Posted in Hidup, Lesson Learnt, Main-main

Profesi Sebagai Tukang

Tukang Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia

[n] (1) orang yg mempunyai kepandaian dl suatu pekerjaan tangan (2) orang yg pekerjaannya membuat (menjual, memperbaiki, dsb) sesuatu  (3) orang yg pekerjaannya melakukan sesuatu secara tetap (4) orang yg biasa suka melakukan sesuatu (yg kurang baik)

Oke,, saya jelaskan pengertian di atas hanyalah sebuah preambule, mukadimah, preface, whatever.. Bahwa cerita saya ini adalah sekitar profesi pengalaman saya menjadi tukang. Dan, penlaian saya serahkan sepenuhnya sama panjenengan-panjenengan, arti tukang yang saya alami 😀 😀 😆

Dulu sekali waktu saya kecil,, yang saya tahu saya nuakalnya minta ampyuun,,, tapi saya anak yang baik hati (ini baru saya tahu dari sepupu yang usianya lima tahun lebih tua dari saya). Katanya, dulu kalau diajak Ibu saya hadir di PKK atau Dharma Wanita (sampe apal lagunya) dan dapet snack, sampe di rumah saya pasti membagi rata snack tersebut sesuai jumlah penghuni rumah. Kalau snack-nya cuman satu ya,, dibelah2 jadi banyak. Jadi saya adalah tukang…..? Tukang bagi-bagi kue…. Salaaaaah… saya adalah Tukang Makan… karena kalau tidak ada yang mau kue yang sudah saya potong kecil2 (atau saya belah pake tangan), saya juga yang akan makan 😀 😆

Beranjak tumbuh,, saya sekolah. Dan sering ngikut berbagai lomba (ceileeeh saya sombong 😀 )… Dan saya seneng aja ngikutinnya,, dari mulai lomba lukis, lomba bulu tangkis, mata pelajaran dan pelajar teladan (pantes ga ya?? :lol:), lomba debat, lomba makan kerupuk. Dan, dari situ pun saya belajar jadi Tukang Ga Fokus liat lombanya macem2 kan? 😀 🙂

Waktu ngampus saya masih aja kaya saya yang sekarang usil, suka banget godain Mbak-mbak dan adek2 kost, adek-adek tingkat. Dan saya paling suka bacain puisi (karya siapa aja) di depan kaca kamar saya, dan kemudian saya dianggap gila oleh beberapa orang. Saya juga beberapa kali ngerjain temennya temen-temen saya yang nelpon ke kostan karena saya ngangkat telpon dengan gaya operator. Gini contohnya:

Selamat datang di Wismo Ayu Call Centre. Silahkan Sebutkan nama Anda dan sebutkan nama penghuni yang Anda Cari atau, tekan 1 untuk berbicara dengan x (ngurutin nomor kamar).

Alhasil beberapa temennya temen buru2 tutup telpon dan ngirain salah pencet nomor. Tukang apa ya saya waktu itu?

Masih waktu ngampus dan masih di kostan yang sama, untuk nyambung hidup saya (melas banget sepertinya) *ini cuman elbiway-nya saya kok 🙂 😀 * saya juga sempet jadi tukang bikin dan jual donat. Resepnya copy paste dari tante saya. Prosesnya dari jam 3 pagi sampai jam 5. Untungnya hampir 100 persen. Padahal saya jual dengan harga seribuan. Saya akhirnya kesenengen tapi karena rutinitas yang luar biasa bangun tiap jam 3 pagi dan harus kuliah, ngerjain tugas, dll (ini juga berlebihan) ga sampai dua bulan saya jualan, saya nyerah sama thypus. Wakaakka… dan pelanggan saya pun harus kehilangan donat kesayangannya. Resmilah saat itu saya jadi tukang tonjok dan banting. (Bikin donat manual ya ditonjok2 dan dibanting2 adonannya 😀 :lol:)

Saya juga sempet ngerasain sebagai peserta aksi (ini nama keren dari demonstrasi Saudara). Pernah bawa megaphone, pernah jadi korlap untuk massa mahasiswi. Ini bukan karena saya jadi tukang aksi, tapi tukang bawain tas orator-nya. Hahahaha

Sekarang, selain saya suka jalan kaki, saya dikenal baik oleh keluarga sebagai magnet bagi cilikan di keluarga besar saya. Pernah ada yang berantem karena pengen saya pangku, saya dongengin. Ya mana bisa,, paha saya cuma sepasang (kaki saya masih lengkap :D) dan mereka berempat. Yaa akhirnya saya harus berlaku sedemikian rupa sehingga mereka bisa akur dan tenang kembali. Sumpah saya bukan guru TK,,saya cuma tukang hibur bagi sepupu dan ponakan2 saya… sebagaimana BADUT bekerja 😀 😆

Baru-baru ini, karena saya dekat dengan anak-anak, dan berusaha bisa memahami mereka, salah satu keponakan saya ngeluh tentang hubungan dengan sahabat-sahabatnya,, dan mejiiiiik setelah saya kasih saran *yang tentu saja saya sampaikan dengan sok tahu* dia bersyukur, berulang kali bilang terima kasih. Dan hari ini merekomendasikan nama saya untuk jadi konsultan masalah pemilihan sekolah untuk sahabatnya yang mau lulus SD. *what the…..* saya bisa ditimpukin psikolog anak karena nyerobot jobnya mereka (sumpah ini saya guyon) 😀 😀 😆

Menjadi tukang itu menyenangkan bagi saya, saya jadi ngerti macem-macem label tukang yang diberi oleh orang lain ataupun yang saya beri ke diri saya.. (penganut aliran narsoooo). Sampai akhirnya saya ngerti kadang tukang itu menjadi tukang karena emang hobi, kepepet/terpaksa, tak sengaja, dan lain-lain. Tapi yang jelas,, setelah kecemplung menjadi tukang dan menjalani profesi tukang,, saya yakin orang akan punya pemahaman bahwa mereka memiliki *paling ga sedikit* expertise di bidang itu. Jadi ga usah minder dibilang tukang karena sebenarnya ga jauh sama expert. Jangan minder kalau punya sampingan tukang jual pulsa atau tukang jual kue.. sungguh,, itu menyenangkan 😀 😀

Apakah ini juga berarti tukang tidur itu sama dengan exper di bidang tidur?? *kesimpulan ngaco* 😆 😆 😀

Sudah ah, sugeng soreeeeee 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s