Posted in Hidup, Main-main

Escape to Malingping (3) – Go Back Home

Melanjutkan cerita pagi dan pantai milik bertiga di sini. Saatnya saya untuk menuntaskan cerita tentang pelarian saya ke Malingping.

Nyari sarapan di Malingping ternyata tak semudah nyari sarapan di rumah saya (yang sama-sama ibu kota kecamatan…hehehehe). Bukan juga karena Malingpingnya yang pelosok banget (walaupun iya juga…hahahaha), tapi lebih karena cottage yang saya huni bersama teman-teman saya tak menyediakan sarapan dan ga ada cafe atau setidaknya warung yang jual makanan.. (Ini disaster bagi yang gak biasa gak sarapan…hehehe). Rencana saya untuk bikin mie ndhog pagi-pagi pun gatot karena ga ada kompor. 😀

Saya dipandu Eka akhirnya nyari sarapan di dekat pasar dan membutuhkan perjalanan kira-kira 10 menit naik motor L. Oiya, karena sendal saya sudah dilarung, maka saya ke pasar pake sepatu. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi karena tepaksa saudara-saudara.  Hehehehe. Tiga bungkus nasi uduk plus telur dan tempe ditambah lagi dengan gorengan menjadi santapan kami…hahahahaha (berasa mahasiswa banget.. 🙂 ). Makan pagi, ditemani kopi Kap*l A*i Special Mix yang ga diaduk (karena ga ada sendok juga…hahahahhaa).

Abis makan, ngopi, makan rambutan yang dibeli Eka.. nyummy… Tak lama dari sarapan tiba-tiba bu dok Eka teriak… Uleeeeeeeer…. saya awalnya ga begitu ngeh dimana dan sebesar apakah ular yang dimaksud. Hehehehehe… Ternyata ulernya panjangnya ga sampai 30 cm dan diameternya ga sampai 1 cm. Sigap, Sitong sebagai satu-satunya lelaki tulen ambil sapu dan mithes ular itu. Hehehe… berasa hero kali yaaa (*winking). Ini dia penamoakan ular sawah yang mugkin datang dari sawah sebelah cottage,,, semoga bukan siluman ular putih (halaaaaah).

Setelah peristiwa gebuk menggebuk ular, satu demi satu dari kami pamit untuk kembali bermesraan dengan kasur. Huahahahha.. Perempuan macam apa saya ini?? Saya dan Eka balik ke kamar dan melanjutkan obrolan para Ibu. Hihihi… Tapi tak lama saya terlelap setelah poto-poto ga jelas bareng Eka. Kemudian jam 11an, Eka mandi, disusul Sitong yang kembali ribut minta sabun cair 😀 dan saya mendapat giliran terakhir.

Kami meninggalkan cottage sekitar pukul 12.45, mampir bentar ke rumah dokter, pamit-pamitan dan lanjut lagi ke Klinik. Di klinik, ketemu lagi sama Fira (temennya Eka), karena ujan deres, akhirnya nunggu ujan sedikit reda (males pake jas ujan). Dan inilah foto terakhir sebelum benar-benar meninggalkan Malingping J. Tepat pukul 13.30, saya dan Sitong akhirnya meninggalkan Malingping. Rute yang dilewati kali ini adalah Gunung Kencana-Cileles-Rangkasbitung-Cikande-Balaraja-Cikupa-Tangerang-Jakarta.

Jalan sepanjang Gunung Kencana sama hancurnya dengan jalan di Malingping. Track yang naik turun dan berliku cukup membuat punggung saya sakit, dan karena ini daerah pegunungan, dada saya agak sesak (nyadar kalau oksigennya tipis). Sampai di Cileles sekitar pukul 14.30, mampir bentar di Alfam*rt dan beli air minum dan tanya sama karyawan di situ

“Rangkas masih jauh ga Mas?”

“Kira-kira satu setengah jam lagi. Tapi jalannya jelek”. Saya mendengarnya langsung lemes. Hahahaha. Kami juga ketemu dengan rider yang mau ke Jakarta juga. Berasa punya temen 😀

Tapi ternyata jalan yang ditempuh ga seburuk Gunung Kencana-Cileles. Sejam kemudian akhirnya sampai di Rangkasbitung. Kami sudah seneng karena letak Alfam*rt dan Indomar*t sudah berdekatan dan jarak satu spot ke spot lainnya sudah tak begitu jauh. Berasa masuk kota 😉

“Balik lagi ke peradaban” kata Sitong. Yeah,, seneng karena jalanan yang dilewati sudah jalan besar dan banyak juga kendaraan (ga berasa sendiri, sepi, sunyi, lagi.. Hahahhaha). Sempet istirahat bentar di Cikande, ngisi bahan bakar, rebahan bentar. Dan bersihin muka. MasyaALLAH lihatlah tissue yang saya pake untuk bersihin muka :D. Kemudian perjalanan dilanjut lagi, dan berasa benar-benar “kembali” saat melihat tulisan “Jakarta 48 KM” huahahahaha…. (katrok benar ya…).

Ga banyak ambil foto-foto lagi, tak sanggup (gini kok ngaku traveler yaaaaa). Saya juga berjanji untuk exercise lebih banyak lagi…. huakakakak 😀 :D. Beberapa di bawah ini adalah foto di daerah Tangerang. Saya sampai di Grogol sekitar pukul 18.20, baru deh kerasa panas. Hehehe… ga nunggu banyak waktu, tunggangan kami digeber menuju kostan saya. TOUCH DOWN at Jl. Kalibata Utara II pukul 19.00… Tapi,,, mampir dulu beli makan… Huaaaaah,,, perjalanan dua hari ini benar-benar membuat saya lapar.

This slideshow requires JavaScript.

And,,, at the end…. saya ingin mengucapkan buanyaaak terima kasih kepada

  • Eka Evia “Bu Dok” Rahmawati Agustina yang menyempatkan diri menjadi host yang baik selama saya nyangsang di Malingping.
  • Faizal “Sitong” Jauhari yang mewujudkan keinginan saya main di pantai (setelah agenda Ancol kemarin saya ga bisa ikut), dan terima kasih telah menjadi smooth driver dalam perjalanan ini.
  • Teman-teman Eka yang semua baik2.. Inez, Fira, Ira, Arum, Ika, dan siapa lagi saya lupaaaaa (parahhh…)
  • Dan semua pihak yang tak bisa disebutkan satu per satu (berasa bikin sambutan album lagu….hahaha)

Sudah ah,,, mau bikin recap hikmah dan info-info Malingping abis ini…..

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “Escape to Malingping (3) – Go Back Home

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s