Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Main-main

Istri Kedua…

Lelaki (L): Dek mau ga jadi istri keduaku nanti?

Perempuan (P): kenapa harus yang kedua??? (sambil hati gondok, bersungut-sungut, ga rela)

L : Kan kalau istri kedua itu biasanya lebih baik dari istri pertama, lebih disayang, lebih diperhatikan, dan bisa jadi yang terakhir… (senyum penuh kemenangan)

P : Memangnya aku perempuan seperti apa? Kau memang ga ngerti perasaan perempuan.. (sebenarnya sedikit merasa tersanjung mendengar kata “yang terakhir”)

What a kampret dialog above…

Lelaki memang “berbeda” dengan perempuan, dalam hal apapun itu. Pemikiran, rasa, cara bersikap, hobi, dan lain sebagainya. Kalau dialog di atas dilakukan oleh sepasang kekasih yang masing-masing atau salah satunya sudah terikat janji dengan yang lain (baca:pernikahan), saya bisa mengatakan dengan ke-sok tahu-an saya bahwa laki-laki atau perempuannya ada yang ga bener.

Tapi, kalau dialog itu dilakukan oleh dua orang yang sama-sama belum terikat pernikahan, saya jadi berpikir dua hal:

  1. Lelaki yang mengatakan itu sedang melancarkan aksinya untuk mendekati si perempuan (lagi-lagi, sepertinya saya sok tahu)
  2. Perempuan yang diajak berbicara seperti itu pasti bersungut-sungut, marah, ga terima,, tapi juga bisa jadi akan semakin terpesona.

Mengapa demikian? Lelaki kadang enggan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasakan (apalagi masalah perasaan terhadap lawan jenis), maka yang dilakukannya adalah dengan jalan meng-uncover perasaan perempuan. Bagaimana caranya agar si perempuan sesedikit mungkin mengungkap ketidaksukaan atau bahkan penerimaan atas sikap dan perilaku lelaki. Dengan demikian lelaki bisa mengambil point-point untuk dijadikan senjata PDKT berikutnya.

Dan,, perempuan mana yang tak klepek-klepek ketika disebut, lebih baik, lebih diperhatikan, lebih disayang, apa lagi ada embel2 yang terakhir,, walaupun kalau disadari, di antara mereka belum ada ikatan apapun, dan bahkan si lelaki juga mungkin belum memiliki tambatan hati.. Come on,,, perempuan,, mengakulah 😀

Kembali ke masalah istri kedua, Lelaki mungkin akan berfokus pada kebahagiaan dirinya dan pasangannya dalam hal ini. Sangat jarang yang memikirkan bagaimana perasaan yang pertama, kecuali jika yang pertama memang sudah tak ada, atau bahkan ditiadakan. Sementara perempuan (yang normal dan memiliki jiwa keperempuanan) diakui atau tidak pasti juga memikirkan “bagaimana perasaan yang pertama jika aku menjadi yang kedua?”. Sehingga mungkin sikap yang diambil ketika mendapat pertanyaan macam dialog di atas dia akan sangat berperang melawan rasa dan logikanya.

Logika dan perasaan perempuan juga bisa jadi sangat diuji ketika dia harus memilih untuk melanjutkan perjuangan cintanya atau melepaskan orang terkasih. Bahkan tak jarang,, merelakan kekasihnya untuk orang yang dianggap sangat memahami kekasihnya (how pathetic she is) dan berkata “Aku ikhlas asalkan dia bahagia denganmu, bukan dengannya”. Hehehe,, tetap ada preferensi dimana perempuan akan berusaha meyakinkan kekasihnya baik-baik saja di bawah asuhan perempuan lain yang dianggapnya lebih mampu darinya.

Tapi,, bisa jadi analisis saya salah, karena saya memang bukan detektif cinta. Bisa jadi lelaki seperti yang saya ceritakan di atas adalah lelaki penggombal dan perempuannya adalah objek gombalan yang bisa saja menerima begitu saja gombal picisan.. Hehehehe… Bagi saya,, lelaki ataupun perempuan memiliki sisi-sisi unik masing-masing yang nantinya akan saling mengisi… (tsaaaaaaah)

Sekali lagi, saya hanya sok tahu pagi ini…

Selamat beraktivitas 😀

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

4 thoughts on “Istri Kedua…

  1. yang jelas…..seorang perempuan yang punya hati…. akan berpikir seribu kali…dan berusaha menghindar berjuta cara…untuk jd istri kedua….

  2. itu teknik gombal tingkat tinggi, mempermainkan emosi hahaha.. klo masalah istri ke dua, halal bukan? itu urusan masing2 niatnya apa. gak bisa kita bilang mereka yg mau gak punya hati, gak kasian sama istri pertama dst.. klo di perbolehkan Tuhan, pasti ada kebaikan.. dan yg tau isi hati mereka.. ya cuma Tuhan.. hehe..

    1. Jadi intinya,, kembali lagi pada pribadi masing-masing dan juga minta campur tangan Tuhan,,, hehehehe

      [itu teknik gombal tingkat tinggi, mempermainkan emosi ]… weiiitttsss,,, pengalamankah? 😀 piss ah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s