Posted in Hijau, Lesson Learnt, Main-main

Rancabali Ciwidey (3) – Di Atas Kawah

Rancabali Dingin… ya pasti dong. Selimut, jaket, bantal tambahan tak kemudian membuat saya hangat. Ujung hidung, jari jadi kaki dan tangan beku-beku… πŸ˜€ πŸ˜†

Sempurna, semalam di rumah kayu saya sentrak sentruk watuk-watuk. πŸ˜†

Pagi hari 4.30 sempat terjadi insiden. Saya terkunci di kamar mandi. :lol:. Saya minta Diah untuk menghubungi pengelola/penjaga wisma, Yossi juga berusaha untuk bisa membuka pintu. Pintu baru bisa dibuka setelah Mang Dani, penjaga wisma mendobrak pintunya. πŸ˜†Β This such an unforgettable moment πŸ˜€

Pagi itu, setelah berolahraga ringan yang dipimpin Yossi, berjalan-jalan di kebun teh sekitar penginapan, dan sarapan seadanya. Kami berempat main ke Situ Patengan. Tiket masuk sini per motor Rp.15.000. Ternyata kami lebih suka melihat Patengan dari atas, daripada dari dekat. Meski dirayu-rayu untuk melihat Batu Cinta tapi pada wegah. πŸ˜†

Patengan - Patenggang -Penganten
Cantik


Kami tak berlama-lama di Situ Patengan, melanjutkan perjalanan ke Kawah Putih. Sampai di kawah putih, agak gerimis. Sejak 2012 motor tak bisa naik sampai atas, jadi diparkir di parkiran bawah. Biaya parkir per motor Rp. 5000. Tiket masuk per orang Rp 15.000, dan ongkos PP naik ontang anting Rp 10.000.

Ontang-anting yang membawa kami ke lokasi kawah
Ontang-anting yang membawa kami ke lokasi kawah

Pelajaran hari itu, kalau ke Kawah Putih, bawa masker dari rumah, masker seribuan yang kita beli di pinggir jalan, dijual seharga Rp5000/masker. :lol:. Di dalam ontang-anting yang bisa membawa 14 penumpang. 12 penumpang di belakang dan 2 penumpang di depan, kami menanjak menyusuri jalanan yang kadang membuat ngeri, tapi,,, SERU.

Kabut tebal dan gerimis (atau embun?) menyambut kami. Saya? Sangat excited!!.Β Kami layaknya dapat mainan baru, pusat kawah yang tertutup kabut, angin yang membuat gigil tak karuan, berasa di manaaa gitu. Saking tebalnya kabut, jadi kami merasai ada banyak suara tanpa rupa πŸ˜†

Kebayang langsung soundtrack Nidji Di Atas Awan… yang dengan kekuatan kesemena-menaan otak saya, saya ganti liriknya jadi di atas kawah πŸ˜†

Kita ada diii Kawah Putiiiih
Kita ada diii Kawah Putiiiih

Hehehe, so.. check it out, beberapa hasil “tangkapan” kami πŸ™‚

All photos taken by me, Yossi, Diah, and Faizal using Faizal’s camera

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

17 thoughts on “Rancabali Ciwidey (3) – Di Atas Kawah

  1. pas turunnya naik ontang antingnya lagi gak? kan pas turun, mesinnya dimatiin. seru tuh.
    dah lama gak ke sana… kalau ke Situ Patengang malah belum pernah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s