Posted in Lesson Learnt, Renungan

Langit

Beberapa hari ini sangat suka menikmati langit dan perubahannya. Mencoba belajar meski belum sepenuhnya paham dan menyimpulkan.

Langit..tempat doa ‘dilangitkan’ tempat berbagai materi ‘bershilaturrahim’ πŸ™‚

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

7 thoughts on “Langit

  1. bagaimana rasanya?
    ternyata mengasyikkan bukan, bermain kamera?
    apalagi melihat hasil ada moment yang ndak biasa (menurut kita)
    senja, pelangi, mendung, awan, langit biru
    mereka-reka dialog awan… adakah dia membicarakan kita, manusia dan tingkahnya?
    mengaminkan doa atau mengutuk?
    ataukah seperti kebanyakan kita, ndak peduli… semuanya biasa saja?

    mari gumamkan
    rabbana ma kholaqta hadzaa bathila, subhaanaka faqinaa adzaa bannar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s