Posted in Hidup, Lesson Learnt, Renungan

Lingkaran

Hari ini saya benar-benar sendiri di tempat sinahu dan ngenger. Rekan-rekan saya sedang ada tugas ke Semarang, satu orang lagi njenguk suaminya ke Jogja. Dan saya memutuskan untuk jaga kandang nggarap apa yang bisa digarap daripada duduk diam dengerin orang bicara. 😆 #SelfKeplak.

Sambil nyelesaiin beberapa proposal kegiatan, saya dengerin playlist saya. Pas ada lagunya Padi-Lingkaran. Saya sempat terpaku, sejenak berhenti dari kegiatan ketak ketik.

Saat kuterjebak dalam lingkaran, bayangan gelap

Meruang tak bertepi tak berujung batas, membuat aku tak kuasa ingin menentang.

Sempat beberapa waktu lalu dan sudah sebulan saya merasa terjerumus, merasa berjalan sendiri, dan tak jauh beda dengan terjebak dalam lingkaran, saluran membuang kesah juga tak seperti minggu-minggu sebelumnya.

Saya mencoba mengikuti lintasan sambil mencoba mencari jalan keluar. Tapi justru hal ini membuat saya gak keruan. Dan lama-lama ini membuat saya pening, belum dengan orang di luar lingkaran saya yang mungkin mengejek, menyoraki saya, mungkin juga karena mereka tak tahu rasanya berpusing-pusing dalam lingkaran.

Kemudian hari ini, saya patut berterima kasih kepada lapy saya yang muterin lagunya Padi. Dan saya tahu bahwa yang seharusnya saya lakukan adalah memanfaatkan ruangan di luar lintasan, menyeberang lintasan saya. Membelah lingkaran tersebut, menjalankan apa yang seharusnya saya lakukan. Mungkin akan membuat orang-orang dalam lingkaran kebingungan. Saya akan berusaha membuat mimpi saya menjadi indah.

Melepaskan diri dari lingkaran, meski harus pergi, meninggalkan apa yang telah biasa berada dalam lingkaran.

Ahh,, maaf ya membuat njenengan-njenengan yang baca jadi bingung.

Saya sudah plong. Dan bisa melanjutkan langkah saya. Di sini. Dalam lingkaran, beranjak pergi..

Rengging (bukan ronggeng), akhir April 15.51 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

12 thoughts on “Lingkaran

  1. ndak mudeng sama postingan mbaknyah.. tapi tapi.. ada yang bilang, ketika kita bingung meh keluar atau meh melebu lingkaran, terkadang yang terbaik adalah apa yang kita lakukan saat ini. *mungkin komen iki gambling kali mbak ya? saya juga ndak mudheng saya komen apah… *self toyor* =))

    1. Hahaha,, makanya aku ya wis ngomong,, maaf yen njenengan gak mudheng.. eniwei,, suwun lho Mbak dah kasih saran,, tentang meh mlebu apa metu saka lingkaran 😀 🙂 *kecup Mbake,, buka pasminanya dulu* 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s