Posted in Lesson Learnt

Mutilasi

Tulisan ini dibuat saat saya baru ngeh tentang buku yang  ditarik rame2… “Ada Duka di Wibeng” (ditulis oleh Mba Jazimah Al Muhyi) yang katanya itu buku porno.. Hmmm…

SAYA PERNAH BACA buku itu (lebih tepatnya saat masih dalam bentuk serial di Annida) dan sama sekali ga merasa buku itu porno..(saya baca waktu SMA). Mba Jazimah Al Muhyi penulis yang tergabung di Forum Lingkar Pena itu niatnya baik,, ngajak jauhin free sex yang marak di kalangan SMP-SMA.

Saya rada sedikit aneh dengan kasus ini. Kalau memang itu buku “dianggap” porno, (saya berbaik sangka kepada FLP yang memang istiqamah menjalankan amanahnya) pasti FLP akan “nyeramahin” penulisnya lebih dulu dan tak membiarkan buku itu terbit begitu saja – karena penulis tergabung di FLP-

Lalu, yang dianggap porno itu sebelah mananya ya? Apa karena ada kalimat tentang hubungan sex yang hanya boleh dilakukan oleh pasangan suami istri sah? Atau bagian ini:

“Pokoknya, asal mau sama mau, gak masalah, kok.”

Akta menegakkan telinga.

“Eh, tapi harus tahu trik-trik jitunya. Jangan sampai hamil, juga kena penyakit kelamin. Gawat kan kalau sampai kena gituan.”

“Eh, ini nih… ada cara praktis yang manjur. Udah banyak yang ngebuktiin!”

“Mana … mana?”

“Eh, katanya sperma itu…”

“Nah, di majalah ini dikatakan, sel telur itu kalau ketemu ama sperma….”

“Eh, ada yang asyik punya, nih. Petunjuk dengan pakai KB kalender!”

Akta berlalu dengan cepat mendengar obrolan di lokasi kamar mandi yang diselingi suara cekikikan. Suara-suara perempuan. Akta merasa sangat risi. Kok bisa sih, mereka tidak malu membicarakan masalah semacam itu?

Saya kemudian berpendapat bahwa mungkin memang ada kesalahpahaman di sini. Ini terjadi karena pemahaman yang sepenggal-sepenggal (asal comot bagian kalimat) tanpa dipahami secara holistik atau menyeluruh. Memutilasi konteks. Dan sekarang hal ini yang marak terjadi di sekitar saya. Hal ini yang menurut saya sungguh memprihatinkan.

Yang dipermaslahkan lagi adalah buku “Ada Duka di Wibeng” merupakan bantuan Dana Alokasi Khusus untuk SD di Kebumen dan sampai di perpustakaan SD-SD di Kebumen.  Masalah buku itu kok bisa sampai di SD, ya coba sekarang dirunut, siapa yang nyetok buku tersebut di SD? Apa orang yang nyetok juga udah baca secara utuh buku2 yang mau distok di perpustakaan SD? Trus kapasitas dan kapabilitas petugas yang bertanggungjawab atas buku2 yang masuk ke SD itu bagaimana? Apa yang penting dia dapat dana pengadaan buku, beli buku apa saja yang kira-kira pantas, trus di drop di SD dan selesai?

Atau mungkin ada petugas penyortir lagi, petugas perpustakaan SD misalnya, yang harusnya juga melihat peruntukan buku tersebut. Buku-buku sekarang sudah ada kok keterangannya untuk anak-anak, remaja, dewasa. Lha yang perlu dicermati itu kan label bukunya, bukan hanya dari judul dan covernya. Kalau covernya pake kerudung terus dianggapnya bacaan semua umur. Ya belum tentu gitu juga toh.

Ahh… memang, yang namanya mutilasi itu bisa bikin susah. Mutilasi manusia pasti akan menyusahkan untuk menemukan siapa pemilik potongan tubuh? Siapa yang memutilasi? Alasan apa memutilasi dan pastinya, pake apa memutilasi. Lha kalau ini mutilasi konteks yang muncul yaa… pitnah mempitnah… Atau mungkin ada yang ga suka dengan penulisnya? Dengan FLP-nya? Waaah kalau yang ini mungkin pihak-pihak yang sukanya nyinyir yang pengen bikin rusuh. Wallahu A’lam.

Pada akhirnya saya cuma pengen nanya:

  • Yang nyuruh narik bukunya udah baca keseluruhan belum ya?
  • Apa kalau buku itu ada di SD-SD di Kebumen karena salah distribusi, yang harus disalahkan dan dikecam rame-rame itu penulisnya?

*jadi bingung sama negeri ini*

PS: Saya bersyukur, sudah banyak yang baca buku ini secara keseluruhan dan memang tidak menemukan adanya unsur porno di sana. Tetep berjuang Mba Jazimah…. 🙂 🙂 salam hangat….

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s