Posted in Hidup, Kerja, Lesson Learnt, Renungan

Gelar oh Gelar

Kemarin, saya diajak Ibu saya untuk shilaturrahim ke teman Ibu yang habis mantu. Karena Ibu saya gak bisa hadir pas hari-H maka kemarin baru berkunjung ke rumahnya. Ada yang menarik dari hasil obrolan Ibu saya dengan Bapak Ibunya manten (pastinya selain nanyain saya kerja di mana, sudah nikah atau belum, dll, dkk :D).

Jadi ceritanya,,, Mbak manten anaknya temen Ibu saya ini lulusan S2 IAIN Walisongo Semarang. Gelarnya M.Si πŸ™‚ *pantesan waktu Bapaknya nanya saya lulusan mana, pake ada kalimat “S2 apa masih S1?”* πŸ˜†

Saat ngobrol-ngobrol, Bapaknya Mbak Manten (yang selama saya di sana gak ikut njagong), cerita kalau Mbak Manten ini disekolahin master karena setelah S1 ndak ada kegiatan di rumah). Setelah lulus S2, dan masih belum dapat kerjaan, akhirnya Bapaknya Mbak Manten yang punya TK jadiin Mbak Manten kepala TK.

Then.. Cerita Bapaknya Mbak Manten, teman-teman Mbak Manten ngeledekin dengan kalimat “Dhuwur-dhuwur sekolah S2 kok jadi kepala TK” (Tinggi-tinggi sekolah sampai S2 kok jadi kepala TK”.

Saya miris,, kenapa?

Pertama: Banyak kasus, termasuk beberapa teman-teman saya yang lanjutin sekolah setelah lulus S1 karena belum mendapatkan pekerjaan. Mungkin mereka masih sama seperti saya yang belum kuasa usaha sendiri, masih nggandhul kepada orang. πŸ™‚ πŸ™‚ Jadi mungkin kondisinya semakin nglangut dan tak keruanΒ jika selama sekolah pasca sarjana ndak siap-siap buat melakukan sesuatu setelah lulus.

Kedua: miris dengan tanggapan orang-orang yang riwil dengan jenis pekerjaan yang ndak sesuai dengan gelar. πŸ˜† Saya dulu dipesenin Bapak saya bahwa urip kuwi dudu garis lurus (Hidup itu bukan garis lurus). Kita tak akan pernah tahu apa yang terjadi nanti. Jadi bisa saja, Sarjana Kehutanan kerja di bank, yang punya gelar dokter jadi penyanyi, bahkan sudah banyak juga kan yang gelarnya berbaris-baris di belakang namanya Β juga jadi tukang ngutil uang negara..*eeeeh πŸ˜€ πŸ˜†

Yang saya salut dari Bapak dan Ibuknya Mbak Manten yang kemudian jadi bahan renungan saya dua hari terakhir adalah bahwa apa yang dilakukan sekarang diniatkan untuk ngabdi. Ada masanya Gusti Allah akan mernahke (mengatur).

Yeach,, all we can do is do our utmost and don’t be affraid to feel fail.. from there we learnt… dan sinahu itu juga di mana saja. Termasuk saat shilaturrahim ke tempat Mbak Manten..

Thanks Mbak Manten yang meskipun kita ndak ngobrol,, I learnt something from you,, semoga pernikahannya diberkahi. Aamiin πŸ™‚

*postingan ini menunjukkan saya sedang nggenah πŸ™‚ πŸ˜† *pencitraan #dikeplak rame2

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

21 thoughts on “Gelar oh Gelar

  1. hidup memang bukan garis linear ya mbak, kadang exponensial kadang polinomial juga … dan kita juga bisa belajar banyak dari kegagalan … siip deh …

  2. sama lah mbak. Aku sedang menempuh skripsi S1 Ilmu Komunikasi Massa. Karena dulu sempat berkecimpung di dunia radio, wartawan, pengen lah melanjutkan. Ehh setahunan ini menemukan dunia baru. πŸ˜€
    *padahal nggak ada sangkut pautnya sama kuliah*

    1. dilihat dari avanya, dunia baru yang sekarang di bidang kuliner ya Mbak? So that’s good.. nanti kan ilmu yang didapat di kuliahan bisa digunakan sekalian buat mengkomunikasikan produknya πŸ™‚

      Mau dooonk,, dibagi rotinya πŸ™‚ πŸ™‚

      1. hahahaha
        iya mbaa.. πŸ˜€ Skrg komunikasi yang dipake yaaa pas ngajar sama pas mendeskripsikan kuehnya. πŸ˜€
        Yuk yuk sini nanti ku bagi.

  3. foto melati kui wingi ta mbak? yang aku bilang barakallah, jebul kembange uwong… kekeke *dikeplak =))

  4. seneng kalimatmu sing iki
    “*postingan ini menunjukkan saya sedang nggenah πŸ™‚ πŸ˜† *”
    πŸ˜†
    salam buat ibumu, … maturnuwun πŸ™‚

  5. Kadang soal gelar dan pekerjaan memang aneh. Tapi ya bener, hidup itu nggak selalu lurus juga sih. Tapi apapun itu, sepanjang yang dikerjakan baik, mestinya ya nggak masalah sih ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s