Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Main-main

Dia tak jadi menyentuh saya.. #Manyun

Semalam saya bersamanya, menyusuri jalanan dekat perumahan. Sesekali mengomentari apa yang dilihat, tak jarang pula saling menggoda. Seperti biasanya.

Aku senang karena baru kali ini begitu dekat dengannya,, just two of us. Rasanya kalau ga direm, ditahan, pengen banget ngasih tahu ke adikku,, telpon ke Ibu, sms-in temen2 deket kalau akhirnya aku menemukannya. Huehehehe (kayak berita penting aja yaaaa)… Semalam, tanpa kuminta dia begitu memperhatikanku…

Sempat juga aku lihat jauuuh ke dalam matanya yang untungnya ga belekan, ada telaga yang meneduhkan.. (kalau adik saya baca ini, pasti dia ihirr ihirr ga berenti2). Tapi,, kebersamaan itu sedikit terganggu dengan gerimis. Karena gerimis itu akhirnya aku dan dia neduh di emperan toko di pinggir jalan.

Masih diselingi ledekan dan keusilanku yang mencipratkan hujan ke arahnya. (Ababil sekali bukan??? Tapi rasanya kurang -sesuatu- kalau tak diselingi dengan tingkah ababil). Kalau kata salah seorang temen,, “Ga punya malu, wong ya sudah bermuka tua masih bertingkah kaya ababil”. Yo ben,,, ini bukan masalah ababilnya,, tapi sensasinya..hehehe.

Ga lama, keusilanku dihentikan oleh Bapak2 brewok yang lewat di depan kami. Dia bilang, emperan toko yang kami tempati sementara untuk meneduh adalah wilayahnya. Sedikit memaksa, si Bapak itu mendorongku. Akupun terjatuh di genangan air. Hujan menderas, aku lihat si Brewok itu mendekatinya. Bentakan keras kudengar di sela bunyi air hujan. Si Brewok tak sabar mendorong dan memukulnya, dia cepat menghindar dan membalas, sesaat kulihat mereka saling pukul dan menghindar.

Sepersekian menit mereka masih bertarung kulihat si Brewok mulai limbung,, aku merasa sesak nafas, udara dingin membuatku semakin sesak nafas,,, terbatuk, dan dadaku panas….. Kulihat dia berjalan ke arahku, dia akan menolongku. Gelap….

***

Aku tersadar dan ternyata aku terbangun dalam posisi tengkurap,, baru aku sadari ternyata jendela kamarku masih terbuka, gerimis mulai beralih menjadi hujan di luar, dan dia… tak tampak,,, dia yang sejak awal kami berjalan menyusuri jalan sekitar perumahan tak kukenali wajahnya,, tapi aku merasa sangat dekat dengannya…

Ya wajar ya, kalau dia ga ada,, wong sepertinya hujan, udara dingin, dan posisi tengkurap telah menipuku dalam mimpi.. Pantes saja rasanya sesak nafas,, ga biasa tidur tengkurap

Huffft… nyaris saja ada yang menyentuh saya dengan tangan dan hatinya,, ga tahunya cuma mimpiii…. Hahahha… Ndhuk… ndhuk,, abis ditelpon Ibu saja kok mimpinya sampe mana-mana… Lha wong telponnya tema dan trending topic-nya masih sama ya wajar pikiran saya jadi nggladrah ke mana-mana hihihihi…

-Tulisan ini ga penting,, cuma mau buang mimpi saya hehe-

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

6 thoughts on “Dia tak jadi menyentuh saya.. #Manyun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s