Posted in Kata Orang ini Cinta, Renungan

Karena Aku Bukan Nobita dan Kamu Bukan Doraemon

Aku pengene ngene aku pengene ngono, pengen iki pengen kuwi akeeh baangeet.

Kabeh-kabeh-kabehe isa dituruti, isa dituruti nganggo kantong ajaib..

Aku pengen mabur dhuwur ing laangit.. Hei kitiran priiiing

Lalalaaa aku sayang banget Doraemoon.

-Terjemahan Jawa lagu pembuka kartun Doraemon. πŸ˜† –

Sesiangan tadi saya mengingat-inget hal-hal yang terjadi dalam kurun waktu sebulan terakhir. Kalau diingat terus juga mau diakui secara gentle, keinginan saya sangaat buanyak…

  • Pengen pulang, pas pulang pengen bisa makan pepes.
  • Pengen ketemu si itu, si anu, si ono
  • Pengen dimudahkan segala sesuatunya
  • Pengen nikah… πŸ˜† *tapuk*

Tapi kemudian saya lupa, semua pepinginan, impen-impen, dan angen-angen saya itu tidak bisa instan terwujud.

Saya bukan Nobita yang bisa seenak udelnya minta sama Dorameong sesuatu yang bisa nyenengin hatinya. Saya manusia biasa yang pastinya, Yang Kagungan Urip tahu pasti mana yang saya ingin dan mana yang saya butuh.

Jadi, Gusti Pengeran mungkin belum ngasih saya sesuatu karena mungkin saya belum layak untuk dapet, saya belum butuh banget, DIA tahu saya jadi kolaps kalau dapet sesuatu yang besar dalam waktu yang dekat ini.

Ahh… Kadang memang terlalu banyak pembelaan dan excuse yang saya ajukan kepada-Nya, bahkan sampai bertanya “Apa salahku?” berasa ga punya salah saja… Padahal menungsa (menus-menus kakehan dosa) a.k.a manusia adalah makhluk yang selalu khilaf, sering dimaafkan sama DIA, tapi juga mudah lupa kasihNYA.

Dan saat sesiangan tadi saya mbrebes mili entah karena apa (saking ruwetnya pikir saya, akhirnya saya cuma bisa merasakan air mata yang perlahan meleleh) πŸ˜€ πŸ™‚ terus bersyukur karena ditegur halus sama DIA… Apa yang ditangisi, kalau tempat mengadu selalu ada. Apa yang ditakuti kalau Sang Mahakaya selalu ada. Apa yang dikhawatirkan jika Sang Maha Pemeluk selalu mendekat saat aku mendekat.

Malam ini, saya tahu,, saya mungkin sangat ingin sesuatu, tapi hanya sebatas ingin, belum butuh. Dan biarlah nanti jawaban itu meresap ke dalam jiwa dan hati saya,, mana yang benar-benar saya butuhkan dan membutuhkan saya. πŸ™‚ *iki lho ngomong opo?*

Saat ini saya kadang “merasa”Β butuh membaca sapaan dan cerita pribadi dari teman-teman. Menemani saya malam-malam begini.. Email kek, message, atau ada yang mau ngirim surat dengan tulisan tangan?

 

-sumpah ini saya nulis apa siyyy- :mrgreen:

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

3 thoughts on “Karena Aku Bukan Nobita dan Kamu Bukan Doraemon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s