Posted in Hidup, Kerja, Lesson Learnt

Bad Guy itu Diperlukan

Hallooo,,

Minggu lalu adalah minggu yang melelahkan, menyenangkan, menegangkan, dan me-kan me-kan lainnya… 😆 Beberapa hal yang membuat saya merasa full charged adalah saya bisa hadir di wisudaan adik saya dan ketemu saudara sak ndayak yang nginep rame2 di tempat Mbah.

wisuda adik saya
gebyah uyah

Saya juga belajar satu hal ketika kemarin menuhin panggilan untuk diplekotho. Sejauh ini pengalaman saya nglamar kerja golek upa setelah lulus kuliah, fase interviewnya paling banyak ngadepin dua orang. Trus juga interviwer-nya sikapnya baik-baik netral termasuk yang di Bank-nya Indonesia ntu.

Tapi lain dengan kemarin, saya ikut interview layaknya ujian sidang skripsi. Diadepin 4 orang, dan saya ada di kursi panas di hadapan para penguji. Uniknya, ada satu orang yang menurut saya ini berperan sebagai bad guy. Sejak awal, saya di-sengak-i. Mendapat serangan yang tiba-tiba di awal, saya yang masih bus lag jadi lumayan kaget. Tapi demi melihat penguji lain yang tampak tenang, saya sedikit bisa mesem. 🙂 🙂 🙂 😀 *walaupun tetep ngos-ngosan jawab berondongan peluru pertanyaan*

Bapak bad guy ini mandapat bagian untuk membolak-balikkan logika saya, memojokkan saya, memaksa saya untuk mengambil keputusan di saat genting. Jadi sebenarnya orang yang harus bertanggung jawab  saat saya tiba-tiba merasa sangat lapar dan kemranyasan saat keluar dari ruang setelah ditanya-tanya, dibikin terharu selama satu jam adalah Bapak bad guy :lol:. Etapi, siapa yang menyangka kalau di akhir pertempuran acara Satu Jam Bersama Yunita  itu justru beliau yang give high recommendation untuk saya. 😆 😆

Saya jadi mudheng di saat-saat tertentu, dalam kondisi tertentu, apalagi interpieu, bad guy seperti itu diperlukan. Fungsinya apa lagi kalau bukan ngetest mental. Mana ada sih orang/perusahaan yang punya staff bermental tempe.

Lalu mental saya kaya apa ya kira-kira? Tempe bacem, tempe kering, apa tempe gembus? Mbuh lah… masih nunggu hasil. Belum berani terlalu berekspektasi. Nanti jatuhnya sakit. 🙂 🙂 *berasa lagi jatuh cinta aja deeeeh, pake takut berharap terlalu tinggi* #aeeeeeeeh…..

 

Dan menjadi bad guy itu perlu ilmu khusus,,, ilmu biar ga ketawa cekikikan.. jadi apa saya bisa jadi bad guy…? :mrgreen: 😆

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

7 thoughts on “Bad Guy itu Diperlukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s