Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Renungan

Didi Kempot: Space and Separation

Saya sedang mencermati lagu-lagunya Paklek Didi Kempot akhir-akhir ini. Sungguh saya suka beberapa lagu campursari yang dibawakannya. Dan yang ndilalah kok ya ceritanya tentang pisah hahahaha… Etapi saya juga suka versi bossanova jawa-nya. *ga penting ah*

Yang unik dari si Lek Di (manggilnya gitu aja ya, daripada Lek Kem, apalagi Lek Pot, rasane gak penak) ini, ada beberapa lagunya yang settingan tempatnya unik. Sebut saja Stasiun Balapan, Terminal Tirtonadi, Pelabuhan Tanjung Mas, Parangtritis. Lagu-lagu itu isinya perpisahan bahkan mblenjani janji (ingkar janji). Saya mau bahas satu-satu aah…

Stasiun Balapan. Lagu ini isinya tentang perpisahan di sebuah stasiun di kota Solo. Tapi,, sang kekasih ga pernah pulang selama berbulan-bulan. Tanda-tanda diputusin ini kayanya Lek Di.. Kali aja kekasihnya nyangsang di Stasiun Jebres dan ga balik ke Balapan πŸ˜€ πŸ˜†

Terminal Tirtonadi. Naah ini labih parah dari Stasiun Balapan. Hitungan masanya sudah bertahun-tahun :mrgreen: Dari liriknya

Wis suwe, wis suwe, wis suwe, kangen sing tak rasakne

Rasane, rasane, rasane, rasane kaya ngene

Ning kene, ning kene, ning kene, aku ngenteni kowe

Aku kangen, kangenku mung kanggo kowe.

Keliatan banget ini sedihnya Lek Di karena ditinggal pergi sampe kangennya kerasa ke sungsum tulang. πŸ˜€

Tanjung Mas Ninggal Janji. Saya paling suka sama lagu ini… Kesannya gimanaaa gitu,, paling nyos rasanya pas bagian.

Ning pelabuhan Tanjung Mas kene, aku tansah ngenteni kowe.

Lihatlah, lirik lagunya Lek Di yang menunjukkan lokasi-lokasi tertentu dan penantian atas janji kedatangan kembali setelah sekian lama ditinggalkan.

Mau lirik lengkapnya? Sumangga nyari sendiri πŸ˜† πŸ˜€

***

Stasiun, Terminal, Pelabuhan. Tempat-tempat ini adalah tempat melepas dan dilepas. Memang banyak yang tak diantar ke tempat-tempat ini, tapi tak sedikit juga yang diantar baik dengan doa, dekap, dan kecup mesra (dari Bapak, Ibu, Suami, istri, selain itu ya ndak masuk etungan πŸ˜† )

Saya pun kalau melepas Ibu kondur ke Jepara abis ada acara di Jakarta ya gitu kok,, ada drama nangis bombay dulu.. Hahahaha,,, Ibu saya juga gitu, kalau melepas saya mau balik lagi, peluknya pasti lammmaaaaa trus nangisnya sampai umbel metu mingseg2. Kadang saya sisipi dengan janji kepulangan berikutnya. Dan juga sedikit pesen,,, pengen dimasakin apa.. hahahaha *keplak* (lost pokus).

Kalau saya sama Ibu saya mungkin ndak kuatir kalau saya mblenjani janji, ndak pulang-pulang (kayak Bang Toyib). Lha wong saya anak, dan suatu saat pasti kembali ke induknya. Beda dengan janji-janji dari pasangan kekasih, bahkan pasangan suami istri yang melepas dan dilepas di tempat-tempat perpisahan tadi. Bukan cuma yang mblenjani janji, yang ora bali-bali bisa jadi karena berbagai peristiwa di luar kuasa manusia. Menemukan kehidupan yang lebih baik misalnya, diculik (amit-amit), kembali kepada sing nggawe urip, atau selingkuh,,, (cihhhh). But that’s life, meet, unite in the space before separate πŸ˜† πŸ™‚ πŸ™‚ kapan dan di mananya ya cuman ngikut apa kata DIA…

Balik ke Lek Di. Mungkin Lek Di dulunya sering main ke tempat-tempat tersebut, kurang kerjaan, ngeliatin Mba-mba atau Mas-mas yang keliatannya mondar-mandir bingung menanti belahan jiwanya *uhuk*. Kurang kerjaan yang menghasilkan karya ni Lek Di,, temanya juga apik… Space and Separate…

Siapa yang punya kenangan di tempat-tempat itu? Hehehe

Gambar nyolong di sini

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

15 thoughts on “Didi Kempot: Space and Separation

  1. bener kebangetan nita, udah asik-asik meresapi eh umbele ndlewer, pancen cah ki… tapi postingane segeeer banget, esuk2 bar udan, ra ono gawean, maca iki gemuyu dewe,….edaaan πŸ˜€

    1. Wadhuh Mbah Camar,, tega tenan… aku edan gitu maksudnya? πŸ˜† lha wong kata temen saya di fesbuk, yang lain milih lagu kristina peri eh saya malah milih lek di untuk sontrek patah hati πŸ˜€ πŸ˜†

      Suwun sanget sampun mampir

    1. Cupcup aja nangis nemen2,, nanti twitnya dijebol orang lagi πŸ˜₯ *ehhhh* πŸ˜€

      Aku dulu nyanyi2 lagu itu sama alumni SMA TN pas males dengerin dosen,, hasilnya.. tambah ga ngerti deh tuch linear programming *keplak*

  2. Sedih, semua lagu Didi Kempot itu seputar nangis dan ditinggal pacar. Tapi kok ya kalo lagi tidak di tanah jawa kadang kangen sama lagu-lagunya. Mengharu-biru

  3. pokok e tetep stasiun balapan.
    udah eluh,udah tangiz,kenangan n crita itu zmua ada di sana,
    Stasiun kenangan,stasiun balapan

  4. Lagu mas didi kempot emang luar biasa… pernah suatu saat saya bertugas di pedalaman kalimantan untuk eksplorasi batu bara… pada waktu tengah malam (karena tmpat kerja saya berlaku shift) saat istirahat saya mendengarkan radio… yang diputer pas lagu nya didi kempot – judul nya Bapak…. langsung saat itu saya meleleh menangis lebih dri apa pun saya pernah menangis…. sejak saat itu saya berkomitmen untuk pindah kerja dan mencari dekat rumah ortu…. karena saya tdak ingin kehilangan waktu berharga saya dengan ortu sblum waktu “perpisahan” itu tiba… entah saya yg pergi dlu atau ortu saya

  5. You post interesting posts here. Your page deserves much more visitors.
    It can go viral if you give it initial boost, i know very useful service that can help you, simply search in google:
    svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s