Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Libatkan Aku dalam Rencanamu

Lima hari lalu praktik komunikasi produktif saya lebih banyak dengan Majida. Hari ini setalah merasa perlu njajal lagi bicara dengan Mas Dhana serta memotret hasilnya, saya pun dengan kekuatan bulan akan menghukummu melakukan tips dan trik ramuan a la saya yang diramu dari resep-resep IIP 😁

Biasanya jam-jam komunikasi kami adalah pagi, jelang maghrib, dan jelang tidur. Tadi, selepas dzuhur saya coba menghubunginya via telpon. Kemarin saya berjanji untuk lebih peka terhadap intonasi suara Mas Dhana,, dan sambungan telepon tadi mengatakan bahwa “Bapake Meji is in a good mood”… yeaaaay..😍😍😍

Guess what? Nada sumringahnya ketara banget sedikit terkejut dengan telepon yang tidak pada jamnya.. ahahaha.. “Kok tahu kalau Mas lagi istirahat?” kalimat yang bukan basa basi (menurut saya) yang akhirnya membuka sesi obrolan sekitar 10 menit 😉

Kami berbicara beberapa hal, Majida salah satunya, juga rencana ke Solo untuk datang ke acara ngundhuh  mantu sepupu dari Mas Dhana. Dan satu hal yang bikin mesam-mesem adalah permintaannya agar saya cuti barang sehari saat nanti Mas Dhana pulang. 🙂 Jangankan sehari, menghabiskan jatah yang tinggal tiga hari pun Adek siap, Bang halah  😂. 

Kami banyak tertawa tadi siang, beberapa kali juga bersepakat untuk tak bersepakat. Dan menepati kesepakatan untuk tidak berkata terserah dalam obrolan kami

Percayalah Bu, lelaki suka jika dilibatkan dalam rencana-rencana, juga ada saatnya butuh dimanja. Jelaslah dalam berbicara dan beri kesempatan pasangan untuk mencerna kalimat juga maksud kita.. Ohiya ternyata yang suka kejutan kecil tak hanya perempuan yak.. ahahaha

Itu koentji komprod saya hari ini 😁

Manfaat nyata dari produktifnya komunikasi dengan pasangan adalah pekerjaan di kantor produktivitasnya juga meningkat… signifikan sekali… 

Bertumbuh menjadi sahabat sejiwa bagi pasangan adalah hal yang menyenangkan.. 
#hari6 

#gamelevel1

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements
Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional

Itulah Rindu, Sayang

Menemani setiap anak bertumbuh, pastilah selalu ada moment-moment menakjubkan dan mengharukan juga menggelikan pastinya 😁. Seperti hari ini, menemui naik turun emosi Majida adalah sarana belajar dan bersabar ehehehe.. 

Pagi tadi, Meji lagi-lagi bangun siang karena baru pejamkan mata pukul 01.30 (jam terakhir yang saya lihat sebelum saya ikut merem 😂). Bangun tidur sepertinya bad mood. Mencari Bapak, judulnya ahahaha.. 

Demi melihatnya sedih, saya ingat materi sharing IIP Jepara pekan lalu tentang kenali emosi anak. Sambil memeluknya, saya bilang kalau yang dirasakannya adalah sedih. Kemudian Meji niruin, “Majida sedih”. Cuus deh ga berlama-lama saya ajak Majida untuk ke kamar mandi lanjut beraktivitas, main, makan, dan bicara. 

Jelang dzuhur, saya tawarkan kepada Meji untuk video call Bapaknya. Meji menolak. Kemudian yang membuat saya amaze, Meji menjawab “Nanti nangis” ketika saya tanya mengapa. :)🙈

This is Aha Moment

Saya kenalkan pada Majida kalau itulah yang namanya rindu. Saya bilang kalau telpon Bapak nanti bisa senang. “Majida bisa cerita-cerita sama Bapak”, imbuh saya. 

Meji sepakat. Jadilah video call siang tadi berisi riuh rendah tawa Meji dan Bapaknya. Berisi ajang pamernya Meji menari-nari dan ajang pamer saya yang nambah 5kg sejak Mas Dhana kerja di Serang ahahahahaha.. 

Usai video call, saya gandeng Meji, berjongkok di depannya, memeluknya dan ungkapkan bahwa Majida keren karena bisa telpon Bapak, happy, dan kangennya hilang. 

“Majida ndak nangis” ucapnya sambil tertawa riang.

Sayapun berhasil menghapus kata nanti saat Meji tanya Bapak kapan pulang. Saya jawab, setelah Majida ke Solo sama Ibu, Bapak pulang. 😂😁 

Tertantang lagi untuk mengenali emosi saya, Meji, Mas Dhana. Tertantang lagi untuk meleburkan halangan-halangan bagi kuatnya cinta kami. 

