Posted in Hidup, Renungan

Antara Saya dan Ibu di Superindo

Hallo….

Ini bukan ajang promosi karena saya memang tidak dibayar untuk promosi…

Ceritanya saya jadi banyak berpikir pasca kejadian ini, betapa orang-orang sekarang yang demi kenikmatan bermain ponsel yang sudah menjadi bagian hidupnya,, rela menganggap orang lain salah.. uuuh,, ga ngerti deh…

Hari Minggu, setelah kembali dari mbolang bareng adek saya di Taman Suropati, saya mampir Superindo untuk membeli beberapa keperluan. Nah di superindo Mampang… layout menuju kasir seperti ini…

Dari situ jelas kalau yang bawa barang dikit tanpa troli bisa di kasir A,, dan yang lain bisa di Kasir B, C, dan D. Karena saya ga suka pake troli atau keranjang dan barang belanjaan saya hanya sedikit bisa saja membayar di kasir A… Antrian di depan saya sudah berjalan, tinggal saya, Ibu yang asik main BB di depan saya, dan Bapak2 beserta anaknya di belakang saya.

Saat itu saya lihat, di Kasir D sudah hampir kosong, Kasir C juga demikian, Kasir B masih mengantri dan kasir A masih ada troli (nah lho… troli di kasir A hihihiihih). Karena sudah ada yang kosong saya berharap Ibu di depan saya yang asik main BB bisa bergerak, (toh dia bawa troli). Tapi dia tak bergeming,, (kondisinya D dan C) sudah kosong,,,

“Bu, maaf kasirnya sudah ada yang kosong” kata saya sambil menepuk tangannya,, dia tetap asik berBB,,, karena saya malas menunggu lebih lama dan ada kasir yang kosong,,, saya bilang “Permisi Bu”…dan bergerak menuju kasir D

Pas saya di kasir D,, saya lihat Ibu itu nunjuk2 ke saya dan berkata “ASTAGHFIRULLAAH,,,sopan banget ya duluin…” sambil geleng2 kepala… hmm…. saya persilahkan ibu itu untuk duluan “Silahkan Ibu dulu,, saya cuma sedikit kok”. Dan karena gengsi mungkin Ibu itu tetap tak bergerak (padahal kasir C juga kosong)… Sampai-sampai Mba2 Kasirnya agak tertegun,,, yasudah akhirnya saya duluan yang ke kasir. Saya berpikir “Apa Ibu itu nunggu kasir A saja ya?”

Entahlah,,,, saya berterima kasih atas ucapan istighfar dari Ibu itu,, menyadarkan saya,,, seserius2nya orang main BB yang sampai tidak mendengar dipersilahkan ke kasir,, tetapi saat dilewati malah marah, mungkin juga kesel sama dirinya, terlalu serius sampai diduluin bocah anak bawang dan kere seperti saya,,,, Semoga ALLAH mendengar dan memaafkan tidak hanya Ibu itu tapi juga saya…

Saya jadi semakin sadar juga bahwa alat telekomunikasi dan alat2 elektronik lainnya semakin mengikis rasa sosial,,, hehehe,, bahkan di saat dua sahabat bertemu muka pun,, mereka lebih asyik mengutak atik gadget miliknya daripada berbagi cerita seolah alat2 tersebut yang menguasai mereka….

Semoga saya terhindar dari hal demikian,,, Aamiin 😀

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “Antara Saya dan Ibu di Superindo

  1. Media itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.. padahal kalau mau dipahami lebih seksama sebenarnya antara yang jauh dan yang dekat memerlukan perlakuan yang berbeda.. mungkin seperti itu…

    Ah, saya jadi ingin bikin surat cinta dengan tulisan tangan 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s