Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Renungan

Kau Sudah Besar, Nak…

Pagi ini, aku mengantarnya. Menemani Bungsuku untuk mendaftar di sekolah pilihannya. Rongga dadaku dipenuhi oleh gelembung berbagai rasa. Ada bahagia, deg-degan, dan haru yang amat sangat. Bagaimana tidak, Bungsuku itu selalu mengingatkanku kepada belahan jiwaku yang sudah mendahuluiku untuk bersapa dan bersalam dengan penciptanya.


Aku bahagia, melihatnya tumbuh. Bahagia melihatnya mulai melangkah lebih jauh melakukan tugasnya menggali hikmah dan makna yang Tuhan titahkan pada hidup dan semesta. Pun aku deg-degan melihatnya memasuki ruang test untuk diuji sejauh mana kemampuannya untuk bisa diterima di sekolah itu. Tuhan, akupun terharu. Dan keharuan semakin menyergapku melihat titipan yang KAU amanahkan kepadaku sudah berada di ambang gerbang itu. Gerbang perjalanan yang lebih panjang.

Ingatanku berkelana mengingat bertahun-tahun lalu, aku menjalani fase yang sama saat mengantarkan Mbakyu-mbakyunya menuju sekolah yang sama, menuju gerbang yang sama. Dan bersiap melepasnya untuk menempuh jalan mereka. Tapi sungguh, kali ini harus kuakui aku rapuh. Melihat Bungsuku yang selalu tersenyum sejak memasuki lorong sekolah itu.

Tuhan,, apa aku harus malu untuk mengakui bahwa aku takut kehilangannya, sebagaimana yang pernah aku rasa saat aku kehilangan Mbakyu-mbakyunya? Ingin rasanya aku memeluk erat tubuhnya, menciuminya, bahkan untuk membayangkan dia (yang setiap malam selalu mencari lenganku sebagai tempat menyandarkan kepalanya saat lelah menyergap) tidur dan menjalani semua sendiri di kota tetangga aku tak sanggup.

Tuhanku,, aku tahu, ini titahmu, dan aku yakin belahan jiwaku juga bahagia melihat Bungsunya beranjak dewasa. Aku titipkan dia kepadaMU, bukankah Ibuku dulu juga pasti merasakan hal yang sama denganku saat ini…

Gendhuk Bungsuku….

Melihatmu tumbuh adalah bahagiaku

Melihatmu mekar melahirkan hiburan saat penenang jiwa itu pergi selamanya

Melihatmu beranjak dewasa mewujudkan hati dan lisan yang senantiasa bersyukur

Cah ayu„ kaupun tlah besar sekarang…

Mengikuti jejak Mbakyu dan Kangmasmu merenangi dunia mereguk hikmah, mamahami titah dan ucapNYA

Selamat bermetamorfosa sayangku….

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

3 thoughts on “Kau Sudah Besar, Nak…

  1. Ikutan mengharu biru bacanya tapi dalam arti yang positif. 🙂

    Semoga mbak Nita sekeluarga selalu dlm bimbingan dan lindunganNya, amin. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s