Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Pakai Kaos dan Kegiatan Menjemur

Sejak kehadiran Bapaknya dua hari lalu, Majida semakin sumringaaah dan tampak pengen show off keterampilan di depan Bapaknya. Untuk ukuran usianya sangat wajar saya kira. Dan kami orang tuanya, boleh mbombong dengan tidak berlebihan tentunya.

Sebelum ada tugas pendokumentasian kemandirian anak ini, pernah suatu akhir pekan saya selesai mencuci, di rumah tidak ada orang, which means Meji harus dalam pengawasan saya. Saya ajak saja Meji untuk menjemur. Khusus baju-bajunya. Sampai kemudian kini, setiap saya ketahuan selesai cuci baju, Meji langsung berteriak: “Yeaaay, ayoo jemo (jemur) Ibuk.

Saya bersyukur Meji otomatis melakukannya dengan senang hati. Semoga hingga kelak dia besar bisa, mampu, dan mau mengurus pakaiannya sendiri: Jenderal Laundry 🙂 

Continue reading “Pakai Kaos dan Kegiatan Menjemur”

Advertisements
Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Empat Kancing dan Kancing Bapak

Hari kedua membersamai Majida belajar berpakaian sendiri plus melanjutkan latihan pee dan BAB ke kamar mandi saya menemui kebahagiaan. Karena saya bisa off dari kantor dan fokus di rumah. Setidaknya selama dua eh empat hari dhing.. Sampai Ahad karena Bapaknya Majida pulang 😂

Majida sudah lebih terampil menggunakan jari jemarinya memegang dan memasukkan kancing. Dia girang tak terkira sambil lompat-lompat letika lolos empat kancing. Memakai celana juga sudah lolos. Jadilah karena berhasil memasang kancing, baju favoritnya berubah jadi piyama. Apalagi saat dia pamer di depan Mbah Uti dan anggota keluarga yang lain, dan mendapat pujian. Majida jadi malu-malu seneng. Khas sekali.

Continue reading “Empat Kancing dan Kancing Bapak”

Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Saatnya Belajar Self Dressing

Sebelumnya, saya ingin membagi info tentang kemampuan memakai baju sendiri (selfdressing) pada anak. Mungkin, banyak yang menganggap, belajar memakai baju sendiri tidak se-urgent toilet training pada anak. Tapi ternyata, memakai baju sendiri juga penting karena kemampuan (yang kemudian nantinya meningkat menjadi kemandirian) ini melibatkan banyak keterampilan (skill) yang berbeda.

Karen Ruskin, Psy.D,LMFT seorang terapis keluarga dari Massachusetts dalam lansiran Parents.com mengatakan bahwa

Memakai baju sendiri pada anak merupakan tonggak pencapaian psikologi dan emosional yang penting

Continue reading “Saatnya Belajar Self Dressing”

Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Toilet Training Seminggu? No Way!

Kemandirian saya dalam melatih Meji untuk bisa pee dan BAB di toilet dalam seminggu ini lumayan lebih konsisten dibandingkan sebelumnya. Ahahahaha… Hasilnya? Lumayan juga..

  • Meji bilang “Ibuk, Pip*s” meski celananya sudah basah
  • Meji bisa merasa mau BAB
  • Meji paham bahwa BAB di celana atau pee di celana itu tidaak enaak untuk dirinya (dan untuk orang di sekitarnya hahaha..)
  • Berhasil tidur semalaman tanpa pospak selama 3 hari.

Dan hari ini, setelah Shubuh tadi, di sela-sela kebahagiaan saya karena Bapaknya Meji mau pulang (saya belum pernah sebahagia ini bulan Desember ini karena akan merasa kami utuh lagi) saya tatur Meji, meski dia sambil merem, tetap bisa pee. Rasanya kalau berhasil natur itu bahagia. Jadilah kebahagiaan saya dobel-dobel.

