Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Renungan

Seseorang di Atas Kursi Roda

Aku ingat waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Pulang dari sekolah, kau yang kutemui, sedang menyiapkan makan untuk aku, ataupun adikku.

Aku ingat, sejak sekolah dasar, aku tidur bersamamu. Bahkan karena tempat tidurmu yang tinggi, tak jarang aku terjatuh saat tidur yang menyebabkan bibir jontor, kening memar.

Aku ingat saat aku mulai remaja, tak jarang aku menentangmu, banyak hal-hal yang membuatku sedikit marah. Karena waktu itu kau kuanggap tak bisa mengertiku.

Aku ingat saat aku diwisuda di kampus itu, karena undangan yang berlaku hanya untuk dua orang, kau rela menunggu di luar bersama adikku, dan darinya juga aku tahu kau menangis untukku, bahagia, dan terharu untukku.

Aku ingat, menjelang aku lulus kuliah, sampai saat aku berusaha mencari rizki sendiri, kau berubah menjadi orang yang mendukungku, mendoakan yang terbaik untukku.

Aku ingat, kau sangat aktif, menyapu halaman rumahmu, berbelanja ke pasar, memasak kesukaanku saat aku ada di rumah, mengikuti kelompok-kelompok pengajian bersama teman-teman sesama usia senja.

Aku ingat wajah sedihmu dan tatapan yang berisi kerinduan pada kegiatan-kegiatan dan teman-temanmu, sungguh itu membuatku ikut bersedih.

Aku tahu dengan kondisi saat ini kau tak bisa berjalan, hanya duduk di atas kursi roda, melihatmu merambat dan menyeret kakimu perlahan dari kursi roda ke kamar mandi dan mengatakan padaku, kau bisa melakukannya sendiri, membuatku menyusut air mata.

Aku tahu kau mendoakan yang terbaik untukku, pun dengan hati cemasmu„ berhitung dan mungkin berkejaran dengan waktu untuk melihatku menikah, menimang cicitmu dariku..

Untuk semua yang kau berikan untukku, kasih sayang, dukungan, ketaksetujuan, doa, ketulusan, dan uang saku padaku„

This slideshow requires JavaScript.

Aku mencintaimu Mbah Rayi.. semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan, kesabaran, dan kebaikan untukmu, untuk kita. 🙂

 

*Repost dari Kamar saya yang lain

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

17 thoughts on “Seseorang di Atas Kursi Roda

  1. ini tho produk menduanya nita, bikin haru…aja
    jadi ingat mbah buyut dulu ketika ku masih kecil (SD),
    mbah buyut sama sepuhnya sama dengan mbah Rayinya mbak nita,
    beliau baik banget, lembut, ketika didholimi saudara2nya masalah waris,
    beliau ndak membalas bahkan dengan sepatah kata kebencian,
    wejangan beliau buat emakpun banyak membentuk emak
    untuk menempatkan diri sebagai perempuan sesuai fitrah kodratnya
    kelak ketika beliau wafat, emakku dikasih mimpi ketemu mbah buyut dalam keadaan cantik bergaun putih,
    beliau makannya sudah sedikit jadi apa yang selalu disediakan ndak habis,
    kami tidak tinggal satu rumah, saya dirumah emak,
    nah kalau sudah selesai makan siang,
    saya sebenarnya ndak lapar2 amat,
    suka berjalan di bawah jendela kamar mbah buyut,
    nah biasanya beliau sudah nongol di jendela,
    dan sayapun dipanggilnya, saya nggak tahu apakah adik2ku juga pernah dipanggil mbah, kayaknya saya yang sering.
    “mrene, le.. ” lalu sayapun diminta untuk menghabiskan sisa makanan beliau, sambil ndak lupa beliau merapal doa untuk kesuksesan saya di masa depan,
    entah mungkin termasuk berkah doa beliau,
    alhamdulillah saya menjadi saya yang sekarang, dikasih cukup sama Allah

    kalau ingat mbah jadi haru
    Allahumma firlaha warhamha wa’fuan’ha

    (maaf komennya dowo.. 🙂 )

    1. Duuuh, malah jadi terharu dan tertawa.. terharu dengan ketulusan Mbah buyutnya Mbah Camar dan tertawa akan “kelicikan” simbah camar ngabisin dhaharnya mbah buyut.. hikikikik..

      Matur nuwun Mbah,, dari beliau-beliaulah kita seharusnya banyak belajar tentang kearifan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s