Posted in Hidup, Renungan

Kembali Pulang…

Ada banyak jalan untuk pergi ke Roma, pun dengan berlaksa jalan kembali padaNYA. Baik sedang tidur, shalat, beraktivitas, dan lain sebagainya. Pun saat masih bayi, anak-anak, remaja, dewasa, dan renta sekalipun.

Pagi ini, saya kembali dikejutkan dengan kepergian mendadak salah seorang panutan. Beliau yang Idul Adha yang lalu masih saya temui segar, sangat segar. Saya sempat mencium tangan beliau tanda hormat saya, pun sempat bercakap sesaat:

Beliau: Ta, saiki awakmu ning endi? (sekarang di mana?)

Saya: Tasih wonten Jakarta, Pak. Asosiasi Bunga. Nyuwun tambah pangestu mawon Pak, kersane manfaat lan barakah. (masih di Jakarta , Pak. Asosiasi Bunga. Mohon doa restunya semoga manfaat dan barakah)

Beliau: Iya, he eh,, sing penting sabar, adik2-e dijaga, muga awakmu ndang kepethuk jodho,, ben ndang isa ngancani Ibuk. (Iya, yang penting sabar, adik2nya dijaga, semoga segera bertemu jodoh, biar bisa nemenin Ibu). Kata beliau sambil tertawa.

Saya terkejut, saya tak bisa membayangkan Istri beliau yang melepas beliau untuk bersepeda pagi bersama rekan-rekan pensiun beliau, masih dalam kondisi sangat sehat, sangat segar. Dan belum satu jam berselang, beliau pulang ke rumah setelah berpulang kepadaNYA.

Sugeng kondur Bapak Guru saya, Pak Warsito. Semoga damai selalu bersamamu.

 

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

3 thoughts on “Kembali Pulang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s