Posted in Hidup, Main-main

Escape to Malingping (1)

Akhir pekan lalu saya ke Malingping. Jengukin temen sekalian jalan2 ga jelas. Entah siapa yang memulai,, saya sendiri lupa, tapi seingat saya niatan untuk ngabur sejenak ke Malingping dengan jalan menjadi boncenger ini diawali dari obrolan depan tangga yang kadang-kadang mutu dan juga sering tak bermutu.. Hehehe… 😀

Dulu, saya pernah berencana mau nyepi di Malingping (Sebuah Kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten) karena salah seorang teman saya yang jadi Bu Dok sedang pengabdian di sana. Bu Dok Eka Evia sudah memperingatkan saya untuk tidak ke sana karena jauhnya, pelosoknya, dan macem2 alasan lainnya. Karena satu dan lain hal, saya akhirnya belum kesampaian main dan jengukin si dokter cantik dan baik hati ini ke Malingping. Sampai akhirnya pada suatu hari temen gemblung saya yang lain, Si Mas Court Officer (kenalkan namanya Faizal “Sitong” Jauhari yang punya lapak sebelah) yang akhirnya jadi driver perjalanan ini ngobrolin Langsaters. Sampai pada bahasan “walaupun sekali, Langsaters harus bisa outing bareng“.

Malingping yang ditunjuk panah

Dari obrolan itu, berkembanglah keinginan untuk touring ke Malingping. Hahahai… Sekalian mewujudkan hasrat saya untuk jengukin Bu Dokter Eka :D. Cek tanggal, cek kocek, akhirnya diputuskan untuk berangkat tanggal 10 Maret 2012. Ajakan ini sudah disounding din Langsaters, tapi karena jaraknya yang >200km yang lain pada sambat. Hari-hari selanjutnya dipenuhi bagaimana perjalanan ke sana desbe deelel. Om Sitong akhirnya dapet pinjeman Vixion dari temennya karena motornya (si Mba Pipy) terlalu cantik untuk diajak jalan jauh :)). Saya kontak si Bu Dok untuk tanya cottage dan itinerary-nya,,, pokoknya semangat juang 45.

2 hari menjelang berangkat, checking terakhir. Jumat tanggal 9 Maret saya nonton pergelaran Kenduri Cinta sampe jam setengah dua belas, ditambah agenda motor Vixion yang melegenda  itu (karena berkali2 nyungsep) stuck kunci stangnya,, alhasil saya sampai rumah jam setengah satu.. (Ckckckck, perempuan macam apa aku iniii???). Sampai kost lanjutin setrika, ngepak baju, mandi dan tidur. Saya bangun di tanggal 10 Maret agak kesiangan,,, dan segera setelah saya mandi shalat, beberes, ganti baju. Driver a.k.a tour leader sudah jemput.

Setelah ngopi dan ngeteh, kami siap berangkat,, ini putunya

  

Rute berangkat diputuskan via sukabumi (jalur selatan). Jakarta-Depok-Bogor-Ciawi-Cicurug-Cibadak-Cikidang-Cisolok-susur pantai (entah apa namanya)-Bayah-Malingping. Jam di HP saya menunjukkan pukul 6.45 saat keluar dari kostan, motor langsung digeber menuju Jl. Raya Pasar Minggu dan nyusurin jalan Depok-Bogor. Sempet nyasar dikit karena navigatornya cewek (a.k.a saya sendiri dan rada bingung baca peta) wkwkwk. Sampai di perhentian pertama di Alfama*t daerah Cicurug untuk beli minum dan nyari sarung tangan buat Om Driver dan lanjut nembus macet dan semrawutnya pasar di Cicurug.

Kemudian pemberhentian kedua pas sebelum Cibadak, ngefull-in tanki BBM (Masih dengan semangat 45). Dan selanjutnya langsung tancap lagi via Cikidang.Disini, benar2 deh,, bagi kami yang baru keluar dari kota dan disuguhi pemandangan yang luar biasa cantik,, hanya bisa ber “Whuaaaaah,,,”, “Ahahahahaaaiii”, “Subhanallaaaah” dan saya bahkan sempet speechless plus mbrambang… ngeliat berlikunya jalanan yang ngalahin berlikunya jalanan Puncak. (saya elbiway ya memang).

