Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Renungan

Surat Terbuka untuk Calon Anakku

Gendhuk, Kenang yang Ibu sayang… Izinkan Ibu untuk bercerita,, curhat kepada kalian. Beberapa hari ini Ibu mengalami hal-hal yang sungguh Ibu tak ingin itu terjadi padamu.

Salah seorang keponakan Ibu menangis, karena hasil Ujian Sekolahnya peringkat ke 13 dari seluruh peserta didik yang ikut ujian. Dia bilang sama Ibu, kalau sahabatnya mendapat peringkat yang lebih baik dari dia. Sungguh Ndhuk, Nang.. Ibu sedih mendengarnya, bukan karena peringkatnya yang lebih rendah dibandingkan dengan temannya tapi sedih melihat bagaimana reaksinya menerima kenyataan dan kondisi ini.

Gendhuk dan Kenang yang Ibu sayang… Sungguh, Ibu teriris saat sadar bahwa sikap keponakan Ibu yang mendorong Ibu untuk bisa mengajarkan bagaimana berfokus pada usaha, bagaimana menghargai setiap perjuangan, dan bagaimana mensyukuri setiap hasil, kepada kalian, anak-anak Ibu. Dan Ibu sadar betul, itu tak mudah.

Karena kadang orang tua dengan angkuh dan jumawanya selalu berpendapat anaknya harus lebih hebat darinya dan kemudian secara tidak sadar menekan anaknya. Ibu paham benar Nak, kalian harus melakukan yang terbaik dalam setiap hal, tapi sungguh, Ibu tidak ingin kalian memiliki pemahaman yang salah tentang posisi, prestasi, pendapat orang. Ibu tidak ingin kalian kecewa sampai akhirnya kehilangan kepercayaan diri kalian saat usaha kalian tak sesuai dengan harapan kalian.

Ingatkan Ibu untuk mengajak kalian sama-sama belajar, belajar menerima hasil dari usaha yang kita lakukan. Dan semoga Ibu bisa menjadi coach bagi kalian menemukan makna hidup. Yang penuh penghormatan kepada sesama, kejujuran, rendah hati, yang jauh dari angkuh dan jumawa.

Sungguh Nak, Gendhuk dan Kenangku,, Ibu menyayangi kalian.

Ndhuk, Nang,, Walau saat ini bahkan Ibu belum memilikimu di rahim Ibu. Tapi biarlah ini semacam pengingat, janji Ibu kepada Gusti yang nanti mengaruniakan kalian kepada Ibu. Anggap ini sebagai pengendali Ibu untuk mendidik kalian dengan baik. Dan Ibu harap, kita bisa belajar bersama.

 

Crown Palace, 16 May 2012 11.06

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

5 thoughts on “Surat Terbuka untuk Calon Anakku

  1. Membayangkan Nenek jadi ibu yang utuh, seutuh-utuhnya. Dan membayangkan nenek ada di samping lelaki yang menjadi pendamping sepanjang hidupnya. What a miracle it will be. 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s