiik buanget,,,pun ibu2 dan bapak2 lainnya..hehehe)

Busy preparing
Di dekat patung proklamator,,,

 dan akhirnya saya juga ikut merawanin meja bendera pusaka,,,,hihihihihihi,,,

Di meja bendera pusaka

Saya juga bisa melihat Pak Beye dan Bu Beye dari jarak 10 meter….Pak Beye mengendarai mobil yang kaya di golf2 (saya ga tahu namanya..hahaha) Hmmmm… Pak Beye tampak kurang bersemangat,, entah, mungkin karena satu dan lain hal yang sedang bertubi2 menyenggolnya akhir2 ini, tapi yang saya yakini bukan karena beliau lemas karena seharian puasa 😀 , tapi Bu Beye yang kali itu tampil dengan baju tenun (kaya tenu Troso) dan bersanggul tampak bersemangat foto sana sini.

Dan,,juga satu hal yang mebuat saya cukup terbengong,,,saya sempat ketemu sama Rio Febrian….

Rio Febrian tapi yang saya temui agak kurusan

Huaaaa….. speechless rasanya.. Cuma sempat menyapa
“Mas Rio….” dan dibalas
“Hai…Assalamu’alaikum”…that’s it kalau saya cokelat saat itu sudah lumer deh…wkwkwkwkwk..

Teman saya, Marijn nanya “who is he?” dan saya jawab (masih dengan mata belo)
“One of my favourite singer, one of best singer in this country” dan apa jawab Marijn?
“Why don’t you take his picture with you?” ahhhh stupid dan sudah terlambat rasanya karena Rio dah masuk ke zona pemerikasaan sebelum masuk istana (ketahuan kan betapa katrok dan ndesonya saya), bahkan sampai saat saya nulis ini…terngiang lagu “Tiada Kata Berpisah” darinya…Wakakakakak.

Terlepas dari cerita yang saya obral di atas,,,saya masih punya harapan bahwa di bulan Ramadhan yang penuh dengan barakah ini, saya bisa memaknai lebih dalam arti “peringatan nuzulul Qur’an yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan RI”. Mungkin, saya harus menggali lebih dalam petunjukNYA agar saya ga cuma jadi penonton aja di negeri ini,, tapi juga take part untuk jadi orang yang lebih baik,, lebih baik,, lebih baik…lebih baik,, bangsa yang lebih baik, lebih baik,, lebih baik,, lebih bermartabat, lebih beradab, lebih cinta kasih,,,dan semoga bukan hanya saya yang berpikir seperti itu.

Kita masih belum merdeka sepenunya,,, hak saya bertanya pun nyaris disunat sama para petugas rumah tangga istana waktu saya nanya mengamini pertanyaan Marijn “Why should we stop our activity when Mr President come, even though he know that the decoration is never finish if we’re not working on it?” karena petugas rumah tangga ewoh sama Marijn,,sayalah yang dipanggil ngadep ke atasannya.. again I’m trouble maker!!! 🙂

Ya Allah ya Tuhan kami, Ampunilah dosa2 kami Dosa-dosa para pemimpin dan bangsa kami Merdekakanlah kami dan kabulkanlah doa kami. Aamiin. (Menukil doa Kemerdekaan dari Gus Mus)

Dirgahayu RI 66,, semoga kita “merdeka” seutuhnya…
Nuzulul Qur’an,,, semoga dengannya kita memperoleh kemerdekaan sejati itu… 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “17 Agustus 2011,,,amaze, deep thinking, take breath…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s