Posted in Asosiasi Bunga Indonesia, Hijau, Kerja, Main-main

AGRINEX Itu…Mmmm.. Apa ya? :D

This slideshow requires JavaScript.

Minggu lalu saya jaga stand ASBINDO di AGRINEX (Agribusiness in Expo) ke 6. Huehehehe  jadi ngerasain gimana mba-mba SPG yang berdiri berjam-jam dan walau lelah harus tetap senyum. 😥 Cuapeeek,,, betis  ini rasanya udah pake konde plus dibebat hair net (lebay saya) hehehehe.

Agrinex tahun ini adalah yang ke-6. Yang melakukan pembukaan di ajang ini dari tahun ke tahun juga berbeda, mulai Presiden, Wakil Presiden sampai Menteri. Yang unik, pembukaan Agrinex tahun ini bersamaan dengan aksi demonstrasi penolakan kenaikan BBM, jadi hari pertama kerasa banget sepi,,, apalagi setelah ada berita pemblokiran jalan menuju ke Senayan, mungkin para calon pengunjung wegah kalau harus bermacet-macet dan bertemu demonstran. (Nah looooh,, demo tolak kenaikan BBM tapi bikin macet kan? Ujung2nya semakin banyak BBM terbuang sia-sia alias ga efisien 😆 silahkan dipikir lagi ya kalau mau demo 😀 ).

Yang namanya pameran agribisnis maka ga heran kalau sebagian besar yang dateng pelaku usaha pertanian. Walau sebagian besar di sini juga masih kalah dominan dibandingkan dengan Dinas Pertanian ataupun Dinas Perdagangan, intinya mah banyak pemerintahan juga, hehehe. Produk-produk pertanian juga ditampilkan di pameran ini. Mulai dari produk pangan, buah (termasuk yang langka), sayur, dan florikultura (bunga, tanaman hias, landscape, de el el). Mulai dari bahan mentah sampai makanan jadi macam soto kudus dan cokelat dodol, bahkan cokelat macam Cokelat Anti Galau :). Selain itu, karena penyelenggara pameran ini adalah IPB (ini adalah Institut Pertanian Bogor) bekerjasama dengan Performax (yang orang2nya cukup membuat saya salut karena service-nya oke punya) maka jangan kaget jika yang ditampilkan juga inovasi produk dari IPB.

Mungkin juga IPB pengen nunjukin kalau pertanian masih menjadi “tanggung jawabnya” sebagai institusi yang memang memiliki core competence di sana. Tapi, bagaimana sindiran dengan banyaknya alumni IPB yang kerja di perbankan? IPB itu fakultasnya ga hanya pertanian, ada Ekonomi Manajemen, ya wajar kalau ada yang kerja di perbankan juga. Wong yang jadi jurnalis juga banyak. Kalau kata Bapak saya dulu dan juga dikuatkan sama rekan saya Arjan Ruijssenaars bahwa kita memang harus siap untuk bekerja di bidang yang mungkin ga ada sangkut pautnya sama pendidikan kita. Ibaratnya garis, ini bukan garis linear tapi bisa jadi parabola.

Kreatifitas dari pala pelaku bisnis pertanian juga tampil di sini,,, bermacam-macam,, hal ini membuat saya cukup senang bahwa orang Indonesia masih bisa mikir biar ga kalah sama produk luar negeri. Dan impactnya pasti banyak seperti: bawang merah ga ngimpor dari luar, buah, sayur, dan bunga lokal juga bisa senyum karena mulai dikenalkan “lagi” ke pasar Indonesia. Ga melulu produk luar yang kadang kualitasnya justru di bawah.

Satu hal yang agak saya sesalkan,  kalau saya lihat, walau AGRINEX diselenggarakan oleh institusi besar dan kerjasama dengan EO yang oke punya, tapi kalau promosinya kurang gencar ya jadinya, mau nyari foto Agrinex yang beredar di dunia maya susahnya minta ampyun,, sangat njomplang dibandingkan sama Social Media Fest 2011 yang waktu itu ASBINDO juga nyumbang tenaga untuk dekor Berkebun dalam Mall. Foto di twit ataupun di FB buanyak banget.

Sayang padahal, banyak hal2 menarik yang bisa diambil di AGRINEX kemarin. Tampaknya memang pemerintah atau institusi perlu belajar banyak dari komunitas atau setidaknya nyuwun tulung sounding sama komunitas2 yang ada di jejaring dunia maya ini. Biar gaungnya ga Cuma dirasakan sama orang pertanian saja tapi juga sama siapapun yang punya perhatian sama lingkungan dan Indonesia tentunya. 😀 😀

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “AGRINEX Itu…Mmmm.. Apa ya? :D

  1. tak kenal maka tak sayang, ayo kenal-kenalin…. :))

    yang sangat disayangkan pembuat kebijakan (jiwanya pedagang) yang kadang tidak pro produk dalam negeri, sehingga bisa kita lihat sekarang bahkan hampir semua produk pertanian di impor, padahal negeri kita kaya produk pertanian

    1. Sepakat banget Mbah…. apalagi yang kemarin ribut2 nomor identitas kepabeanan untuk exim… huffft…. yang harusnya produk kita bisa diekspor tapi tertahan di karantina…. sampai akhirnya ga bisa digunakan lagi karena udah rusak 😀

      huehehehehe… 😀 mau dikenalin sama siapa Mbah? 😆

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s