Posted in Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt

Ada Kuah Bakso di Bajuku

Tadi, kami mengantar Bapak Dhana kembali bekerja lagi. Kami hanya mengantar sampai pool bus AKAP yang akan mengantar Bapak ke Serang. Sounding ke Majida sudah kami lakukan sejak kemarin. Dan alhamdulillaah tadi Majida tidak menangis.

Sambil menunggu bus berangkat, saya pesankan bakso untuk Majida. Pas dimakan saat dingin menyergap. Saat Majida menyuap kuah, kuahny tumpah ke baju.

“Ibuk, ada kuah di baju Majida.” Ucapnya

Alhamdulillah bawa baju ganti.

Merasa tidak nyaman, Majida mencoba melepas baju sendiri. Masih dengan bantuan. Kemudia berganti baju. Baju atasannya Majida mau pakai sendiri. “Celananya Ibuk saja,” tuturnya. Okesiap Mej. Hehehehe

Continue reading “Ada Kuah Bakso di Bajuku”

Advertisements
Posted in Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta

Saat Majida Mengucap Maaf

Anak-anak tidak akan pernah salah meng-copy.

Teori ini benar adanya dan terbukti malam lalu. Ceritanya, saya melakukan satu kesalahan buat Majida.. Karena besok ada pesanan nasi tumpeng, pelengkap tumpeng macam perkedel dan kering tempe dicicil malam ini. 

Di tengah-tengah saya sedang membuat perkedel, Majida meminta saya untuk menemaninya bermain. Sambil meminta pengertiannya, saya minta izin untuk selesaikan bikin bulatan perkedel. Meji merajuk, saya merasa bersalah. 

Kemudian saya ajak Meji untuk ikut membuat bulatan dari adonan kentang. 
Mula-mula aman, Meji dengan adonan yang saya pisahkan di mangkuk, lama-lama mulai menjajah ke adonan kentang yang ada di loyang saya. 

Saya memintanya untuk kembali ke adonannya. Tapi setelah itu, Majida malah sengaja menumpahkan air putih dari botolnya ke kasur 😥

Majida kemudian minta cuci tangan.. Saya ajak ke kamar mandi. Saya meminta maaf menafikannya dan malah fokus ke adonan perkedel. “Maafkan Ibu ya, Mej,” kata saya. Yang kemudian dijawab dengan hal melegakan dari Meji.

Maaf Ibuk, Meji tumpah-tumpah.

Terima kasih, Sayang. 
#Day9

#Tantangan10Hari

#KuliahBunsayIIP

#KomunikasiProdukti

#Level1

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Libatkan Aku dalam Rencanamu

Lima hari lalu praktik komunikasi produktif saya lebih banyak dengan Majida. Hari ini setalah merasa perlu njajal lagi bicara dengan Mas Dhana serta memotret hasilnya, saya pun dengan kekuatan bulan akan menghukummu melakukan tips dan trik ramuan a la saya yang diramu dari resep-resep IIP 😁

Biasanya jam-jam komunikasi kami adalah pagi, jelang maghrib, dan jelang tidur. Tadi, selepas dzuhur saya coba menghubunginya via telpon. Kemarin saya berjanji untuk lebih peka terhadap intonasi suara Mas Dhana,, dan sambungan telepon tadi mengatakan bahwa “Bapake Meji is in a good mood”… yeaaaay..😍😍😍

Guess what? Nada sumringahnya ketara banget sedikit terkejut dengan telepon yang tidak pada jamnya.. ahahaha.. “Kok tahu kalau Mas lagi istirahat?” kalimat yang bukan basa basi (menurut saya) yang akhirnya membuka sesi obrolan sekitar 10 menit 😉

Kami berbicara beberapa hal, Majida salah satunya, juga rencana ke Solo untuk datang ke acara ngundhuh  mantu sepupu dari Mas Dhana. Dan satu hal yang bikin mesam-mesem adalah permintaannya agar saya cuti barang sehari saat nanti Mas Dhana pulang. 🙂 Jangankan sehari, menghabiskan jatah yang tinggal tiga hari pun Adek siap, Bang halah  😂. 

