Posted in Hidup, Lesson Learnt, Renungan

Pindah Rumah

Inikah rasanya pindah rumah?

“Ayo siap-siap, ajak adikmu mengemasi barang-barangnya. Sebentar lagi Bapak jemput kita, kita mau pindah rumah”.

“Iya Bu…”

Tak lama kemudian Bapak datang. Aku dan adik-adikku yang jumlahnya tiga orang itu sudah siap untuk pindah rumah.

“Sudah siap semua Bu?”

“Sudah Pak”. Sedih membayang di wajah Ibu.

“Ayo” Bapak memberi tanda bagi kami untuk segera naik kendaraan.

Ibu sedih, aku dan adik-adikku tertawa setidaknya perjalanan ke rumah baru akan menyenangkan.

Bapak dengan sekuat tenaga menarik gerobak sampah itu, membawa kami berpindah tempat dengan rumah kami.

Manusia gerobak bertahan hidup di Kota Jakarta

Sumber gambar

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “Pindah Rumah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s