Posted in Hidup, Lesson Learnt, Main-main

Kompres Kulit Pisang

Kulit pisangCeritanya kemarin saya ambruk,,, hihihi… Ga lucu ya badan segede dan sebesar ini kalau ambruk kasihan kucing tetangga πŸ˜†

Kalau ga salah nebak, mungkin ini karena kondisi tubuh saya lagi rada turun setelah dua setengah hari full jaga stand di SocMedFest yang digelar outdoor kemarin. Jadi para virus yang udah bertebaran gampang banget masuknya πŸ˜†

Karena ga mau ngobat, saya banyakin makan sayur, pisang, istirahat, dan kompres kulit pisang… Hah? Emang bisa? Bisaaa πŸ™‚

Saya mulai kerasa ga enak dari Rabu siang, leher susah buat nelen,, kaya ada buldozernya (lebay ahhhh) πŸ˜€ . Trus pas pulang kantor rasanya jalan kok miring2 kaya di iklan mijon itu,, tapi saya yakin ada yang ga beres sama diri saya,, saya liat sol sepatu saya,,, rata dan tidak tinggi sebelah, tapi kok tetep rasanya miring ya? πŸ˜†

Yaudah, ga jadi lanjutin jalan kaki, tapi rela naik metroseksual,, eh metromini. Naah, pas udah sampai kostan semakin kerasa tuch gigil2, puyeng2, dan tenggorokan saya rasanya kaya kena aspal…

Saya makan bubur deh, minum banyak air putih dan teeduuur… πŸ˜†

Paginya, pas bangun, awak asa raremuk, sendi ngilu2, badan panas, tenggorokan sakit, bangun untuk shalat saya puyeng, coba untuk tiduran lagi, jam 7-an kondisi masih sama, demam, gigil2, ngiliu2, akhirnya diputuskan untuk ga ngantor πŸ˜₯

Keinget sama ceritanya Ibu Ida Amal dan Mba Indri waktu kunjungan kebun bulan laluΒ kalau dr. Phaidon (dokter Timnas Indonesia di Olimpiade)Β nyaranin kalau untuk sakit-sakit yang biasa-biasa saja (bukan cancer, bukan tumor, bukan stroke, dan yang lain-lain) sebenernya tubuh punya sistem pemulihan sendiri. Cukup didoping sama makan yang bener dan istirahat. Hal yang menarik adalah tips tentang pisang.

Pisang memang enak (kecuali bagi orang yang ga bisa makan pisang mentah kaya om Uya Kuya πŸ˜† ) naah ternyata kulitnya juga berkhasiat, buat luka bakar, buat kompres sakit, bahkan buat pegel-pegel πŸ™‚ .

Dari situ akhirnya saya cobain, karena saya tinggal sendiri di kost, saya minta tolong Ibu2 tetangga kost yang mau ke pasar untuk beliin saya lauk, sayur, dan pisang sesisir.

Kerjaan saya seharian cuma makan (yang sangat menyiksa karena tenggorokan masih sakit) dan tidur.. πŸ˜† (ben meh diuneni kesed yo ra papa) πŸ™‚ . Makan pisang dan kulitnya buat ngompres dahi dan leher saya, plus sepanjang tulang kering karena ngilu nian, karena demam saya naik turun maka seharian itu, pisang sesisir nyaris habis.. hahahahha…

Eh, jelang sore, sakit kepala saya sudah mulai hilang, masih lemes, terusin deh tuch makan bener dan istirahat. Pagi tadi, demam benar-benar sudah turun, tenggorokan mulai enak buat nelen, sendi dah ga ngilu2 lagi dan Alhamdulillaaah akhirnya bisa ngantor. πŸ˜€ πŸ˜€

Saya jadi inget hasil diskusi di SocMedFest minggu lalu, sebaiknya memang kita mengurangi antibiotik, jangan sakit dikit antibiotik, sakit dikit obat. Kasihan badannya, kasihan juga dokternya kalau ilmunya cuma sekitar flu aja heheheh *no offense* πŸ™‚

Jadi saya terinspirasi kelak kalau punya keluarga bakal dijaga makannya, ga sering-sering ngedokter (ngirit kaaan), dan kalau sakit mending perbaiki kondisi tubuh daripada ngobat πŸ™‚ . Dan lagi sebenernya buanyak lho khasiat dari buah-buah lokal kita, pun begitu dengan tanaman-tanaman kita. Itulah INDONESIA πŸ™‚ πŸ™‚

Itu ceritaku hari ini, apa cerita kamu? πŸ˜†

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

5 thoughts on “Kompres Kulit Pisang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s