Posted in Hidup, Renungan

Di Balik Undanganmu

Bukan.. Ini bukan curhatan patah hati kaya mba Desi Ratnasari dengan Tenda Biru, atau Poppy Mercury. *etdah tua sekali selera saya* πŸ˜† Bukan pula perasaan ditinggal sohib karib atau teman sepermainan yang satu demi satu mulai naik pelaminan *aseek malem2 main rhyme*

Ini murni tentang perasaan saya sesaat setelah menerima/membaca undangan. *undangan nikah maksudnya*

Tahun ini, khususnya dua bulan terakhir, undangan nikahan banyak sekali. Dan what i thought after i read those invitation?

Dateng sama siapa?

Pake baju apa? Ini yang susaah.. Lucu aja kalau di 5 pernikahan, saya ‘seolah’ ga ganti baju. Jadi, kudu pinter2 mix n match *lirik lemari, lirik daftar budget* πŸ˜†

Ngado apa? Ngamplop berapa? Artinya dana tak terduga yang disisihkan harus lebih besar dari sebelumnya *maklum saya hanya buruh ngetik* πŸ˜€

Tapi saya seneng kok dapet undangan, karena mungkin saja jadi ajang reuni temen2 yang dah lama ga ketemu. Siapa tahu juga ketemu jodoh di sana *keplak pala sendiri* πŸ˜†

But, that’s life.. Ada masanya juga kok saya nanti bikin penerima undangan saya berpikir kaya saya.. *eeeh* πŸ˜†

Selamat malam, sugeng istirahat πŸ™‚

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

8 thoughts on “Di Balik Undanganmu

  1. wah aku malah jarang kepikiran apakah baju yang akan dipakai sudah dipakai ke acara pernikahan2 sebelumnya . Biasanya pas senangnya pakai yang mana, ya itu yang dipakai hi.hi.hi…
    semoga cepat cetak undangan mbak πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s