Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Kuliner, Lesson Learnt, Shiefila

Once Upon a Time at Shiefila

Sungguh saya menulis ini dengan mata sedikit mbrambang….nyaris kepenuhan kelopak mata saya oleh rasa haru yang membuncah. Rasa cinta dan sayang juga rindu ini beradu dengan keadaan yang kadang tak terprediksi. Mamah Kota (meminjam istilah Gunawan) memang rada sadis. Saya jadi sangat jarang menyempatkan waktu berkumpul bersama bocah-bocah saudara-saudara saya pun bapak-ibunya 🙂

Saya lebih memilih akhir pekan untuk meluruskan punggung dan kaki,,mencuci baju yang seminggu ga dicuci, menyetrika baju untuk stok minggu selanjutnya, membaca buku yang terbengkalai untuk dibaca karena tiap saya mulai membaca pada malam hari pasti ga lama buku itu kena il*r saya….hehehehehe…. dan kali ini saya ingin bernostalgia  dan mengenang lagi masa-masa indah saat saya terdampar di tempat menakjubkan bernama SHIEFILA.

I’ve been there for a while…. tepatnya sesaat setelah aku lulus.Di sana aku mbantu sebisaku,,, di sana,,, banyak hal yang aku dapet,,banyaaak ilmu… Bertemu dengan berbagai karakter, unik… Manusia ajaib yang tekad dan semangatnya luar biasa… We call him Papa… Sosok lembut, cantik, sabar, yang dengan tangan dinginnya tercipta berbagai kreasi masakan,,,, Mama,,we call her. Saya juga bertemu dengan yang bernama Tiwi Aliffiani  yang darinya aku banyak berlajar memanage hal-hal besar, banyak curcol-curcol kami tentang hidup, pengalaman, dan bahkan susah dan sedihnya bertahan yang terucap di sela2 riuh rendah dapur, rehat sejenak sebelum melanjutkan aktivitas…Hmmm saya merindunya…pun begitu dengan gadis kecil yang lahir dari rahimnya 🙂

5 srikandi ki-ka: Tiwi, Tika, Nabila, Steffi, Sufi

Tika, nama yang sampai sekarang aku mengingatnya, merujuk pada seorang dewasa yang ramah, lembut, penuh passion dalam hidup (mewarisi semangat Papa). Kue-kue yang tercipta dari tangannya membuatku lupa sama porsi makan,,, dan akhirnya…. whooops saya  menggendut saking enaknya….. Banyak hal yang saya bagi dengannya, mulai soal gebetan, kegiatan kuliah, begitupun dengan bagaimana saya menjalani hidup setelah Bapak tak di sisi,, cerita-cerita itu ditanggapi dengan cerita hebat lainnya tentangnya, tentang workaholicnya, tentang semangat belajarnya yang luar biasa (kadang iri,,, ga belum pernah aku punya semangat belajar kaya gitu).

Mama dan Papa....saya kangen

Lain lagi cerita ketika aku harus berhadapan dengan Eph, bawaannya yang easy going membuatku nyaman dan tertarik untuk terus menggodanya. Obsesinya menjadi PR di perusahaan besar cocok untuknya,,, hmmm… berbincang dengannya diiringi lagu dari radio membuat saya merindukan masa-masa lazy time pulang dari warung dan ngobrol di mobil bersamanya….

Dua bidadari lain…. yang pastinya sering menemani malamku, membantuku kembali berakrab2 dengan hitungan dan aljabar, serta mata pelajaran lainnya. Yang mendengarkan ocehanku tiap menjelang tidur, yang selalu berteriak saat beberapa waktu yang lalu saya muncul di pintu Waroeng Shiefila. Sufi, mendengarkan ceritanya tentang aktivitas di sekolah, les, dan PR2 menumbuhkan kembali passion saya, berasa muda,,,kadang berbicara dengannya menceritakan kekonyolan-kekonyolan saya dan Aida membuat saya kadang suka lupa kalau malam telah larut. Hmmm… Mba Pi,,, aku seneng pernah hidup sesaat bersama Mba Pi dan keluarga.

Nabila, hmm anak rajin yang berprestasi,, mandiri, mampu membuatku salut karena jarang ada bungsu seperti dia… Banyak hal unik yang kusimpan tentangnya…. mengingatnya,, ingatan saya berafiliasi dengan dik saya,, dulu, saat saya rindu adik saya, saya menciumnya dan berkata “boleh ya cium Nabila,,,” dan jawabnya “neh” sambil menyodorkan pipinya… hehehehe… Kali ini khusus untuk Nabila,,, aku mohon maaf ya,, bukan karena aku ga mau datang ke rumah, bukan juga karena aku lupa keluarga luar biasa yang menjadi bagian dalam proses pendewasaanku, apalagi karena aku sombong karena sudah berada di mamah kota….heheheh.

Saya sempet juga menggawangi microphon waktu acara tedhak sitennya nadia…..untung sempet ngrampok foto di FB Mba Tiwi… Hehehe

Upacara Tedhak Siten Nadia

Di Waroeng Shiefila saya banyak belajar tentang disiplin, pengabdian, dan banayk suka duka bersama…saya juga berkenalan dengan chef serba bisa,,,, security yang jago ngurut kaki ayam, asst.chef yang terobsesi sama Fauzi Baadila dan staff lainnya yang luar biasa gigih….

KiKa: Irfan, Chef Dadi, Abet Baadila
Kika: Eman, Aituti, Lilis, Dani...
Hmmm....crew plus Mas Super Security luar dalam yang jago ngurut ayam

saya jadi kangen…..

 Mas Soetrisno, Mba Hidayatul Qibtiyah, tIwi Aliffiani, tIka Nur Hikmah, stEffi Nandiyah, Dania suFI, NabiLA Ghoni nyuwun pangapunten dereng saget sowan mrika malih,, mungkin karena saya yang malas untuk menempuh perjalanan ke atas, tapi sungguh, di dalam hati ini cinta itu tetap tumbuh dan ada… Sugeng Riyadi,,, 1 Syawwal 1432 H… semoga kebaikan SHIEFILA mendapat balasan rizqi, barakah, dan karunia dariNYA…

Family called Shiefila

Kalau nangis saya siang ini dibayar per tetesannya,,, 1 euro aja,,, saya dah bisa pulang ke Jepara naik pesawat… Miss you SHIEFILA….

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

One thought on “Once Upon a Time at Shiefila

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s