IMG-20171105-WA0022.jpeg

Sampai saya berangkat tadi, Majida belum bangun. Via sambungan telpon, Mbah Uti cerita, bangun jam 10.00 dan tidak mau langsung mandi. Yang luput dari Mbah Uti dan Buliknya adalah: Meji tidak ditatur seperti pesan saya, saya memaklumi karena Mbah Uti pasti lelah karena mengurus sarapan dan menemani Mbah Buyut juga. Juga Buliknya Meji sedang hamil muda. Jadilah tadi Meji ngompol buanyaak di kasur. Wkwkwkwkwkwk.

Saya sadar sepenuh hati bahwa membiasakan membuang kotoran baik pee atau BAB di kamar mandi memang membutuhkan perjuangan ekstra. Saya pernah baca artikel, jika ingin anak mandiri pee dan BAB ke kamar mandi bagi orang tua yang bekerja seperti saya memang harus rela ambil cuti gantian dengan pasangan. Tapi pasangan saya jauh, tentu bisa diakali. Bekerjasama dengan orang serumah misalnya, dan cara-cara lain yang akan saya tulis terpisah.

Continue reading “Toilet Training Seminggu? No Way!”

Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Mundur Bukan Berarti Tidak Berhasil

Majida ikut Uti ke Mantri Gigi. Periksa gigi Uti yang berlubang. Meji berangkat setelah maghrib. Setelah mandi dan pee. Saya kembali mengingatkan Meji untuk bilang saat pengen pee. As usual dia mengangguk-angguk.

Perjalanan ke rumah Pak Mantri hanya ditempuh dalam hitungan 5 menitan berkendara dengan mobil. Mbah Uti dapat antrian dua. Baruu mau duduk di tempat tunggu…

Majida tetiba nunduk dan ohlalaa… Majida pee . Saya bingung sambil menahan geli. Bingung karena tidak bawa baju ganti. Untung dekat toko besar.

Saya beli baju seadanya. Untung bawa uang ahahahaha… hanya selembar pula 😂

Kemarin Majida sudah bisa menajan pee, jika hari ini bocor, di tempat umum pula, bukan berarti Majida gagal. Kemunduran itu hal yang sangat normal dalam proses maju. 😉

Semangat, Mej. Semangat juga Ibuknya Meji. 😂 kaya lagu Padi..

Bukankah hidup ada perhentian, tak harus kencang terus berlari. Kuhelakan nafas panjang ‘tuk siap berlari kembali.

#Hari6

#MelatihKemandirian

#KuliahBunsayIIP

Posted in Institut Ibu Profesional, Lesson Learnt

Sometimes… Masalahnya Ada pada Kita, Bukan Anak Kita

Hari ke-lima dalam fokus membersamai toilet training Meji, saya nemu artikel bagus deh… Tentang Konsep Diri dan Overview tentang Toilet Training. Jadi bentukan konsep diri atau Self Concept dimulai sejak bayi lahir. See bahwa konsep diri adalah nature bukan nurture. Saya mem-bold bagian 0-2 tahun dan 3-4 tahun karena Meji ada pada rentang itu.

Pada usia 0-2 mereka exploring the world. Penekanannya ada pada “I’m Me, I can do it” juga kesadaran dirinya mulai terbentuk dengan sangat baik.

Hal tersebut yang menurut ilmu dari IIP yang harus digunakan dalam mengkomunikasikan kepada anak. Give the appreciation. Beri apresiasi atas pencapaiannya. Tentunya yang gak lebay juga. Dan saat anak melakukan kesalahan atau kemunduran prestasi dalam mengenali diri, Tidak lantas memberikan justifikasi “Anak saya susah disuruh ini itu”. 😀 😀

Ada satu kalimat juga yang nancep di otak saya dalam salah satu artikel di atas:

Your child’s toilet training experience should be positive. If it becomes a struggle or a battle of wills, it is best to ease up or stop for a while. Although you may be ready for toilet training, your child may not be.

Continue reading “Sometimes… Masalahnya Ada pada Kita, Bukan Anak Kita”