Kami banyak tertawa tadi siang, beberapa kali juga bersepakat untuk tak bersepakat. Dan menepati kesepakatan untuk tidak berkata terserah dalam obrolan kami

Percayalah Bu, lelaki suka jika dilibatkan dalam rencana-rencana, juga ada saatnya butuh dimanja. Jelaslah dalam berbicara dan beri kesempatan pasangan untuk mencerna kalimat juga maksud kita.. Ohiya ternyata yang suka kejutan kecil tak hanya perempuan yak.. ahahaha

Itu koentji komprod saya hari ini 😁

Manfaat nyata dari produktifnya komunikasi dengan pasangan adalah pekerjaan di kantor produktivitasnya juga meningkat… signifikan sekali… 

Bertumbuh menjadi sahabat sejiwa bagi pasangan adalah hal yang menyenangkan.. 
#hari6 

#gamelevel1

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Posted in Hidup, Institut Ibu Profesional, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt

Gagal, Coba Lagi Yuuuk

Ceritanya, tadi pagi saya hubungi Bapaknya Meji a.k.a Pak Suami a.k.a Mas Dhana :D. Biasanya yang jadi topik pembicaraan kami adalah Majida (Meji). Pagi tadi setelah membahas dan melapor tentang Meji, saya coba ajak diskusi tentang forum keluarga.

Saya coba sampaikan hati-hati tentang kesempatan telepon dan komunikasi, ehehe maklum menjadi pasangan yang LDM lagi ituh sesuatu ahahahaha.. Saya sampaikan juga harapan siapa yang waktunya longgar duluan yang menghubungi saat siang. Selain itu, sesuai kesepakatan saat awal LDM, setelah Shubuh dan setelah Maghrib. Sampai di sini masih Ok 😁

Kemudian Mas Dhana cerita kalau nanti pulang sekitar pertengahan Desember dan kemungkinan 5-6 hari di rumah. Saya sambil sedikit bercanda menawar and ask him to stay longer. Then.. jawabannya adalah boleh nanti kalau punya perusahaan sendiri. Saya amini dong 😉

Continue reading “Gagal, Coba Lagi Yuuuk”

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta

Saat Majida LDR dengan Bapaknya

Hari ini, terhitung hampir tiga pekan saya dan suami alias Mas Dhana a.k.a Bapaknya Majida manjalani Long Distance Marriage (LDM). LDM ini bukan yang pertama bagi kami. Keputusan untuk LDM lagi datangnya murni dari kami berdua. Saya memahami passion Mas Dhana di bidang peternakan, memahami ketaknyamanannya berada di pekerjaan sebelumnya 😀 :mrgreen: Memahami tanggungjawabnya untuk bekerja apapun untuk memberi maisyah bagi kami, anak istrinya.

Kemudian ketika tawaran untuk kembali ke poultry farm (yang kalau kata majida ayamnya buanyaaaak ya, Bu) datang. Mas Dhana menyampaikannya dengan hati-hati. Takut saya keluar taringnya kaget :D. Tapi begitu mendengar nama perusahaan yang pernah ditinggalkan dan sekarang mencoba memberi kesempatan kepadanya lagi, saya tersenyum and I said… “This is your passion, right? Go..” meski rasanya pengen kekepin Bapake Meji untuk tidak pergi  Ahahahaha…

Bagaimana dengan Meji?

Posted in Hidup, Kata Orang ini Cinta, Lesson Learnt, Main-main

Ke-Kacung-an Kita itu (Sepertinya) Hanya Masalah Persepsi

Apa sih, Nit?? Pagi-pagi ngomonging kacung. Ahahahaha… dibilang curcol biarin dibilang tulisan ga mutu ya ben… saya yakin ada beberapa yang mengamini tulisan ini. Setelah selesai membaca, yang mengamini ngatjuuung yaaa…. (bukan katjung yaaa) :mrgreen: 😀

Related image
Pinjem dari sini

Saya sedang iseng aja menelusuri akun dengan embel-embel kacung. Hihihihi.. yang rasanya sangat tidak sae untuk berada dalam jejaring internal tempat saya ngabdi saat ini.

kacung/ka·cung/n pesuruh, pelayan, jongos (biasanya anak laki-laki);

— golf pembawa peralatan pemain golf;
— koran penjaja koran;
— tenis pemungut bola di lapangan tenis

Continue reading “Ke-Kacung-an Kita itu (Sepertinya) Hanya Masalah Persepsi”