Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Renungan

Obat Dari Tuhan

Sudah lama saya gak nyambangi tempat ini. Hehehe. Bukan karena tidak mau tapi sedang tak mampu. Halah.

Mau cerita aja siiiy,, saya kemarin sakit. Sekarat bahkan. Merasa setiap gerak saya menyebabkan saya luka-luka. Sempat juga saya hampir menyalahkan (si)apapun di sekitar saya.

Berkali-kali saya mencoba berdamai sama hati saya, tapi memang tak mudah. Ngresula, kecewa, dan juga pengen teriak-teriak sendiri. Hasilnya saya teriak di bantal… 😀 Kasihan kan bantalnya 🙂 Berkali-kali juga orang-orang di sekitar saya mencoba menenangkan saya. Bounced. Karena memang dasarnya saya sedang bebal dikasih tahu.

IMG_20130619_174246

Beruntung, saya memiliki orang-orang yang memahami “keakuan” dan “kekakuan” saya. Ibu saya, yang sedih melihat saya resah tak kunjung henti, mencoba bicara dari hati ke hati. Yang tak pelak, membuat saya shodaqoh air mata :). Adik saya juga berkata, ujian itu gak hanya datang sekali, tapi berkali-kali bahkan sampai detik terakhir sebelum nafas berakhir.

Kemudian saya berusaha (meski sekali lagi saya katakan tak mudah) mengalihkan sakit hati saya, mengobati hati saya sendiri. Saya mencoba “berbuat baik” menyibukkan diri saya dengan hal-hal yang menurut saya baik. Tapi saya lupa satu hal, saya memang berniat mengobati hati saya tapi saya masih belum ikhlas. Jadinya, saya bahagia di luar, tapi ketika saya menjalani perjalanan ke dalam, saya masih merasa sedih.

Sampai pada suatu titik, saya memutuskan untuk mbantu tempat saya mbut gawe sebelumnya (karena memang dimintain bantuan). Di perjalanan saya yang memang sendiri, sambil kembali berjalan ke dalam diri saya, saya menyertakan keyakinan bahwa Tuhan mungkin sedang ingin guyon sama saya. Tapi selama ini mungkin saya anggapnya Tuhan godain saya dengan keterlaluan. Saya ngaku saya salah. Menganggap-Nya gak sayang sama saya. Menyalahkan diri saya terus-terusan. At the end saya bilang sama diri saya.

Wis, apa wae sing dadi pitedahe Gusti ya dilakoni wae. Meski susah, sing penting liLLaah.

Dan saya sempurna menangis sore itu.

Paginya, mungkin kalau Tuhan itu saya anggap teman, dan selama ini saya “diamkan” dan saya sudah meredakan genderang perang dingin, Tuhan ingin kasih saya kado atau kejutan.

Kejutan pagi yang menunjukkan masih ada bagian dari dunia yang membutuhkan saya. Lebih dari yang saya perkirakan. Lebih dari apa yang saya lihat…. Sakit hati, patah hati, lara, dan semua ketak-ikhlas-an seketika luruh. Dan saya ngguguk di kamar mandi. Nangis sesaat. Tuhan memberi saya obat, tepat di saat saya merasa sekarat. Maka ni’mat mana lagi yang harus saya dustakan?

Bahkan ketika saya ceritakan kejutan pada seorang teman sejiwa, dia berkata

Jika ingin memantulkan bola lebih tinggi, maka kita harus membantingnya lebih keras…..

La Ka Al hamd Rabb…

Meski setelah ini saya tahu, ada hal-hal tak mudah yang harus saya alami, ujian-ujian mengejutkan yang pasti saya hadapi. Tapi setidaknya saya belajar satu hal (lagi). Tuhan itu  penyembuh. Jika saya mau disembuhkan. 🙂 🙂

Selamat berakhir pekan manteman 🙂

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

8 thoughts on “Obat Dari Tuhan

  1. ..cinta lagi dengan namanya ngeblog. tapi bener-bener hari-hari terakhir ini saya begitu sibuk mengurusi anak didikku, maklum menjelang kenaikan kelas. Mudah-mudahan ini obat dari Tuhan atas masalah yang menimpaku beberapa waktu lalu. Saya benar-benar ingin melupakannya. Dan Tuhan memberiku kesibukan. Alhamdulillah. (kolaborasi…. 🙂 )

    ada yang milad e… . semoga keberkahan dalam perjalanan hidupmu.

  2. Postingan ini sudah sebulan lebih usianya, nih. Saya harap, di postingan berikutnya ndak ada teriak2 di bantal lagi, ndak ada air mata lagi, ndak ada luka-lukaan lagi 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s