Posted in Main-main, Renungan

Jatuh Cinta

Umm,,, ya,, saya mau bilang kalau saya sedang jatuh cinta. Sssttt.. jangan bilang-bilang yaaa… 

Ini berawal dari Ramadhan yang menjadikan jam pulang kantor saya maju,, selama ini saya selalu pulang setelah Maghrib biar tidak grusa grusu di jalan. Saya bertemu dengannya yang kemudian saya jatuh cintai. Saya sangat jarang menyadari pertemuan dengannya sebelumnya. 

Daan setelah Ramadhan datang dan saya pulang awal, saya bertemu dengannya, pertemuan yang tak sengaja sebenarnya,

Pertama kali melihatnya saya deg-degan, pengen nangis, macem-macem deh, sampe bibir saya ndremimil ngucap tasbih… Saya tersihir. 

Yang awalnya hati sempet misuh karena kapling jalan saya diserobot sama Bapak-Bapak, Mas-Mas dan Mbak-Mbak yang sakpenake dhewe naikin motor ke trotoar, jadi mereda,,, dan saya malah iseng berhenti di tengah-tengah trotoar, memperhatikan “dia” nyuri2 ngambil foto “dia” yang kontan membuat pengguna gelap trotoar jadi kesel sama saya 

Eniwei,, begini toh rasanya jatuh cinta lagi, bawaannya seneng.. Dan ternyata hari-hari setelahnya juga saya masih ketemu sama dia. Dia yang tampak alim sekali mengikuti titahNYA, dia yang sopan, ahhh…

Jadi tambah bersyukur sama Sing Nggawe Urip saya kalau saya suka sok-sokan brutal dan sak penake saya,,  malu sama dia dan penciptaNYA…

Semoga sore ini saya ketemu lagi,, ini saya bagi foto2nya… 

Empat tempat berbeda

Empat sudut

Empat cahaya

Empat waktu

Satu cinta kepadaMU, pemilik ruh dan ragaku..

Subhanallaaah

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

6 thoughts on “Jatuh Cinta

  1. Nit, sekarang ini saya jarang memandangi matahari terbenam ataupun terbit karena sedang sibuk nyiapin buka shaum atau asyik mengadu pada Pemiliknya, tapi rembulan dan bintang…asyik juga lho….tak salah rasanya kalau kini dengan lantang saya bisa berkata… hati dan cinta ini ternyata bisa terbagi pada bintang…bulan…. dan matahari… 😀

    1. cadaaaas,,,, betul Bunda… apalgi kemarin saya lihat saat bulan datang, matahari masih ada,, dan seperti itulah seharusnya harapan… hehehehe…

      Luar biasa Ibu satu ini memang tambah dahsyaaat 🙂 *sungkem dan peluk Ibu* 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s