Posted in Institut Ibu Profesional

Day #1: Pohon Literasi: Agar Anak Suka dan Bisa Membaca

Banyak orang bisa membaca, tapi mungkin yang bisa dan suka membaca jumlahnya lebih sedikit dibandingkan yang hanya sekedar bisa membaca 😁. Kemampuan membaca yang paripurna pada masa kini disebut literasi. Hayooo siapa yang rasanya dalam dua tahun belakangan ini sering sekali mendengar kata literasi😍? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia online, literasi adalah kata benda yang artinya seperti di bawah ini.

li.te.ra.si1 /litêrasi/

  1. n kemampuan menulis dan membaca
  2. n pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu: — komputer

Secara konsep, literasi bermakna kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis. Namun lebih dari itu, makna literasi juga mencakup melek visual yang artinya “Kemampuan untuk mengenali dan memahami ide-ide yang disampaikan secara visual (adegan, video, gambar) _ Kamus Online Merriam-Webster.

Individu yang ber-literasi dengan baik akan dapat menyampaikan ide dan gagasan baik lisan ataupun tertulis. Selain itu, mereka tidak serta merta menelan informasi yang belum valid dan belum jelas keabsahannya.. 😂

Tahun 2014 yang lalu, UNESCO pernah merilis bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang mengidap Tragedy of Zero Book, dimana anak usia 7-18 tahun rata-rata hanya membaca 1 buku setiap tahunnya. Sedih ya.. saya juga nih, sejak lahiran jd melempem baca buku. Mosok sebulan 1, harus lebih gigih sempatkan waktu membaca. Ehehehe. Jadi, tragedi nol buku ini tampaknya berkorelasi positif dengan produksi berita atau broadcast hoax di Indonesia 😊

Negara yang tidak mengidap penyakit Tragedy of Zero Book pada umumnya membiasakan warganya terlebih anak usia sekolah untuk membaca. Kultur membaca yang menjadikan kebiasaan membaca menjadi sebuah kegemaran bahkan kebutuhan.

Hail Institut Ibu Profesional yang memberi tugas Level 5 di kelas Bunda sayang dengan tema Membiasakan Anak Gemar Membaca. Nah loh.. biar anak gemar membaca… kita gimana nih.. sudah suka baca atau belum? Jangan kitanya males baca tp pengen anak kita suka baca 😂.

Kita sebagai Mbok, Ibu, Mama, Bunda disadari atau tidak, diakui atau tidak memberi sumbangsih nyata bagi perkembangan anak kita dalam suka atau tidak membaca. Karena lingkungan pertama yang dibaca anak itu ya keluarga. Mengajarkan anak membaca tidak melulu huruf atau aksara. Anak usia dini bisa juga diajari dengan gambar-gambar dan warna yang menyertai proses kita membacakan cerita/buku kepadanya. Jangan sampai anak kita belikan buku2 mahal tapi kita malas tidak ada waktu membersamainya membaca.

Salah satu yang mendorong anak gemar membaca adalah mendokumentasikan kegiatan membaca melalui pohon literasi. Setiap selesai membaca satu judul buku, tulis judulnya di daun dan tempel. Untuk Majida yang dominan kines, kegiatan ini tampaknya menarik baginya. Setelah rencana membuat pohon dari kardus yg sampai hari ini belum terwujud, akhirnya tadi bikin pohon literasi dari gambar digital.

Meskipun kegiatan membaca kami lakukan setiap hari, dan (jangan ditiru) sampai ada 1-2-3 buku yang menemani tidur kami, semoga saya istiqomah menuliskan dokumentasinya.. ahahahaha.. nah ini, literasi rendah jadi menulispun malas..

Yuk yuk berubah.. perbaiki diri, untuk kebaikan diri, Meji, dan lingkungan yang lebih luas lagi. 😊

Advertisements

Author:

Chocolate and coffee lover who love to smile and ngangsu kawruh.

2 thoughts on “Day #1: Pohon Literasi: Agar Anak Suka dan Bisa Membaca

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s