Posted in Hidup, Lesson Learnt, Renungan

Antara Saya, Ronal-Tike, dan Kemal-TJ

Pagi ini saya gak ngerasa sendiri. Hyaiyalah, kan di jalan juga ketemu sama banyak orang, di kantor juga. Hehehe, bukan itu sih sebenarnya. Saya yang tiap pagi dengerin radio sambil aktivitas domestik (nyapu-nyapu, kadang nyuci, ngepel, dll) pagi ini juga melakukan hal yang sama. Kali ini disambi nyicil packing untuk boyongan. Radio yang biasa saya denger Jak FM sama Gen FM. Naah di sela-sela saya beresin buku-buku dan barang lainnya. Saya tahu bahwa Ronal-Tike pamit dari Jak FM, dan Kemal-TJ pamit dari Gen FM.

 

Begitupun dengan saya…

Hari ini hari terakhir saya ngantor di kantor tempat saya belajar buanyaaak. Tentang ngutak atik isi web, tentang ngobrol sama wong londo, jalan-jalan ke Bali, ke kebun bunga, kemana saja, tentang dinamika kelompok, tentang peraturan yang pengaruhi industri bunga yang saya pelajari saat saya ngenger di ASBINDO, intinya sih intangible advantage yang saya dapatkan di sini itu gak bisa dinilai sama uang 😆

This slideshow requires JavaScript.

Saya bahagia pernah berada di tempat saya ngenger. Ini rasanya sama saat saya harus berpisah dengan keluarga SHIEFILA. Beraat dan beraat..  Tapi bagaimanapun hidup harus terus berjalan. Dan apa yang saya lewati bersama mereka akan menjadi bekal untuk kehidupan saya di masa datang.

Kemarin saya masih belum ikhlas hengkang dari Jakarta sebenarnya, tapi kemudian sahabat-sahabat terbaik saya mengingatkan saya, bahwa ada orang-orang baru, amanah baru, dan lingkungan baru yang bisa jadi menjadikan saya sebagai manfaat yang lebih besar. *Aamiin. Persis seperti yang keempat penyiar tadi katakan, ada banyak cara untuk berkarya, di manapun, bersama dengan siapa saja, dan kapanpun.

Mellow? Pasti.. Tapi saya udah puas nangis saat nyari tahu moment di mana saya harus leave what have to be left behind. Itu sudah lewat kemarin. Dan kalau keempat penyiar tadi, masa-masa tersulit adalah jelang pukul 10.00 tadi saat mengakhiri tugasnya. Maka saya merasakan masa terberat itu saat ini, beberapa menit menjelang saya resmi undur diri dari kantor saya.

Pelukan sudah saya terima kemarin. Hangat, menenangkan, dan menguatkan. So, akhirnya saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada rekan-rekan (lebih tepatnya Bapak, Ibu) di kantor saya atas kesempatan belajar, menimba pengalaman, dan sesi curhat serta sesi pem-bully-an saat makan siang. 😆 Mohon maaf atas segala khilaf. Kita masih bisa berkolaborasi.

Mari kita jaga shilaturrahim ini. LANJUT GAN!! 😀 😆

Jangan terus berfokus kepada apa yang akan kamu tinggalkan. Lihat betapa kamu dinanti di kehidupan yang baru. – Mbak Kostan saya

 

 

Saya pamit. Nuwun.. nuwun.. nuwun… 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

7 thoughts on “Antara Saya, Ronal-Tike, dan Kemal-TJ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s