Saya sempet deg-degan sepanjang jalan berliku itu,,, untungnya terbayar saat ngeliat hamparan perkebunan sawit. Dan,, ini dia driver yang ngandalin GPS dari Nok Nia,,dan bilang “Nggantheng ya aku nganggo jaket iki” dan saya tiba-tiba merasa nausea..hahahahaha. Tapi sedihnyaaa selama perjalanan berangkat saya ga dipotooo 😦 hahahhaa.

Bentang alam
kebun sawit plus singkong
Jalanan
Driver dan tour leader saya..hahahah

Setelah melewati berlikunya Cikidang kami melewati Cisolok, dan lagi-lagi dipesona indahnya alam yang ada di sana (baru tahu juga kalau puncak yang view-nya buagus itu namanya Puncak  Habiebie…huakakakak). Setelah itu dilanjut dengan susur pantai ada Pantai Karang Hawu, Pantai Pasir Putih, dan entah apa lagi saya lupa. Jalanan di sini ga begitu bagus, banyak lubangnya.. Jadi beberapa kali saya sempat kebanting di jok penumpang..hehehehe. Setelah melewati gugusan pantai, jalanan menjadi hutan karet. Dan sepiiii….. Sepanjang jalan nyari masjid untuk istirahat dan shalat ga ketemu-ketemu. Sampai akhirnya pukul 12.05 (jam HP saya), kami berhenti di mushala yang kayaknya dah lama ga dipake (kalau husnudzan temen saya: lagi direnovasi), tapi sayang ga ada air, sampai akhirnya kami memutuskan untuk menjama’ shalat Dzuhur-Ashar setelah sampai lokasi.

bukit, pantai, laut
Akhirnya saya muncul walau cuma punggung
Pantai
ini Mushala tanpa air
Sepi sekali

Sekitar pukul 13.30 kami sampai di Bayah. Dan mau ngisi angin untuk ban belakang karena berasa goyang. Ternyata ban motornya bocor, DUA lubang lagi 😦 .. akhirnya sambil nunggu ban dibenerin istirahat bentar.. Hehehehe.. Setelah ban dibenerin langsung tancap lagi. Kali ini Sitong ngebut… dah pengen nyampe kayaknya. Beberapa kali nerjang lubang dan jalanan rusak. Dalam hati saya sambat “Duh Mas, wetengku wis ngeleh, saiki tambah gegerku remuk,,”.

Dan akhirnya,,, setelah nambah sekitar 1,5 jam perjalanan melintas Bayah… (HP saya nunjukin jam 14.50-an) kami sampai di Pasar Malingping yang MasyaALLAH padet dan agak becek (abis ujan kali, Bu Dokter cerita langitnya agak ababil dari pagi) :D. Setelah nanya alun-alun Malingping akhirnya berasa lega setelah melihat tulisan “Kecamatan Malingping” akhirnya perjalanan 8 jam usai sudah.. Hahahaha.. Langsung ngampar di pinggir alun-alun,,, sembujung itu rasanya sesuatu… setelah perjalanan panjang kaya gini… wkwkwk…

Malingping we’re coming
sepatu lelah

Akhirnya Bu dok dan Bu dok (temennya bu dok yang juga dokter) jemput kami, dan digiringlah saya ke rumah dokter. Daaaan,,, di sana ketemu sama bu dok-bu dok yang lain, yang cantik-cantik,, dan Mas Driver pun jadi satu-satunya makhluk langka di rumah itu..at that time. Hahahaha.. Langsung deh digelarin Green Carpet dan langsung glangsuran di sana.. Hahahah.. Setelah itu, perut saya yang sudah kelaparan mendapat jodohnya,, nasi kuning (dari bumbu ayam), ayam goreng, bakwan jagung, sambel dan sayur sup pun jadi pemadam kelaparan saya. (Sayang karena saking semangatnya makan, lupa ngambil gambarnya).

Begitulah,,, berasa banget senengnya udah sampai di Malingping setelah ratusan kilo berjam-jam jadi boncenger… Hahah.. Perjalanan dari Malingping-Bagedur serta perjalanan pulang, saya lanjutkan di tulisan berikutnya  😀

(Hosh hosh hosh capek nulisnyaaaa)

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

4 thoughts on “Escape to Malingping (1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s