Posted in Kata Orang ini Cinta, Main-main

Tentang PADI

Saya pernah membahas tentang Sheila on 7 sebagai salah satu band yang mengingatkan saya sama masa muda.. *huehehehe* 😆 Satu lagi band yang lagunya sampai sekarang masih sering saya dengarkan adalah PADI.

Kalau Sheila on 7 mungkin hanya beberapa albumnya yang saya punya. PADI? Komplit. Dari Lain Dunia, Sesuatu yang Tertunda, Save My Soul, Padi, dan Tak Hanya Diam. Dahsyat kan? Hahahaha.. Beberapa di antaranya hadiah dari sahabat-sahabat terbaik saya.  😀
image

sampai Bapak-Bapak (sumber)

Album pertama saya beli waktu masih SMP, yaa, memang sebelas dua belas sama So7 ngeluarin album. Hehehehe. Selanjutnya Sesuatu yang Tertunda beli juga pas lagi istirahat sekolah selama setahun karena keguling di tangga 😆 Lagu-lagunya yang menyemangati dan menemani masa-masa paling membosankan hanya melihat teman-teman saya sekolah sementara saya, ngasuh adek istirahat karena pasca jatuh. 😥

Album selanjutnya Save My Soul ini kado dari temen-temen SMA, tahu juga mereka bahwa selain hobi ngopi saya juga suka PADI, jadi kadonya Mug buat ngopi dan kaset PADI,, untung ngadonya bukan nasi item (nasi campur kopi) halah, sudahlah 😆

Album keempat dan kelima saya beli sendiri. Entah, saya ga tahu kenapa lagu-lagu PADI selalu bisa bikin saya “agak mikir” berat 😆 dasarnya saya memang ga suka mikir berat, eh dikasih PADI dan suka sama musikalitas Fadly, Ari, Piyu, Yoyo, Rinda maka yaa hayuk aja deh beli albumnyaaa… Kalau kata anak sekarang, lirik lagu cinta PADI itu ga mainstream. Apalagi lagu-lagu yang liriknya agak filsuf,,, juara deh.. coba saja rasakan:

Bersyukurlah bahwa kita masih saling mendengarkan dan mendoakan – Nyomot kalimat terakhir lirik Di Atas Bumi Kita Berpijak-

Saya sempat terkiwir-kiwir sama lagu Kasih Tak Sampai, yang diamini oleh almarhum Bapak saya. 🙂 Jadi setiap mudik ke Bojonegoro, album PADI bisa jadi diputer sampai beberapa kali 😆 Dulu bahkan, lagu pertama yang bisa saya mainin pake gitar adalah SEMUA TAK SAMA…. Huahahahaha 😆 jadi malu kalau inget itu… 😆 Dan waktu KKN dan coba ngamen di Puncak, lagu2 yang saya bawakan bareng temen2 sebagian besar lagunya PADI. :mrgreen:

Dan juga sempet menjuraa banget sama lagu Sang Penghibur yang bantu nguatin saya bangkit pasca cuti 1 semester waktu kuliah karena sakit dan Bapak meninggal.. Ada juga lagu yang akhirnya takut saya nyanyikan..karena menurut saya yang mungkin didukung sama desain Tuhan..setelah sering menyanyikan lagu ODE selalu saja ada orang dekat yang meninggal. Ah sudahlah 🙂

Yang menarik, bukan hanya saya saja ternyata yang gandrung sama PaDI, Bapak saya suka karena materi musik dan vokalnya oke. Adik2 saya suka karena lagunya megang banget. Ibu saya suka karena lagu Cahaya Mata pernah dinyanyikan PADI bareng Titik Puspa dan menurut Ibu itu sangat cantiiiik.. 🙂 🙂 😀

Walaupun personel PADI lagi pada sibuk.. Fadly dengan kebunnya, Piyu dengan karir solonya, Yoyo dengan pemulihannya, Rinda dan Ari sama keluarganya tapi saya tetep cinta sama karyanya PADI… Piye tah.. sobat PADI kok 😆

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

7 thoughts on “Tentang PADI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s