Posted in Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Renungan

Mewujudkan Mimpi

Kekuatan mimpi itu luar biasa… Dan kita juga tak tahu campur tangan Tuhan dalam mencampurkan tangan siapa saja untuk mewujudkan mimpi kita

Dari tahun lalu, saya sudah ikut-ikutan tiga proyek magic. Magical May, Magical Ramadhan, dan Magical 2013. Saya tulis berbagai mimpi, harapan, permohonan maaf saya di “kamar saya” yang lain (bukan di sini 😆 ). Tiap hari tema yang diajukan berbeda. Tentang hidup, cinta, barang yang sudah hilang, dan sebagainya. Proyek ini juga mengajarkan saya untuk lebih banyak syukurnya dibanding ngresula (ngeluh)-nya. Kalau membaca lagi mimpi-mimpi yang saya tuliskan itu suka geli sendiri.

Seperti hari ini, saya melihat sebulan yang lalu, mimpi yang coba saya visualisasikan mulai tampak nyata.

mimpi saya

Saya tulis itu sebagai tugas hari ketiga… that means.. 4 Januari 2013. Sebulan setelahnya, saya menghadapi ujian untuk menentukan, apakah Jepara mau menerima saya atau tidak. Setelah kasus tertolaknya berkas saya di CPNS Jepara beberapa tahun lalu 😆 😆

Dan tengah malam tadi, melalui bocoran tak resmi, saya tahu bahwa saya akan segera melaksanakan mimpi-mimpi saya, di tanah kelahiran saya. Meskipun tak sama percis dengan yang saya tulis, tapi saya tahu Tuhan memilihkan jalan yang paling baik untuk saya, bukan jalan yang saya hasrati. 🙂 🙂

love jepara

Tentunya, proses ini bukan proses yang mudah dan mak bedunduk. Saya juga tahu, sekembalinya saya ke Jepara bukan berarti mimpi saya telah terwujud. Tapi awal dari proses saya melukis dan menggurat mimpi lagi. Saya juga harus siap2 kalau-kalau nanti bakal ada suara sumbang, samber, dan bikin pekak yang bakal bicara miring.

Ah.. apapun itu,, Aku selalu mengharap kau menuntunku, menjadikan aku kendaraan untukMu. Aku berterima kasih kepada-Mu Sang Mahahidup,, untuk semua cinta. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Alhamdulillaah,

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

27 thoughts on “Mewujudkan Mimpi

  1. Ah.. apapun itu,, Aku selalu mengharap Kau menuntunku, menjadikan aku kendaraan untukMu. Aku berterima kasih kepada-Mu Sang Mahahidup,, untuk semua cinta. Terima kasih, terima kasih, terima kasih. Alhamdulillaah,

    ndak ada yang berat kalau sudah begini… wong wus pasrah ben Gusti Allah sing ngatur…. wus ikhtiar tho?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s