Posted in Ngerumpi

Setiap Hari

Kemarin saya nyuci ditemenin radio kesukaan saya, dan penyiar radio tersebut melempar pertanyaan kepada para pendengar. Pertanyaannya kaya gini:

Siapakah yang setiap hari temen-temen temui saat berangkat ke kantor atau tempat kerja?

Saya langsung kepikiran beberapa orang.

  • Bapak, Ibu penjual miniatur bus dan truk
  • Rusa di TMP Kalibata
  • Mas-mas yang sampai sekarang belum saya ketahui namanya, sebagai pengguna tetap trotoar.
  • Ibu, Mbak, dan Bapak-bapak yang mendedikasikan tenaganya untuk ikut membersihkan Jakarta.

Kemudian, pagi ini, sambil jalan, saya perhatikan (plus mikir) setiap hari para pejuang kebersihan di Jakarta itu pasti bersih-bersih jalan. Ada sampah daun, plastik, bungkus makanan, dan beberapa sampah yang lainnya.

Sampah-sampah itu pasti ada asbabnya. Daun dari pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan. Saya rasa itu wajar, wong yang namanya rambut juga kadang ada yang rontok setiap harinya.

Lha kalau plastik, bungkus makanan, de el el, mungkin asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) di jalan raya adalah dari Mba-mba atau Mas-Mas yang iseng dan gatel tangannya untuk buang sampah tidak pada tempatnya. Dan ini ada “setiap hari”

Saya suka tempat yang bersih,, suka gemees kalau lihat yang ngerusuh. Apalagi ngeliat tiang listrik dan tembok-tembok (yang notabene punya orang) ditempelin poster calon gubernur. Huuuffft

Kalau para penghuni Jakarta ini bisa buang sampah pada tempatnya, ngerawat Jakarta. Berapa banyak sampah plastik dan yang sejenisnya yang bisa berkurang di jalan raya ya? Seperti apa nyamannya Jakarta ya?

Kalau sampahnya berkurang, kira-kira upah atau gaji para pejuang kebersihan di Jakarta itu berkurang juga ga ya?

Ini pertanyaan terlintas tiba-tiba.. πŸ™‚

Salam hangat saya untuk Pejuang Kebersihan khususnya Mba yang selalu menyapa saya setiap pagi. (Kita belum kenalan Mba) πŸ˜€

Pejuang Kebersihan

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

3 thoughts on “Setiap Hari

  1. Beberapa bulan lalu nonton di BBC One ttg tukang sampah dari London yg ke Indo utk mencari tahu bagaimana dgn kerja dan bayaran utk tukang sampah kita. Sampai nangis itu tukang pengangkut sampah yg dari London.

    Disini tidak semua tempat juga bersih2x amat. Hanya mungkin tdk separah di Indo.

    1. Waah, jd pengen tahu. Tukang sampah yg dr London pasti shock dan prihatin sm kondisi di sini ya Mba.

      Di sini bahkan kadang sy liat, mba2 atau mas2 berbaju necis buang tisu bekas atau kotak minuman gitu aja. Seolah jalanan kita adalah tempat sampah raksasa πŸ˜₯

      1. ya gitulah, mbak…

        tapi disini juga tidak semua tempat bersih2x amat, hanya mungkin tidak se’ruwet’ di Indo.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s