Posted in Hidup, Hijau, Lesson Learnt, Renungan

Masterpiece

Sentuh Makna

Akhir-akhir ini saya sering mendengarkan lagu “Someone Like You” punya Adele. Ya, penyanyi yang ternyata baru berusia 23 tahun ini mampu menghipnotis jutaan orang dengan lagu appoggiatura-nya (menimbulkan kesan galau karena bisa memicu naik turunnya emosi).

“Never mind I find someone like you”

Jujur, saya pun suka sama lagu ini. Setelah saya perhatikan, lirik di atas sebenarnya adalah exit strategy bagi hati yang tersakiti untuk mengatakan “aku nanti juga bakal ketemu sama seseorang yang kaya kamu”. Padahal kalau saya mau melihat lebih dekat, setiap orang itu masterpiece dari Penciptanya,, the one and only, tak akan pernah ada duanya. Meskipun saya mungkin menemukan orang yang “hampir sama” dengannya, tapi tetap saja. Tak ada yang pernah sama di dunia ini.

Kalau saya jadi Adele, saya maunya liriknya kaya gini:
“Never mind i find, someone better than you” (tidak peduli liriknya ga pas sama lagu,, tak apa,, saya maksa..hehehe).

Dan ini juga rasanya yang tertulis dalam doa yang diajarkan sama Ibu saya bahwa kalau saya gagal mencapai sesuatu, saya harus berusaha untuk bisa memiliki pencapaian yang lebih baik, dikasih petunjuk untuk yang lebih baik, lebih berkah (dan seterusnya) di masa selanjutnya.

Nah, menyikapi ke-masterpiece-an manusia yang diciptakan di dunia ya ada baiknya saya mulai berkaca diri, apa sudah cukup saya melakukan usaha to the max sesuai dengan gelar bahwa manusia itu ya masterpiece-nya Pencipta. Rasanya kok sayang banget kalau saya yang katanya manusia ini dan konon diberikan keistimewaan rasa, karsa, dan karya, tapi masih nglokro.. (serasa tersentil sama kalimat saya sendiri barusan hehehehe). Kalau dari yang pernah saya baca dan yang saya pahami siy ya memang kita itu dapet sesuai dengan apa yang kita usahakan. Termasuk pemahaman bahwa orang baik diperuntukkan bagi orang yang juga baik.

Artinya, kalau sekarang saya belum dapet yang sesuai keinginan, bisa jadi memang sesuatu yang diinginkan itu belum tentu baik untuk saya. Atau mungkin malah saya belum pantes untuk mendapatkan yang saya inginkan. Saya jadi sadar, kalau ternyata memang apa yang belum dikasih sama saya sangat mungkin karena saya masih belum tahan banting untuk amanah yang lebih tinggi, atau saya yang masih sering ngglosor tak berdaya hanya dengan ujian kecil, dan lain-lain. (ehm…jadi maluu).

Dan akhirnya saya belajar untuk tidak merasa memiliki apa yang bukan milik saya… karena semua itu kagunganipun ALLAH,, saya hanya dikasih kesempatan saja untuk dipinjami. Karena saya ada di sini, di dunia ini, diberi kesempatan untuk hidup maka saya akan gunakan kemampuan saya untuk bisa berkarya. (kencengin iket kepala, singsingkan lengan baju) 😆 😀

Bagaimana dengan Anda?

 

 
* Terima kasih Mba Adele nun jauh di sana lirik lagu Mba saya uprek2… Maafkan saya Mba,, karena kalau saya tidak dimaafkan saya takut digamparin sama fans Mba di sini,, hehehe

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

6 thoughts on “Masterpiece

  1. Ketika kita berusaha untuk memperbaiki diri setiap saatnya. Suatu saat nanti, kita juga akan temukan padanan dari hasil perjuangan dan usaha kita selama ini. 🙂

      1. Dua-duanya boleh kok. 🙂

        Btw, lagunya Adele yang Someone like you itu memang luar biasa. 🙂

      2. :)) Lha emang kenapa? Gak masalah kok.

        Mau dinyanyikan? Boleh. Nanti ya. Saya belajar vocal dulu. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s