#Hari3

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#KomunikasiProduktif 

#GameLevel1

Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt

Gagal, Coba Lagi Yuuuk

Ceritanya, tadi pagi saya hubungi Bapaknya Meji a.k.a Pak Suami a.k.a Mas Dhana :D. Biasanya yang jadi topik pembicaraan kami adalah Majida (Meji). Pagi tadi setelah membahas dan melapor tentang Meji, saya coba ajak diskusi tentang forum keluarga.

Saya coba sampaikan hati-hati tentang kesempatan telepon dan komunikasi, ehehe maklum menjadi pasangan yang LDM lagi ituh sesuatu ahahahaha.. Saya sampaikan juga harapan siapa yang waktunya longgar duluan yang menghubungi saat siang. Selain itu, sesuai kesepakatan saat awal LDM, setelah Shubuh dan setelah Maghrib. Sampai di sini masih Ok 😁

Kemudian Mas Dhana cerita kalau nanti pulang sekitar pertengahan Desember dan kemungkinan 5-6 hari di rumah. Saya sambil sedikit bercanda menawar and ask him to stay longer. Then.. jawabannya adalah boleh nanti kalau punya perusahaan sendiri. Saya amini dong 😉

Continue reading “Gagal, Coba Lagi Yuuuk”

Posted in Hidup, Renungan

Saat Meji “Jauh”

Hari ini saya merasa Majida “jauh” dari saya. Bukan dalam arti jarak, tetapi lebih kepada perasaan. Saya tahu, saya belum menjadi Ibu sempurna yang setiap saat ada untuk Majida 🙂

Dan tangisan pilunya sambil memanggil Buliknya dengan sebutan Mama adalah hal yang mengiris hati.

Siapa yang memulai panggilan itu? Entah, yyang jelas bukan saya. Saya pun tidak bisa langsung melarang karena saya mencoba merasainya yang pastinya ingin dipanggil  Mama sambil menunggu datangnya amanah.

Tapi jujur, saya sedih.. saya merasa tidak dibutuhkan oleh anak saya.. 😥 Mungkin Gusti Allah memberi saya hikmah agar bisa lebih  profesional sebagai Ibu yang juga pekerja.

Ndhuk, membersamaimu selepas kerja adalah hal yang paling Ibu tunggu.. pun jika saat ini Ibu hanya bisa mendengar celotehmu dari tempat yang berjarak darimu..

Ingin rasanya mengulang sejenak waktu untuk meminta orang-orang di rumah ini kau panggil sebagaimana mestinya 🙂
*catatan emak galau 😭

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Saat Majida LDR dengan Bapaknya

Hari ini, terhitung hampir tiga pekan saya dan suami alias Mas Dhana a.k.a Bapaknya Majida manjalani Long Distance Marriage (LDM). LDM ini bukan yang pertama bagi kami. Keputusan untuk LDM lagi datangnya murni dari kami berdua. Saya memahami passion Mas Dhana di bidang peternakan, memahami ketaknyamanannya berada di pekerjaan sebelumnya 😀 :mrgreen: Memahami tanggungjawabnya untuk bekerja apapun untuk memberi maisyah bagi kami, anak istrinya.

Kemudian ketika tawaran untuk kembali ke poultry farm (yang kalau kata majida ayamnya buanyaaaak ya, Bu) datang. Mas Dhana menyampaikannya dengan hati-hati. Takut saya keluar taringnya kaget :D. Tapi begitu mendengar nama perusahaan yang pernah ditinggalkan dan sekarang mencoba memberi kesempatan kepadanya lagi, saya tersenyum and I said… “This is your passion, right? Go..” meski rasanya pengen kekepin Bapake Meji untuk tidak pergi  Ahahahaha…

Bagaimana dengan Meji?

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Main-main

Ke-Kacung-an Kita itu (Sepertinya) Hanya Masalah Persepsi

Apa sih, Nit?? Pagi-pagi ngomonging kacung. Ahahahaha… dibilang curcol biarin dibilang tulisan ga mutu ya ben… saya yakin ada beberapa yang mengamini tulisan ini. Setelah selesai membaca, yang mengamini ngatjuuung yaaa…. (bukan katjung yaaa) :mrgreen: 😀

Related image
Pinjem dari sini

Saya sedang iseng aja menelusuri akun dengan embel-embel kacung. Hihihihi.. yang rasanya sangat tidak sae untuk berada dalam jejaring internal tempat saya ngabdi saat ini.

kacung/ka·cung/n pesuruh, pelayan, jongos (biasanya anak laki-laki);

— golf pembawa peralatan pemain golf;
— koran penjaja koran;
— tenis pemungut bola di lapangan tenis

Continue reading “Ke-Kacung-an Kita itu (Sepertinya) Hanya Masalah Persepsi”